0 Comments

JAKARTA, incahospital.co.id – Ada jenis tumor yang bisa bersembunyi di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa memberikan tanda apapun. Tumor karsinoid adalah salah satunya. Tumor ini tumbuh sangat lambat, sering kali begitu lambat sehingga penderitanya baru mengetahui keberadaannya ketika pemeriksaan dilakukan untuk alasan lain, atau ketika gejala akhirnya muncul setelah tumor berkembang cukup besar atau menyebar.

Tumorkarsinoid adalah jenis tumor yang tumbuh dari sel-sel neuroendokrin, yaitu sel-sel khusus yang tersebar di berbagai organ tubuh dan berfungsi menghasilkan hormon. Karena sel neuroendokrin ada di banyak tempat, tumor karsinoid pun bisa muncul di berbagai lokasi, meskipun paling sering ditemukan di sistem pencernaan dan paru-paru. Tumor ini termasuk dalam kategori yang lebih luas yang disebut tumor neuroendokrin.

Lokasi Tumor Karsinoid

Tumor Karsinoid

Tumor karsinoid bisa muncul di berbagai organ tubuh. Memahami lokasi yang paling umum membantu mengenali gejala yang mungkin muncul.

Saluran Pencernaan

Ini adalah lokasi paling umum dari tumor karsinoid, mencakup sekitar dua pertiga dari semua kasus. Di dalam saluran pencernaan, usus kecil bagian bawah adalah lokasi yang paling sering, diikuti oleh usus buntu, rektum, dan lambung. Tumor karsinoid di usus buntu sering ditemukan secara kebetulan saat operasi usus buntu dilakukan karena alasan lain.

Paru-paru

Tumor karsinoid paru adalah tumor paru yang relatif jarang namun penting untuk diketahui. Berbeda dari kanker paru yang lebih agresif, tumor karsinoid paru umumnya tumbuh lebih lambat dan memiliki prognosis yang lebih baik. Tumor ini bisa menyebabkan gejala pernapasan jika lokasinya menyumbat saluran napas.

Pankreas dan Organ Lain

Meskipun lebih jarang, tumorkarsinoid juga bisa ditemukan di pankreas, hati, ovarium, timus, dan bahkan testis.

Sindrom Karsinoid

Salah satu aspek paling unik dari tumor karsinoid adalah kemampuan beberapa jenis tumor ini untuk menghasilkan hormon dan zat kimia aktif dalam jumlah berlebihan. Ketika zat-zat ini masuk ke aliran darah sistemik, biasanya setelah tumor menyebar ke hati, muncullah sekelompok gejala yang disebut sindrom karsinoid.

Gejala sindrom karsinoid yang paling khas antara lain:

  • Flushing atau kemerahan mendadak di wajah, leher, dan dada yang muncul tiba-tiba dan bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam
  • Diare yang sering dan berair yang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Mengi atau bunyi napas seperti asma yang muncul akibat penyempitan saluran napas
  • Detak jantung yang cepat dan tidak teratur saat episode flushing berlangsung
  • Dalam jangka panjang, bisa terjadi kerusakan pada katup jantung kanan yang disebut penyakit jantung karsinoid

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua tumorkarsinoid menghasilkan sindrom ini. Sindrom karsinoid paling sering muncul ketika tumor sudah menyebar ke hati, karena hati biasanya mampu menetralisir zat-zat yang dihasilkan tumor sebelum sampai ke sirkulasi umum.

Gejala Tumor Karsinoid Berdasarkan Lokasi

Selain sindrom karsinoid, gejala lokal bisa muncul tergantung lokasi tumor tumbuh.

Tumorkarsinoid di usus kecil bisa menyebabkan nyeri perut kram yang intermiten, mual, dan dalam kasus yang lebih lanjut bisa menyebabkan penyumbatan usus. Tumor di rektum sering menyebabkan perdarahan dari dubur atau perubahan kebiasaan buang air besar. Tumor paru bisa menyebabkan batuk kronis, batuk berdarah, atau infeksi paru berulang.

Pada banyak kasus, terutama tumor yang sangat kecil, tidak ada gejala sama sekali dan tumor ditemukan secara kebetulan saat pemeriksaan pencitraan untuk kondisi lain.

Diagnosis Tumor Karsinoid

Mendiagnosis tumor karsinoid sering kali memerlukan kombinasi beberapa pemeriksaan karena gejalanya tidak spesifik dan bisa menyerupai berbagai kondisi lain.

Pemeriksaan Laboratorium

Pengukuran kadar 5-HIAA dalam urine dua puluh empat jam adalah pemeriksaan biokimia utama. Zat ini adalah hasil pemecahan serotonin yang diproduksi berlebihan oleh tumorkarsinoid. Pengukuran kadar chromogranin A dalam darah juga sering digunakan sebagai penanda tumor.

Pemeriksaan Pencitraan

CT scan, MRI, dan USG digunakan untuk mendeteksi dan menentukan lokasi serta ukuran tumor. Pemeriksaan pencitraan khusus yang disebut skintigrafi reseptor somatostatin atau octreoscan sangat berguna karena banyak tumor karsinoid memiliki reseptor khusus yang bisa ditandai dengan zat radioaktif sehingga lokasinya terlihat jelas.

Endoskopi dan Biopsi

Pemeriksaan langsung menggunakan kamera melalui saluran cerna atau saluran napas, diikuti pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan di laboratorium, diperlukan untuk konfirmasi diagnosis.

Pilihan Pengobatan

Pengobatan tumor karsinoid sangat bergantung pada lokasi, ukuran, apakah sudah menyebar, dan kondisi umum pasien.

Operasi

Pengangkatan tumor melalui operasi adalah pengobatan utama dan satu-satunya yang bisa menyembuhkan. Untuk tumor yang masih terlokalisir dan belum menyebar, operasi pengangkatan memberikan peluang kesembuhan yang sangat baik. Bahkan ketika tumor sudah menyebar, pengangkatan sebagian tumor bisa membantu mengendalikan gejala sindrom karsinoid.

Analog Somatostatin

Obat-obatan seperti oktreotida dan lanreotida meniru kerja hormon somatostatin alami yang menekan produksi hormon oleh tumor. Obat ini sangat efektif untuk mengendalikan gejala sindrom karsinoid dan terbukti memperlambat pertumbuhan tumor pada banyak pasien.

Terapi Target dengan Radiasi

Terapi yang disebut Peptide Receptor Radionuclide Therapy atau PRRT menggunakan zat radioaktif yang dilekatkan pada molekul yang menempel pada reseptor di permukaan tumor. Pendekatan ini memungkinkan pemberian radiasi langsung ke sel-sel tumor sambil meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.

Kemoterapi dan Terapi Target Lainnya

Untuk tumor yang tidak merespons pengobatan lain atau yang berkembang dengan cepat, kemoterapi atau obat-obatan terapi target seperti everolimus bisa menjadi pilihan.

Prognosis Tumor Karsinoid

Karena sifatnya yang tumbuh lambat, banyak pasien dengan tumorkarsinoid bisa hidup bertahun-tahun bahkan ketika tumor sudah menyebar. Prognosis sangat bervariasi tergantung pada lokasi primer tumor, tingkat diferensiasi sel, dan sejauh mana tumor sudah menyebar saat pertama kali didiagnosis.

Kesimpulan

Tumor karsinoid adalah contoh nyata bahwa tidak semua tumor berperilaku sama. Sifatnya yang tumbuh lambat memberi waktu untuk deteksi dan penanganan yang tepat. Dengan pemahaman yang baik tentang gejalanya dan kemajuan dalam pilihan pengobatan yang tersedia, kualitas dan harapan hidup pasien tumorkarsinoid terus meningkat dari waktu ke waktu.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Parainfluenza: Gejala, Penularan, dan Cara Penanganannya

Author

Related Posts