0 Comments

JAKARTA, incahospital.co.id –  Ada kondisi mata yang tampak sederhana namun bisa menyebabkan ketidaknyamanan luar biasa dan mengancam penglihatan jika tidak ditangani. Entropion adalah kondisi di mana tepi kelopak mata, biasanya kelopak bawah, terlipat ke arah dalam sehingga bulu mata dan kulit kelopak bergesekan langsung dengan permukaan bola mata. Setiap berkedip menjadi momen yang tidak menyenangkan karena bulu mata terus menggesek kornea yang sangat sensitif.

Kondisi entropion ini mungkin terdengar sepele, namun dampaknya terhadap kesehatan mata bisa sangat serius. Gesekan terus-menerus dari bulu mata terhadap kornea bisa menyebabkan luka, jaringan parut, infeksi, dan bahkan kerusakan penglihatan permanen jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dan tepat waktu.

Anatomi Kelopak Mata dan Mengapa Entropion Terjadi

Entropion

Kelopak mata memiliki sistem otot dan tendon yang sangat terkoordinasi untuk menjaga posisinya tetap tepat, yaitu menutup bola mata dengan benar namun tidak terlipat masuk. Ketika sistem ini terganggu karena berbagai alasan, entropion bisa terjadi.

Kelopak mata tersusun dari beberapa lapisan, termasuk kulit luar, otot yang menggerakkan kelopak, dan pelat tarsal yang merupakan lapisan kaku di tengah yang memberikan struktur pada kelopak. Pada entropion, terjadi ketidakseimbangan antara kekuatan yang seharusnya menahan kelopak pada posisi normalnya.

Jenis dan Penyebab Entropion

Entropion dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

Entropion Involusional atau Terkait Usia

Ini adalah jenis yang paling umum dan terjadi seiring bertambahnya usia. Seiring waktu, jaringan dan otot di sekitar kelopak mata mengalami penurunan tonus atau kekuatan, dan tendon yang menahan kelopak dalam posisi yang benar mulai melemah. Akibatnya, kelopak tidak lagi bisa mempertahankan posisinya dan mulai terlipat ke dalam. Kondisi ini paling sering memengaruhi lansia di atas tujuh puluh tahun.

Entropion Sikatrikal

Jenis ini terjadi akibat jaringan parut di bagian dalam kelopak mata yang menarik tepi kelopak ke dalam. Jaringan parut bisa terbentuk akibat infeksi mata kronis, terutama trakoma, yaitu infeksi bakteri yang masih menjadi penyebab utama kebutaan yang bisa dicegah di negara berkembang. Selain trakoma, luka bakar kimia, cedera mata, penyakit autoimun yang menyerang selaput lendir mata, dan penggunaan lensa kontak jangka panjang juga bisa menyebabkan jenis entropion ini.

Entropion Spastik

Jenis ini terjadi ketika otot kelopak mata berkontraksi secara berlebihan, mendorong tepi kelopak ke dalam. Kondisi ini sering dipicu oleh iritasi atau peradangan pada mata, dan bisa menjadi lingkaran setan di mana iritasi menyebabkan entropion yang kemudian memperburuk iritasi.

Entropion Kongenital

Ini adalah jenis yang relatif jarang dan terjadi sejak lahir akibat perkembangan kelopak mata yang tidak sempurna.

Gejala Entropion

Gejala entropion terutama disebabkan oleh gesekan bulu mata dan kulit kelopak terhadap permukaan bola mata. Tanda-tanda yang paling umum antara lain:

  • Perasaan ada benda asing di mata yang tidak hilang meski sudah dibilas
  • Mata berair berlebihan sebagai respons terhadap iritasi yang terus-menerus
  • Kemerahan pada mata yang terlihat di bagian putih mata
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman, terutama saat berkedip
  • Sensitivitas terhadap cahaya yang meningkat
  • Penglihatan yang sedikit kabur akibat lapisan air mata yang tidak rata
  • Kerak dan kotoran di sekitar mata di pagi hari

Jika tidak ditangani, gesekan berkelanjutan bisa menyebabkan lecet pada kornea yang disebut erosi kornea, jaringan parut pada kornea, infeksi mata yang serius, dan pada kasus ekstrem gangguan penglihatan permanen.

Diagnosis Entropion

Diagnosis entropion relatif mudah dilakukan melalui pemeriksaan fisik langsung. Dokter mata akan memeriksa posisi kelopak, menilai kekuatan otot kelopak, dan memeriksa kondisi permukaan kornea dengan lampu celah atau slit lamp untuk menilai apakah sudah ada kerusakan akibat gesekan. Pada kasus tertentu, pemeriksaan tambahan diperlukan untuk menentukan penyebab yang mendasari.

Penanganan Entropion

Penangananentropion sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.

Penanganan Sementara

Untuk memberikan kelegaan sementara sambil menunggu penanganan definitif, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain penggunaan plester atau pita khusus untuk menahan kelopak pada posisi yang benar, tetes mata pelumas untuk mengurangi gesekan dan melindungi kornea, serta obat tetes antibiotik jika ada infeksi.

Suntikan Botoks

Pada entropion spastik, suntikan toksin botulinum ke otot kelopak yang berkontraksi berlebihan bisa memberikan perbaikan yang berlangsung beberapa bulan sebelum perlu diulang.

Operasi

Operasi adalah satu-satunya pengobatan definitif untuk sebagian besar kasus entropion. Prosedur yang dilakukan bervariasi tergantung pada jenis entropion. Untuk entropion involusional akibat penuaan, operasi biasanya melibatkan pengencangan tendon dan otot kelopak yang kendur untuk mengembalikan posisi kelopak yang benar. Untuk entropion sikatrikal, prosedur yang lebih kompleks mungkin diperlukan untuk melepaskan jaringan parut dan merekonstruksi struktur kelopak.

Operasi entropion umumnya dilakukan dengan anestesi lokal dan bersifat rawat jalan. Tingkat keberhasilannya sangat tinggi dan sebagian besar pasien merasakan perbaikan yang dramatis segera setelah operasi.

Pencegahan Komplikasi

Selama menunggu penanganan atau setelah operasi, menjaga kebersihan mata, menggunakan tetes mata pelumas sesuai anjuran dokter, dan segera melapor jika gejala memburuk seperti nyeri yang semakin hebat atau penglihatan yang semakin kabur sangat penting untuk mencegah kerusakan kornea yang permanen.

Kesimpulan

Entropion adalah kondisi yang sangat bisa diobati namun perlu ditangani sebelum terjadi kerusakan permanen pada kornea. Jika merasakan ketidaknyamanan pada mata yang terus-menerus atau melihat bulu mata yang menyentuh bola mata, segera konsultasikan ke dokter mata untuk evaluasi dan penanganan yang tepat.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Demam Periodik Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Author

Related Posts