JAKARTA, incahospital.co.id – Ada kondisi mata yang ibarat stroke pada otak, terjadi tiba-tiba, merusak jaringan secara permanen dalam hitungan menit, dan membutuhkan penanganan darurat secepat mungkin. Oklusi arteri retina sentral adalah penyumbatan mendadak pada pembuluh darah utama yang menyuplai nutrisi dan oksigen ke seluruh retina.
Kondisi ini adalah kedaruratan medis yang sesungguhnya. Retina, seperti halnya jaringan otak, sangat bergantung pada aliran darah yang terus-menerus. Ketika arteri retina sentral tersumbat, sel-sel retina mulai mati dalam waktu yang sangat singkat. Penelitian menunjukkan bahwa kerusakan ireversibel pada sel retina bisa mulai terjadi dalam sembilan puluh menit setelah penyumbatan, dan setelah dua puluh empat jam kerusakan hampir pasti bersifat permanen.
Memahami Anatomi Pembuluh Darah Retina

Arteri retina sentral adalah pembuluh darah arteri utama yang masuk ke bola mata melalui saraf optik dan kemudian bercabang untuk menyuplai seluruh area retina. Arteri ini berasal dari arteri oftalmika yang merupakan cabang dari arteri karotis interna.
Ketika arteri retina sentral tersumbat, seluruh retina kehilangan pasokan darahnya sekaligus. Berbeda dengan oklusi pada pembuluh yang lebih kecil atau cabang arteri retina yang hanya memengaruhi sebagian lapang pandang, oklusi arteri retina sentral memengaruhi hampir seluruh lapang pandang.
Penyebab Oklusi Arteri Retina Sentral
Beberapa mekanisme bisa menyebabkan tersumbatnya arteri retina sentral.
Emboli
Ini adalah penyebab yang paling umum. Gumpalan kecil dari tempat lain di tubuh terbawa aliran darah dan akhirnya menyumbat arteri retina sentral. Sumber emboli yang paling sering adalah plak dari dinding arteri karotis yang pecah, gumpalan darah dari jantung terutama pada penderita fibrilasi atrium atau penyakit katup jantung, dan dalam kasus yang lebih jarang emboli lemak atau udara.
Trombosis Lokal
Gumpalan darah bisa terbentuk langsung di dalam arteri retina sentral itu sendiri, biasanya di lokasi yang sudah ada penyempitan akibat aterosklerosis. Kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka dengan faktor risiko kardiovaskular yang tinggi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kadar kolesterol yang tidak terkontrol.
Arteritis
Peradangan pada dinding arteri, terutama pada kondisi yang disebut arteritis sel raksasa, bisa menyebabkan penyempitan dan penyumbatan arteri. Kondisi ini lebih sering terjadi pada lansia di atas enam puluh tahun dan memerlukan penanganan yang berbeda dari penyebab lainnya.
Tekanan Bola Mata yang Sangat Tinggi
Peningkatan tekanan di dalam bola mata yang sangat drastis, seperti yang bisa terjadi pada glaukoma sudut tertutup akut, bisa secara efektif menghentikan aliran darah ke retina.
Gejala Oklusi Arteri Retina Sentral
Gejala khas oklusi arteri retina sentral adalah penurunan penglihatan yang terjadi tiba-tiba, mendadak, dan tidak nyeri. Sifat tanpa nyeri ini sering kali membuat penderita tidak segera menyadari betapa seriusnya kondisi ini.
Hilangnya penglihatan bisa bersifat total atau hampir total pada satu mata. Beberapa orang menggambarkannya seperti tirai yang tiba-tiba menutupi penglihatan mereka. Pada sebagian kecil kasus, ada arteri kecil yang tidak ikut tersumbat sehingga sedikit penglihatan di area tertentu masih tersisa.
Sebelum oklusi penuh terjadi, beberapa orang mengalami episode amaurosis fugax yaitu kehilangan penglihatan sementara yang berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit lalu pulih kembali. Ini adalah tanda peringatan yang sangat penting dan harus segera mendapat evaluasi medis.
Mengapa Penanganan Harus Segera
Seperti yang sudah disebutkan, sel-sel retina sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Penelitian menunjukkan bahwa hasil penglihatan jauh lebih baik jika penanganan dimulai dalam satu hingga dua jam pertama setelah gejala muncul. Setelah dua puluh empat jam, pemulihan fungsi penglihatan yang berarti menjadi sangat kecil kemungkinannya.
Oleh karena itu, siapa saja yang mengalami kehilangan penglihatan mendadak pada satu mata harus segera pergi ke unit gawat darurat mata terdekat, bukan menunggu jadwal pemeriksaan rutin.
Diagnosis
Di unit gawat darurat, dokter mata akan melakukan pemeriksaan menggunakan alat yang disebut oftalmoskop untuk melihat langsung kondisi retina. Pada oklusi arteri retina sentral, gambaran khas yang terlihat adalah retina yang tampak pucat karena kekurangan aliran darah, dengan area kecil berwarna merah ceri di bagian tengah retina yang kontras karena area tersebut mendapat suplai darah dari sumber yang berbeda.
Pemeriksaan tambahan yang segera dilakukan meliputi tekanan bola mata, analisis aliran darah dengan fluoresin angiografi, serta evaluasi kardiovaskular untuk mencari sumber emboli.
Penanganan Oklusi Arteri Retina Sentral
Penanganan diarahkan untuk memulihkan aliran darah sesegera mungkin. Beberapa pendekatan yang digunakan antara lain:
- Pijat bola mata secara lembut yang mungkin membantu memindahkan emboli ke lokasi yang lebih distal
- Menurunkan tekanan bola mata dengan obat atau prosedur parasentesis anterior
- Inhalasi oksigen atau karbon dioksida untuk mencoba melebarkan pembuluh darah retina
- Pada kasus tertentu, pemberian trombolisis yaitu obat untuk memecah gumpalan bisa dipertimbangkan jika penderita tiba dalam waktu yang sangat singkat setelah gejala
Selain penanganan akut, evaluasi kardiovaskular menyeluruh sangat penting karena oklusi arteri retina sentral adalah sinyal kuat bahwa ada risiko stroke otak yang signifikan dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Oklusi arteri retina sentral adalah kedaruratan mata yang memerlukan respons secepat mungkin. Kehilangan penglihatan mendadak pada satu mata tidak boleh diabaikan atau ditunggu. Segera pergi ke fasilitas kesehatan adalah satu-satunya tindakan yang mungkin bisa menyelamatkan penglihatan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Eksoftalmus: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
