JAKARTA, incahospital.co.id – Perubahan pada penampilan mata bisa menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Eksoftalmus adalah kondisi di mana satu atau kedua bola mata menonjol keluar secara tidak normal dari rongga matanya. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan seseorang, tetapi juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan mata yang serius jika penyebabnya tidak ditangani dengan segera dan tepat.
Eksoftalmus, yang juga disebut proptosis, terjadi ketika ada peningkatan tekanan di dalam rongga mata yang mendorong bola mata ke depan. Rongga mata adalah ruang yang dibatasi oleh tulang-tulang tengkorak, sehingga ketika ada jaringan atau cairan yang bertambah di dalam rongga tersebut, satu-satunya tempat yang bisa ditempati adalah ke depan, mendorong bola mata untuk menonjol keluar.
Penyebab Eksoftalmus

Berbagai kondisi bisa menyebabkan eksoftalmus, namun penyebab yang paling umum dan paling penting untuk dikenali adalah penyakit Graves.
Penyakit Graves dan Oftalmopati Graves
Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid terlalu aktif atau hipertiroid. Pada sebagian penderita penyakit Graves, sistem imun juga menyerang jaringan di dalam rongga mata, menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot-otot penggerak mata dan jaringan lemak di sekitarnya. Kondisi ini disebut oftalmopati Graves atau penyakit mata Graves.
Akibat pembengkakan jaringan yang tidak bisa ke mana-mana, bola mata terdorong ke depan sehingga menonjol. Selain eksoftalmus, oftalmopati Graves juga bisa menyebabkan mata terasa kering dan teriritasi, kelopak mata yang tidak bisa menutup sempurna saat tidur, penglihatan ganda, dan dalam kasus yang berat bisa mengancam saraf optik dan fungsi penglihatan.
Tumor di Dalam Rongga Mata
Tumor yang tumbuh di dalam rongga mata, baik yang berasal dari jaringan di rongga mata sendiri maupun yang menyebar dari bagian tubuh lain, bisa mendorong bola mata ke depan. Pada anak-anak, tumor retinoblastoma dan rabdomiosarkoma adalah penyebab eksoftalmus yang perlu diwaspadai.
Selulitis Orbita
Ini adalah infeksi bakteri serius pada jaringan di dalam rongga mata yang menyebabkan pembengkakan cepat dan intens. Selulitis orbita adalah kedaruratan medis karena infeksi bisa menyebar ke otak dan bisa mengancam jiwa. Kondisi ini sering terjadi sebagai komplikasi dari sinusitis bakteri yang tidak diobati.
Perdarahan atau Penumpukan Cairan
Cedera di area wajah bisa menyebabkan perdarahan di dalam rongga mata yang mendorong bola mata ke depan secara tiba-tiba. Selain itu, beberapa kondisi vaskular tertentu juga bisa menyebabkan penumpukan darah atau cairan di rongga mata.
Penyebab Lain yang Lebih Jarang
Beberapa kondisi yang lebih jarang namun penting antara lain pseudotumor orbita yaitu peradangan idiopatik tanpa penyebab yang jelas, histiositosis, dan beberapa kondisi bawaan.
Gejala Eksoftalmus
Gejalaeksoftalmus bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya.
Gejala yang Terlihat
Tanda paling jelas adalah bola mata yang menonjol keluar dari rongga matanya sehingga tampak lebih besar dari biasanya. Selain itu, terlihat lebih banyak bagian putih mata yang terbuka di sekitar iris karena kelopak mata tidak lagi bisa menutup area putih tersebut.
Gejala yang Dirasakan
- Mata terasa kering, teriritasi, dan seperti ada pasir karena permukaan mata yang lebih terbuka mengering lebih cepat
- Penglihatan ganda atau diplopia akibat gangguan pada otot-otot penggerak mata
- Nyeri di atau di sekitar mata, terutama saat menggerakkan mata
- Penurunan ketajaman penglihatan jika saraf optik tertekan
- Kelopak mata yang tidak bisa menutup sempurna saat tidur menyebabkan mata kering yang sangat parah di pagi hari
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
Eksoftalmus yang tidak ditangani bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius. Kornea yang tidak terlindungi dengan baik oleh kelopak mata bisa mengalami kekeringan, lecet, dan infeksi. Tekanan pada saraf optik bisa menyebabkan kerusakan penglihatan yang permanen. Oleh karena itu, evaluasi dan penanganan yang cepat sangat penting.
Diagnosis Eksoftalmus
Dokter mata menggunakan alat yang disebut eksoftalmometer untuk mengukur seberapa jauh bola mata menonjol keluar. Nilai normal umumnya kurang dari dua puluh satu milimeter, dan perbedaan lebih dari dua milimeter antara kedua mata juga dianggap tidak normal.
Selain pengukuran, pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes fungsi tiroid karena sebagian besar kasus terkait dengan penyakit tiroid, CT scan atau MRI rongga mata untuk melihat kondisi jaringan di dalamnya, dan pemeriksaan lapang pandang serta fungsi saraf optik.
Penanganan Eksoftalmus
Penanganan tergantung pada penyebab yang mendasari.
Untuk Oftalmopati Graves
Penanganan menyasar beberapa masalah sekaligus. Pertama, mengobati hipertiroid yang mendasarinya. Kedua, melindungi mata dari kekeringan dengan tetes mata, salep malam, dan jika perlu kacamata pelindung. Untuk kasus aktif yang sedang meradang, kortikosteroid dosis tinggi atau radioterapi orbital bisa digunakan untuk mengendalikan peradangan. Pada kasus yang berat dengan ancaman pada saraf optik, operasi dekompresi orbital untuk memperluas rongga mata dengan mengangkat sebagian tulang pembatasnya bisa menjadi pilihan.
Untuk Penyebab Lain
Selulitis orbita memerlukan antibiotik intravena segera dan dalam kasus tertentu drainase bedah. Tumor memerlukan evaluasi dan penanganan sesuai jenis tumornya. Perdarahan akut mungkin memerlukan tindakan darurat untuk mengeluarkan darah dan mengurangi tekanan.
Kesimpulan
Eksoftalmus adalah tanda yang tidak boleh diabaikan karena hampir selalu mengindikasikan kondisi yang memerlukan penanganan medis. Semakin cepat penyebabnya diidentifikasi dan ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan kesehatan dan fungsi penglihatan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Entropion: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya
