JAKARTA, incahospital.co.id – Gangguan pada ginjal anak umumnya dikaitkan dengan infeksi saluran kemih atau kelainan bawaan. Namun, dalam beberapa kasus, pembesaran perut atau munculnya benjolan di area perut dapat menjadi tanda adanya Nephroblastoma, yaitu kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada anak-anak.
Nephroblastoma, yang juga dikenal sebagai tumor Wilms, merupakan keganasan yang berasal dari jaringan ginjal yang belum berkembang sempurna. Penyakit ini umumnya menyerang anak berusia di bawah lima tahun dan memiliki peluang kesembuhan yang cukup tinggi apabila didiagnosis serta diobati sejak stadium awal.
Karena gejalanya sering tidak menimbulkan keluhan yang khas pada tahap awal, orang tua perlu mengenali tanda-tanda yang dapat mengarah pada penyakit ini agar penanganan tidak terlambat.
Apa Itu Nephroblastoma?

Nephroblastoma adalah kanker ginjal yang berkembang dari sel-sel embrional yang seharusnya membentuk jaringan ginjal normal selama masa perkembangan janin. Pada kondisi tertentu, sebagian sel tersebut tetap bertahan setelah lahir dan berkembang secara tidak terkendali hingga membentuk tumor.
Sebagian besar kasus hanya menyerang satu ginjal, tetapi sekitar 5–10% penderita dapat mengalami tumor pada kedua ginjal secara bersamaan.
Tumor Wilms merupakan salah satu jenis kanker anak yang paling sering ditemukan setelah leukemia dan tumor otak.
Penyebab Nephroblastoma
Penyebab pasti Nephroblastoma belum diketahui. Namun, penyakit ini diyakini terjadi akibat perubahan genetik yang mengganggu proses pertumbuhan dan pematangan sel ginjal.
Beberapa gen yang diketahui berhubungan dengan penyakit ini meliputi:
- Gen WT1.
- Gen WT2.
- Gen WTX.
- Gen CTNNB1 pada sebagian kasus.
Sebagian besar mutasi terjadi secara spontan tanpa adanya riwayat penyakit serupa dalam keluarga.
Faktor Risiko
Beberapa kondisi diketahui dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami Nephroblastoma.
Faktor risiko tersebut meliputi:
- Usia antara 2 hingga 5 tahun.
- Kelainan bawaan tertentu.
- Riwayat keluarga dengan tumor Wilms meskipun jarang.
- Sindrom Beckwith-Wiedemann.
- Sindrom WAGR.
- Sindrom Denys-Drash.
- Kelainan perkembangan saluran kemih atau alat kelamin.
Anak dengan sindrom genetik tertentu biasanya memerlukan pemantauan ginjal secara berkala.
Gejala Nephroblastoma
Pada tahap awal, Nephroblastoma dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Seiring pertumbuhan tumor, beberapa keluhan mulai muncul.
Gejala yang sering ditemukan antara lain:
- Benjolan atau pembengkakan pada perut.
- Perut tampak membesar.
- Nyeri perut.
- Demam.
- Nafsu makan menurun.
- Berat badan menurun.
- Mual atau muntah.
- Darah dalam urine.
- Tekanan darah tinggi.
- Mudah lelah.
Benjolan di perut biasanya terasa padat dan sering kali ditemukan secara tidak sengaja saat orang tua memandikan atau mengganti pakaian anak.
Sebagai contoh, seorang anak berusia empat tahun tampak memiliki perut yang lebih besar di sisi kanan. Orang tua awalnya mengira anak mengalami gangguan pencernaan, tetapi setelah dilakukan ultrasonografi diketahui terdapat massa pada ginjal yang kemudian terdiagnosis sebagai Nephroblastoma.
Bagaimana Diagnosis Dilakukan?
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi anak.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:
- Wawancara mengenai gejala dan riwayat kesehatan.
- Pemeriksaan fisik.
- Pemeriksaan darah.
- Pemeriksaan urine.
- Ultrasonografi (USG) ginjal.
- CT scan atau MRI abdomen.
- Foto toraks atau CT scan dada untuk menilai penyebaran ke paru-paru.
- Biopsi pada kondisi tertentu sesuai pertimbangan tim medis.
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan menentukan stadium penyakit untuk membantu memilih strategi terapi yang paling tepat.
Penanganan Nephroblastoma
Penanganan dilakukan oleh tim multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis anak, bedah, onkologi, radiologi, dan patologi.
Pilihan terapi meliputi:
- Operasi pengangkatan tumor atau ginjal yang terkena.
- Kemoterapi sebelum atau sesudah operasi sesuai stadium.
- Radioterapi pada kasus tertentu.
- Terapi suportif untuk mengatasi efek samping pengobatan.
- Pemantauan jangka panjang setelah terapi selesai.
Strategi pengobatan disesuaikan dengan ukuran tumor, penyebaran kanker, usia anak, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Komplikasi yang Dapat Terjadi
Apabila tidak segera ditangani, Nephroblastoma dapat menimbulkan berbagai komplikasi.
Beberapa komplikasi tersebut meliputi:
- Penyebaran kanker ke paru-paru.
- Penyebaran ke hati atau organ lain.
- Gangguan fungsi ginjal.
- Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan.
- Kekambuhan setelah terapi.
- Efek samping kemoterapi dan radioterapi.
Komplikasi juga dapat muncul akibat penyakit yang sudah berada pada stadium lanjut saat pertama kali terdiagnosis.
Apakah Nephroblastoma Dapat Dicegah?
Belum terdapat cara yang dapat mencegah Nephroblastoma karena sebagian besar kasus berkaitan dengan perubahan genetik yang terjadi secara spontan.
Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu meningkatkan peluang deteksi dini:
- Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pada anak dengan sindrom genetik tertentu.
- Segera memeriksakan anak apabila ditemukan benjolan pada perut.
- Tidak mengabaikan darah dalam urine atau pembesaran perut yang menetap.
- Mengikuti seluruh jadwal kontrol setelah pengobatan selesai.
Deteksi sejak stadium awal memberikan peluang keberhasilan terapi yang lebih tinggi.
Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?
Orang tua sebaiknya segera berkonsultasi apabila anak mengalami:
- Benjolan pada perut.
- Perut membesar tanpa sebab yang jelas.
- Darah dalam urine.
- Nyeri perut yang menetap.
- Demam berulang tanpa penyebab yang diketahui.
- Berat badan menurun.
- Nafsu makan berkurang disertai tubuh mudah lelah.
Pemeriksaan sejak dini memungkinkan dokter memberikan terapi sebelum tumor berkembang lebih luas.
Kesimpulan
Nephroblastoma atau tumor Wilms merupakan kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada anak-anak, terutama pada usia di bawah lima tahun. Penyakit ini berasal dari jaringan ginjal yang belum berkembang sempurna dan dapat menimbulkan benjolan pada perut, darah dalam urine, hingga tekanan darah tinggi. Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik, laboratorium, dan pencitraan, sedangkan pengobatan umumnya melibatkan operasi, kemoterapi, serta radioterapi sesuai kebutuhan. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, banyak anak dengan Nephroblastoma memiliki peluang kesembuhan yang sangat baik.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Neuroblastoma Kanker Saraf pada Anak yang Perlu Diwaspadai
