JAKARTA, incahospital.co.id – Bayangkan seorang anak yang hampir setiap bulan jatuh sakit dengan demam tinggi, kemudian dalam beberapa hari sembuh total dan tampak sehat sempurna, lalu beberapa minggu kemudian demam kembali datang seperti terjadwal. Pola yang teratur ini sangat membingungkan dan mengkhawatirkan bagi orang tua, dan sering kali membuat dokter pun harus bekerja keras untuk menemukan penyebabnya. Demam periodik anak adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana anak mengalami episode demam berulang yang terjadi dengan pola yang cukup teratur, diselingi periode sehat yang lengkap di antaranya. Berbeda dari demam biasa akibat infeksi yang berulang, pada demam periodik sejati tidak selalu ditemukan infeksi sebagai penyebab setiap episode.
Mengapa Demam Periodik Terjadi

Demam periodik pada anak bisa disebabkan oleh beberapa mekanisme yang berbeda. Memahami penyebabnya sangat penting karena penanganannya pun berbeda.
Sindrom Autoimun dan Autoinflamasi
Sebagian besar kasus demam periodik yang murni, bukan akibat infeksi berulang, disebabkan oleh kondisi autoimun atau autoinflamasi di mana sistem kekebalan tubuh aktif secara berlebihan tanpa adanya ancaman infeksi yang nyata. Kondisi-kondisi ini biasanya berkaitan dengan mutasi genetik yang memengaruhi cara sistem imun mengatur dirinya sendiri.
Infeksi Berulang
Pada beberapa anak, terutama yang baru pertama kali masuk ke lingkungan dengan banyak anak seperti penitipan anak atau sekolah, frekuensi infeksi yang tinggi bisa menciptakan pola yang tampak seperti demam periodik. Namun, ini berbeda secara mendasar dari demam periodik sejati karena setiap episode disebabkan oleh kuman yang berbeda.
Sindrom PFAPA
PFAPA, singkatan dari Periodic Fever, Aphthous Stomatitis, Pharyngitis, and Adenitis, adalah penyebab paling umum dari demam periodik sejati pada anak-anak. Sindrom ini biasanya dimulai sebelum usia lima tahun dan gejalanya sangat khas dan mudah dikenali.
Setiap episode biasanya berlangsung tiga hingga enam hari dan muncul dengan interval yang sangat teratur, umumnya setiap dua belas hingga delapan minggu. Gejala yang muncul bersamaan dengan demam tinggi yang mencapai tiga puluh delapan koma lima derajat atau lebih antara lain sariawan di dalam mulut, radang tenggorokan tanpa pertumbuhan bakteri streptokokus, dan pembesaran kelenjar getah bening di leher.
Salah satu ciri yang sangat khas dari PFAPA adalah anak tampak sehat sempurna di antara episode. Pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan umum anak tidak terganggu. Kabar baiknya, sebagian besar anak dengan PFAPA akan mengalami remisi spontan atau episode yang semakin jarang dan akhirnya berhenti sendiri seiring bertambahnya usia.
Sindrom Demam Periodik Genetik
Selain PFAPA, ada beberapa sindrom demam periodik yang disebabkan oleh mutasi gen spesifik yang memengaruhi sistem kekebalan bawaan. Meskipun lebih jarang, kondisi ini penting untuk dikenali.
TRAPS
TNF Receptor-Associated Periodic Syndrome adalah sindrom autoinflamasi yang diturunkan secara autosomal dominan. Episode demam pada TRAPS biasanya berlangsung lebih lama, antara satu hingga tiga minggu, dan sering disertai nyeri otot yang berat, ruam kulit yang bergerak, dan nyeri perut. Pembengkakan di sekitar mata yang disebut periorbital edema adalah tanda khas yang membedakannya.
FMF
Familial Mediterranean Fever adalah kondisi yang paling sering pada populasi dari wilayah Mediterania, Timur Tengah, dan Asia Barat. Episode berlangsung singkat, biasanya dua belas hingga tujuh puluh dua jam, dan sering disertai nyeri perut hebat, nyeri dada, dan nyeri sendi. Komplikasi jangka panjang yang serius adalah penumpukan protein amiloid di ginjal yang bisa menyebabkan gagal ginjal jika tidak diobati.
CAPS
Cryopyrin-Associated Periodic Syndrome mencakup beberapa kondisi yang ditandai dengan peradangan yang dipicu atau diperburuk oleh paparan dingin. Gejalanya bisa sangat ringan berupa urtikaria atau biduran hingga sangat berat dengan ketulian dan gangguan saraf.
Gejala yang Membantu Membedakan Penyebab
Beberapa karakteristik episode demam yang perlu dicatat dengan cermat untuk membantu dokter menentukan penyebabnya antara lain:
- Durasi setiap episode demam, apakah berlangsung beberapa hari atau lebih dari seminggu
- Interval antarepisode, apakah teratur atau tidak beraturan
- Gejala penyerta selain demam seperti sariawan, sakit tenggorokan, nyeri perut, nyeri sendi, atau ruam kulit
- Apakah ada anggota keluarga dengan kondisi serupa yang mengindikasikan pola keturunan
- Usia pertama kali gejala muncul
Pemeriksaan dan Diagnosis
Mendiagnosis penyebab demam periodik memerlukan pendekatan yang sistematis dan sering kali membutuhkan waktu. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan darah saat episode demam berlangsung dan saat anak sehat untuk membandingkan penanda peradangan. Pemeriksaan genetik bisa dilakukan jika sindrom periodik genetik dicurigai.
Pencatatan diari demam yang detail oleh orang tua, mencatat tanggal, suhu, durasi, dan gejala penyerta setiap episode, sangat membantu dokter dalam menegakkan pola dan menentukan diagnosis yang tepat.
Penanganan Demam Periodik
Penanganan sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Untuk PFAPA, pemberian kortikosteroid dosis tunggal saat awal episode terbukti sangat efektif mempersingkat durasi episode secara dramatis dari beberapa hari menjadi beberapa jam. Namun, steroid tidak mencegah episode berikutnya. Pada kasus yang sangat sering dan mengganggu, pengangkatan amandel bisa menjadi pilihan yang efektif untuk mengurangi frekuensi episode pada sebagian anak.
Untuk FMF, kolkisin adalah pengobatan utama yang diminum setiap hari untuk mencegah episode dan yang sangat penting untuk mencegah komplikasi amiloidosis ginjal. Untuk kondisi lain seperti TRAPS dan CAPS, obat-obatan yang menarget jalur peradangan tertentu seperti penghambat IL-1 bisa sangat efektif.
Kesimpulan
Demam periodik anak adalah kondisi yang bisa sangat membebani keluarga namun dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, sebagian besar kondisi ini bisa dikelola dengan baik. Pencatatan yang cermat dan komunikasi terbuka dengan dokter adalah kunci untuk mendapatkan diagnosis yang benar dan penanganan yang optimal.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Karsinoma Sel Basal: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
