JAKARTA, incahospital.co.id – Di antara berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh, selenium menempati posisi yang unik. Tubuh hanya membutuhkannya dalam jumlah yang sangat kecil, diukur dalam satuan mikrogram. Namun, meski kebutuhannya kecil, dampak kekurangannya sangat nyata dan bisa memengaruhi berbagai sistem tubuh sekaligus. Sebaliknya, mengonsumsinya secara berlebihan pun bisa berbahaya. Oleh karena itu, mineral ini adalah contoh sempurna dari prinsip bahwa dalam dunia nutrisi, bukan hanya jenis zat yang penting, melainkan juga keseimbangannya.
Selenium adalah mineral yang secara alami ditemukan di tanah, air, dan berbagai makanan. Di dalam tubuh, mineral ini berperan sebagai bagian penting dari berbagai protein khusus yang disebut selenoprotein. Selanjutnya, protein-protein ini berperan dalam perlindungan sel dari kerusakan, pengaturan hormon tiroid, fungsi kekebalan tubuh, dan reproduksi.
Manfaat Selenium bagi Kesehatan

Antioksidan Kuat yang Melindungi Sel
Mineral ini adalah bagian utama dari enzim glutathione peroksidase, yaitu salah satu sistem penangkal radikal bebas terkuat yang dimiliki tubuh. Enzim ini bertugas menangkal senyawa berbahaya sebelum sempat merusak sel, protein, dan DNA. Dengan demikian, mineral ini membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berkaitan dengan penuaan dini, penyakit jantung, dan berbagai kondisi kronis lainnya.
Mendukung Fungsi Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid adalah organ yang mengandung kadar selenium tertinggi di seluruh tubuh. Hal ini bukan kebetulan, karena mineral ini sangat dibutuhkan untuk mengubah hormon tiroid tidak aktif menjadi bentuk aktifnya. Tanpa asupan yang cukup, metabolisme tubuh terganggu karena hormon tiroid tidak bisa bekerja optimal. Bahkan, kekurangan mineral ini dikaitkan dengan berbagai gangguan tiroid termasuk tiroiditis Hashimoto dan penyakit Graves.
Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Selenium berperan penting dalam mendukung respons imun yang sehat. Mineral ini membantu merangsang produksi sel T dan sel pembunuh alami yang bertugas melawan infeksi dan sel-sel tidak normal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral yang cukup berkaitan dengan respons yang lebih baik terhadap berbagai infeksi virus. Selain mineral ini, asam folat dan vitamin B12 juga berperan dalam mendukung kekebalan tubuh.
Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker
Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan asupan lebih tinggi memiliki angka kejadian beberapa jenis kanker yang lebih rendah, termasuk kanker prostat, paru-paru, usus besar, dan kandung kemih. Mekanismenya diduga berkaitan dengan kemampuannya menangkal radikal bebas dan perannya dalam perbaikan DNA. Namun, penelitian di bidang ini masih terus berlangsung dan hasilnya belum sepenuhnya konsisten.
Manfaat Selenium untuk Jantung dan Kesuburan
Kadar selenium yang rendah dalam darah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Mineral ini membantu mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan pada kolesterol LDL yang merupakan langkah awal pembentukan plak di pembuluh darah. Selain itu, mineral ini bekerja bersama vitamin E dalam melindungi sel-sel jantung dari kerusakan. Pada pria, kecukupan mineral ini berperan penting dalam pembentukan dan fungsi sperma yang sehat.
Makanan yang Mengandung Selenium
Kandungan mineral ini dalam makanan sangat bergantung pada kadar di dalam tanah tempat makanan tumbuh atau hewan dibesarkan. Artinya, daerah dengan tanah kaya akan menghasilkan tanaman dan produk hewani dengan kandungan lebih tinggi.
Beberapa sumber terbaik antara lain:
- Kacang Brazil adalah sumber yang luar biasa, bahkan hanya satu hingga dua butir sudah bisa memenuhi kebutuhan harian
- Ikan dan makanan laut seperti tuna, sarden, udang, dan kerang mengandung mineral ini dalam jumlah tinggi
- Daging sapi, babi, dan unggas seperti ayam dan kalkun adalah sumber yang baik
- Telur mengandung mineral ini dalam jumlah yang cukup bermakna
- Biji-bijian utuh dan kacang-kacangan seperti kacang tanah dan biji bunga matahari
- Jamur, terutama jamur shiitake, mengandung cukup baik dibanding sumber nabati lainnya
Jika ingin melengkapi asupan mineral secara menyeluruh, pastikan juga memperhatikan kecukupan magnesium yang berperan penting dalam ratusan reaksi enzim tubuh.
Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan
Kekurangan mineral ini lebih umum terjadi di daerah dengan tanah yang miskin kandungannya. Akibatnya, beberapa dampak yang perlu diketahui antara lain:
- Gangguan fungsi tiroid yang bisa menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid atau gangguan metabolisme
- Sistem imun yang melemah sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi
- Kelemahan otot dan kelelahan yang tidak kunjung membaik
- Penyakit Keshan, yaitu gangguan otot jantung yang terjadi di daerah dengan kekurangan sangat parah
- Gangguan kesuburan pada pria
Risiko Konsumsi Berlebihan
Berbeda dari kebanyakan vitamin yang larut air, selenium memiliki jarak yang sempit antara dosis bermanfaat dan dosis berbahaya. Oleh sebab itu, mengonsumsinya terlalu banyak, terutama dari suplemen, bisa menyebabkan kondisi yang disebut selenosis. Gejalanya meliputi bau napas seperti bawang putih, kerontokan rambut, kuku rapuh, mual, diare, dan dalam kasus berat bisa menyebabkan kerusakan saraf.
Batas aman untuk orang dewasa umumnya ditetapkan sekitar empat ratus mikrogram per hari. Misalnya, kacang Brazil yang dimakan dalam jumlah sangat banyak setiap hari bisa menyebabkan asupan yang berlebihan.
Berapa Banyak yang Dibutuhkan Setiap Hari
Kebutuhan harian untuk orang dewasa umumnya sekitar lima puluh lima mikrogram per hari. Sementara itu, ibu hamil membutuhkan enam puluh mikrogram dan ibu menyusui tujuh puluh mikrogram. Kebutuhan ini umumnya bisa dipenuhi dari pola makan yang beragam tanpa perlu suplemen tambahan, kecuali pada mereka yang tinggal di daerah dengan tanah miskin kandungan mineral ini atau memiliki kondisi medis tertentu yang mengganggu penyerapan.
Kesimpulan
Selenium adalah mineral esensial yang bekerja di balik layar untuk menjaga berbagai fungsi penting tubuh, dari perlindungan sel hingga fungsi tiroid dan kekebalan. Kebutuhannya memang kecil, namun dampaknya sangat besar. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan dari variasi makanan bergizi setiap hari, dan hindari suplemen tanpa anjuran dokter karena batas antara dosis bermanfaat dan berbahaya sangat tipis.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Vitamin B12: Manfaat, Sumber, Gejala Kekurangan, dan Dosisnya
