0 Comments

JAKARTA, incahospital.co.id – Jantung dan pembuluh darah bekerja tanpa henti untuk mengalirkan oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh. Salah satu pembuluh darah terpenting adalah aorta, yaitu pembuluh darah terbesar yang membawa darah dari jantung menuju berbagai organ. Ketika lapisan dinding aorta mengalami robekan, darah dapat masuk ke celah di antara lapisan tersebut dan membentuk saluran baru yang tidak normal. Kondisi ini dikenal sebagai Aortic Dissection.

Aortic Dissection merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan secepat mungkin. Tanpa terapi yang tepat, robekan pada aorta dapat semakin meluas, mengganggu aliran darah ke organ vital, bahkan menyebabkan pecahnya aorta yang berisiko mengancam nyawa. Oleh karena itu, mengenali gejala awal dan segera mencari pertolongan medis menjadi langkah yang sangat penting.

Meskipun tergolong penyakit yang jarang terjadi, Aortic Dissection memiliki angka kematian yang tinggi apabila diagnosis dan pengobatan terlambat dilakukan.

Apa Itu Aortic Dissection?

Aortic Dissection

Aortic Dissection adalah kondisi ketika lapisan terdalam dinding aorta mengalami robekan sehingga darah mengalir ke dalam lapisan dinding pembuluh darah. Akibatnya, lapisan aorta dapat terpisah dan membentuk saluran baru yang disebut lumen palsu.

Berdasarkan lokasi robekannya, Aortic Dissection dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Tipe A, melibatkan aorta asendens dan merupakan kondisi yang paling berbahaya karena membutuhkan operasi darurat.
  • Tipe B, hanya mengenai aorta desendens dan pada beberapa kasus dapat ditangani tanpa operasi apabila kondisinya stabil.

Pembagian tersebut membantu dokter menentukan pilihan terapi yang paling sesuai.

Penyebab Aortic Dissection

Sebagian besar kasus Aortic Dissection terjadi karena melemahnya dinding aorta yang kemudian mengalami robekan akibat tekanan darah.

Beberapa penyebab yang sering berkaitan dengan kondisi ini meliputi:

  • Hipertensi yang tidak terkontrol.
  • Aterosklerosis.
  • Kelainan jaringan ikat seperti sindrom Marfan.
  • Sindrom Ehlers-Danlos.
  • Kelainan katup aorta bawaan.
  • Cedera berat pada dada.
  • Riwayat operasi jantung atau aorta.
  • Peradangan pada pembuluh darah.

Semakin lemah struktur dinding aorta, semakin besar risiko terjadinya robekan.

Faktor Risiko Terjadinya Aortic Dissection

Beberapa kondisi diketahui meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami Aortic Dissection, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Usia di atas 60 tahun.
  • Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibanding perempuan.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit aorta.
  • Merokok.
  • Kolesterol tinggi.
  • Kelainan bawaan pada pembuluh darah.
  • Penyakit jaringan ikat.
  • Riwayat aneurisma aorta.

Mengendalikan faktor risiko menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyakit ini.

Gejala Aortic Dissection yang Perlu Diwaspadai

Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat menyerupai serangan jantung.

Beberapa keluhan yang sering ditemukan meliputi:

  • Nyeri dada hebat yang muncul mendadak.
  • Nyeri terasa seperti robekan atau sobekan.
  • Nyeri menjalar ke punggung, leher, atau perut.
  • Sesak napas.
  • Pingsan.
  • Keringat dingin.
  • Denyut nadi berbeda antara lengan kanan dan kiri.
  • Sulit berbicara.
  • Kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
  • Penurunan kesadaran.

Sebagai ilustrasi, seseorang dengan riwayat hipertensi mendadak merasakan nyeri dada yang sangat hebat hingga menjalar ke punggung. Rasa nyeri muncul tanpa aktivitas berat dan disertai keringat dingin. Kondisi seperti ini memerlukan pertolongan medis darurat karena dapat menjadi tanda Aortic Dissection.

Pemeriksaan untuk Menegakkan Diagnosis

Karena merupakan keadaan darurat, pemeriksaan dilakukan secepat mungkin untuk memastikan diagnosis.

Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi:

  1. Wawancara mengenai gejala dan riwayat kesehatan.
  2. Pemeriksaan fisik.
  3. Pengukuran tekanan darah pada kedua lengan.
  4. Elektrokardiografi (EKG) untuk membedakan dengan serangan jantung.
  5. CT angiografi.
  6. Magnetic Resonance Angiography (MRA).
  7. Ekokardiografi transesofageal.
  8. Foto rontgen dada.
  9. Pemeriksaan darah sebagai penunjang.

CT angiografi merupakan salah satu pemeriksaan utama karena mampu menunjukkan lokasi dan luas robekan pada aorta.

Penanganan Aortic Dissection

Pengobatan bertujuan menghentikan perluasan robekan, menjaga aliran darah ke organ tubuh, dan mencegah pecahnya aorta.

Pilihan terapi meliputi:

  • Obat penurun tekanan darah.
  • Obat untuk menurunkan denyut jantung.
  • Obat pereda nyeri.
  • Operasi darurat pada Aortic Dissection tipe A.
  • Pemasangan stent melalui prosedur endovaskular pada kondisi tertentu.
  • Pemantauan intensif di ruang perawatan khusus.

Penanganan dilakukan sesegera mungkin karena setiap keterlambatan dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Komplikasi yang Dapat Terjadi

Aortic Dissection dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera diobati, antara lain:

  • Pecahnya aorta.
  • Syok.
  • Stroke.
  • Serangan jantung.
  • Gagal ginjal.
  • Gangguan aliran darah ke usus.
  • Kerusakan organ akibat kurangnya suplai darah.
  • Kematian.

Risiko komplikasi meningkat seiring bertambahnya luas robekan pada pembuluh darah.

Cara Mengurangi Risiko Aortic Dissection

Meskipun tidak semua kasus dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah:

  • Mengontrol tekanan darah secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan rendah garam dan rendah lemak jenuh.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara teratur sesuai kondisi kesehatan.
  • Mengontrol kadar kolesterol.
  • Menjalani pemeriksaan rutin apabila memiliki riwayat penyakit aorta.
  • Mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.

Perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko gangguan pada pembuluh darah besar.

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Aortic Dissection merupakan keadaan darurat yang tidak boleh ditunda penanganannya. Segera mencari pertolongan medis apabila mengalami:

  • Nyeri dada hebat yang muncul tiba-tiba.
  • Nyeri menjalar ke punggung atau perut.
  • Pingsan.
  • Sesak napas berat.
  • Kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh.
  • Sulit berbicara.
  • Denyut nadi yang berbeda pada kedua lengan.

Penanganan dalam waktu sesingkat mungkin dapat meningkatkan peluang keselamatan penderita.

Kesimpulan

Aortic Dissection adalah kondisi gawat darurat yang terjadi akibat robekan pada dinding aorta dan memerlukan diagnosis serta penanganan segera. Gejalanya sering menyerupai serangan jantung sehingga tidak boleh diabaikan, terutama pada seseorang dengan riwayat hipertensi atau penyakit pembuluh darah. Dengan deteksi dini, pengobatan yang cepat, serta pengendalian faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan kebiasaan merokok, peluang terjadinya komplikasi serius dapat dikurangi dan kualitas hidup penderita dapat dipertahankan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Ankyloblepharon Kelainan Kelopak Mata Sejak Lahir, Kenali Penyebabnya

Author

Related Posts