JAKARTA, incahospital.co.id – Di antara berbagai komplikasi yang bisa terjadi pada mata, endoftalmitis adalah salah satu yang paling ditakuti oleh dokter mata maupun pasien. Kondisi ini bukan sekadar infeksi mata biasa seperti konjungtivitis. Endoftalmitis adalah infeksi yang terjadi di dalam rongga bola mata itu sendiri, melibatkan cairan vitrous dan struktur penting lainnya di dalam mata, dan bisa menghancurkan penglihatan secara permanen dalam hitungan hari bahkan jam jika tidak ditangani segera dan agresif.
Memahami endoftalmitis, mengenali gejalanya, dan mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan medis adalah pengetahuan yang berpotensi menyelamatkan penglihatan.
Jenis Endoftalmitis Berdasarkan Sumbernya

Endoftalmitis dibedakan menjadi dua kategori utama berdasarkan bagaimana infeksi masuk ke dalam mata.
Endoftalmitis Eksogen
Jenis ini terjadi ketika kuman masuk dari luar ke dalam mata, menembus struktur pelindung bola mata. Penyebab paling umum adalah operasi mata, terutama operasi katarak yang merupakan salah satu operasi paling sering dilakukan di seluruh dunia. Meskipun risiko endoftalmitis pasca operasi katarak sangat kecil, sekitar nol koma satu persen, jumlah absolut kasus tetap signifikan mengingat betapa banyaknya operasi katarak yang dilakukan.
Selain operasi mata, trauma atau cedera yang menembus bola mata adalah penyebab lain yang penting. Benda asing yang menembus mata membawa kuman dari lingkungan luar langsung ke dalam mata. Suntikan intravitreal yang semakin sering dilakukan untuk berbagai kondisi retina juga bisa menjadi jalur masuk infeksi meskipun sangat jarang.
Endoftalmitis Endogen
Jenis yang lebih jarang ini terjadi ketika kuman menyebar ke dalam mata melalui aliran darah dari infeksi di bagian tubuh lain. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang dengan sistem imun yang lemah, penderita diabetes, atau mereka yang memiliki infeksi berat di tempat lain seperti endokarditis, infeksi saluran kemih berat, atau infeksi jamur sistemik. Candida albicans adalah penyebab jamur yang paling sering pada endoftalmitis endogen.
Penyebab Kuman pada Endoftalmitis
Bakteri adalah penyebab paling umum dari endoftalmitis eksogen. Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus adalah yang paling sering ditemukan. Pada endoftalmitis pasca trauma di lingkungan pertanian atau luar ruangan, bakteri yang lebih agresif dan sulit diobati seperti Bacillus cereus bisa menjadi penyebab dengan prognosis yang jauh lebih buruk.
Jamur, terutama Candida dan Aspergillus, lebih sering menjadi penyebab pada endoftalmitis endogen atau pada endoftalmitis yang terjadi setelah trauma dengan bahan organik seperti ranting pohon.
Gejala Endoftalmitis
Gejala endoftalmitis biasanya muncul dalam beberapa hari setelah operasi mata atau cedera. Dalam kasus endoftalmitis endogen, gejala bisa lebih bertahap. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Penurunan penglihatan yang cepat dan dramatis yang berbeda dari kondisi sebelumnya
- Nyeri pada mata yang intens dan tidak seperti rasa tidak nyaman biasa pasca operasi
- Kemerahan parah pada mata yang memburuk setelah sempat membaik
- Sensitivitas ekstrem terhadap cahaya
- Kelopak mata yang bengkak
- Cairan atau kotoran yang berlebihan dari mata
- Tampilan keputihan atau kekuningan di dalam mata yang terlihat melalui pupil, tanda bahwa cairan vitrous sudah terinfeksi
Diagnosis Endoftalmitis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis yang khas, pemeriksaan mata menggunakan slit lamp, dan ultrasonografi bola mata untuk melihat kondisi di dalam mata. Konfirmasi dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari dalam mata untuk dikultur di laboratorium guna mengidentifikasi kuman penyebab dan menentukan obat yang paling efektif.
Namun, penting untuk dipahami bahwa penanganan tidak boleh ditunda menunggu hasil kultur. Pengobatan dimulai segera berdasarkan gambaran klinis karena keterlambatan bisa berarti hilangnya penglihatan secara permanen.
Penanganan Endoftalmitis
Penanganan endoftalmitis harus segera dan agresif.
Suntikan Antibiotik Langsung ke Mata
Ini adalah tulang punggung penanganan endoftalmitis. Antibiotik disuntikkan langsung ke dalam rongga vitreous mata, sebuah prosedur yang disebut injeksi intravitreal. Pendekatan ini memberikan konsentrasi obat yang sangat tinggi langsung di tempat infeksi. Antibiotik yang biasa digunakan adalah vankomisin untuk bakteri gram positif dan seftazidim atau amikasim untuk bakteri gram negatif.
Vitrektomi
Pada kasus yang lebih berat, operasi vitrektomi yaitu pengangkatan cairan vitreous yang terinfeksi dan penggantinya dengan cairan steril bisa diperlukan. Prosedur ini menghilangkan sebagian besar kuman dan zat-zat toksik yang dihasilkan infeksi sekaligus memungkinkan antibiotik bekerja lebih efektif. Penelitian menunjukkan bahwa vitrektomi segera memberikan hasil penglihatan yang lebih baik pada kasus endoftalmitis yang berat dengan penglihatan yang sudah sangat menurun.
Antibiotik Sistemik
Antibiotik yang diberikan melalui infus atau diminum juga diberikan, terutama pada endoftalmitis yang berat atau yang disebabkan oleh bakteri yang sangat agresif.
Steroid
Penggunaan steroid untuk mengurangi peradangan masih menjadi perdebatan di kalangan ahli, namun beberapa dokter mata menggunakannya sebagai terapi tambahan.
Pencegahan
Pencegahan endoftalmitis pasca operasi mata sangat penting mengingat konsekuensinya yang serius. Penggunaan antibiotik tetes sebelum dan sesudah operasi, teknik operasi yang steril, dan pemberian antibiotik intravitreal di akhir operasi katarak terbukti secara bermakna mengurangi risiko komplikasi ini.
Kesimpulan
Endoftalmitis adalah komplikasi yang mengancam penglihatan dan memerlukan penanganan darurat segera. Setiap pasien yang menjalani operasi mata atau mengalami cedera mata yang menembus perlu memahami tanda-tanda peringatan ini dan tidak ragu untuk segera mencari pertolongan medis ketika gejala mencurigakan muncul.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Oklusi Arteri Retina Sentral: Gejala dan Penanganan Darurat
