JAKARTA, incahospital.co.id – Di bagian bawah otak, tersembunyi sebuah kelenjar sekecil kacang polong yang mengendalikan hampir seluruh sistem hormon tubuh manusia. Kelenjar pituitari atau hipofisis adalah pemimpin orkestra endokrin tubuh, mengeluarkan berbagai hormon yang mengatur pertumbuhan, metabolisme, fungsi reproduksi, respons terhadap stres, dan banyak fungsi vital lainnya. Ketika adenoma tumbuh di kelenjar ini, dampaknya bisa terasa di seluruh tubuh dalam berbagai bentuk yang terkadang membingungkan. Adenoma hipofisis adalah tumor jinak atau tidak ganas yang tumbuh dari sel-sel kelenjar pituitari. Meskipun jinak dan tidak menyebar ke organ lain seperti kanker, adenoma hipofisis tetap bisa menyebabkan masalah serius karena lokasinya yang sangat strategis dan kemampuannya menganggu keseimbangan hormonal tubuh. Kondisi ini lebih umum dari yang banyak orang bayangkan, dengan perkiraan satu dari beberapa ratus orang memiliki adenoma hipofisis dalam ukuran yang bervariasi.
Kelenjar Pituitari dan Fungsinya

Sebelum memahami dampak adenoma hipofisis, penting untuk mengenal apa yang dilakukan kelenjar pituitari. Terletak di dalam rongga tulang yang disebut sella turcica di dasar tengkorak, kelenjar ini memproduksi berbagai hormon penting.
Hormonpertumbuhan mengatur pertumbuhan tubuh dan metabolisme. Hormonperangsang tiroid memerintahkan kelenjartiroid untuk bekerja. Hormon adrenokortikotropik menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol. Hormon luteinisasi dan hormonperangsang folikel mengatur fungsi reproduksi. Prolaktin mendukung produksi susu pada wanita menyusui. Hormon antidiuretik mengatur keseimbangan cairan tubuh.
Ketika adenoma tumbuh di kelenjar ini, ia bisa mengganggu produksi hormon-hormon tersebut, baik dengan menghasilkan hormon secara berlebihan maupun dengan menekan produksi hormon normal.
Jenis Adenoma Hipofisis
Adenoma hipofisis diklasifikasikan berdasarkan dua kriteria utama, yaitu ukuran dan aktivitas hormon.
Berdasarkan Ukuran
Mikroadenoma adalah tumor dengan diameter kurang dari satu sentimeter. Sebaliknya, macroadenoma adalah tumor dengan diameter satu sentimeter atau lebih. Macroadenoma lebih mungkin menyebabkan gejala karena ukurannya yang lebih besar bisa menekan struktur di sekitarnya.
Berdasarkan Aktivitas Hormon
Adenoma fungsional atau sekretori adalah tumor yang aktif menghasilkan hormon. Jenis ini menyebabkan berbagai sindrom klinis tergantung hormon apa yang diproduksi berlebihan.
Adenoma non-fungsional tidak menghasilkan hormon aktif dan umumnya baru terdeteksi ketika ukurannya sudah cukup besar dan menekan struktur di sekitarnya.
Jenis Adenoma Fungsional dan Gejalanya
Prolaktinoma
Ini adalah jenis adenoma hipofisis yang paling umum. Prolaktinoma menghasilkan hormon prolaktin dalam jumlah berlebihan. Pada wanita, kondisi ini menyebabkan gangguan menstruasi atau bahkan menstruasi berhenti sama sekali, produksi ASI pada wanita yang tidak menyusui, dan ketidaksuburan. Pada pria, gejala meliputi penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, dan pembesaran jaringan payudara.
Adenoma yang Menghasilkan Hormon Pertumbuhan
Kelebihan hormon pertumbuhan pada orang dewasa menyebabkan kondisi yang disebut akromegali. Gejala khasnya adalah pembesaran bertahap pada tangan, kaki, dan wajah, terutama dagu, hidung, dan dahi. Selain itu, bisa terjadi nyeri sendi, pembesaran organ dalam, gangguan tidur karena apnea tidur, dan peningkatan risiko diabetes serta penyakit jantung.
Adenoma yang Menghasilkan ACTH
Kelebihan hormon ACTH menstimulasi kelenjar adrenal untuk memproduksi terlalu banyak kortisol, menyebabkan kondisi yang disebut penyakit Cushing. Gejalanya sangat khas meliputi penumpukan lemak di perut dan punggung atas membentuk punuk kerbau, wajah yang bulat dan merah seperti bulan purnama, kulit yang tipis dan mudah memar, otot yang melemah, serta tekanan darah tinggi dan diabetes.
Gejala Akibat Tekanan Tumor
Terlepas dari jenis hormon yang diproduksi, adenoma hipofisis yang membesar bisa menekan struktur di sekitarnya dan menyebabkan gejala tersendiri.
Saraf optik yang melewati tepat di atas kelenjar pituitari sangat rentan terhadap tekanan dari macroadenoma yang tumbuh ke atas. Tekanan ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang khas berupa hilangnya penglihatan di sisi samping atau tepi lapang pandang pada kedua mata. Selain itu, sakit kepala yang menetap, terutama di belakang atau di atas kepala, adalah gejala umum lainnya.
Jika adenoma tumbuh sangat besar dan menekan jaringan kelenjar pituitari normal, produksi hormon-hormon penting bisa berkurang, menyebabkan kekurangan hormon yang gejalanya bisa meliputi kelelahan kronis, sensitivitas terhadap dingin, penurunan libido, dan masalah kesuburan.
Diagnosis Adenoma Hipofisis
Diagnosis memerlukan kombinasi pemeriksaan darah untuk mengukur kadar berbagai hormon, dan pemeriksaan pencitraan menggunakan MRI kepala yang merupakan standar emas untuk melihat lokasi, ukuran, dan karakteristik tumor secara detail. Pemeriksaan lapang pandang mata juga sering dilakukan untuk menilai apakah ada tekanan pada saraf optik.
Pengobatan Adenoma Hipofisis
Pilihan pengobatan bergantung pada jenis tumor, ukurannya, gejala yang ditimbulkan, dan kondisi umum pasien.
Obat-obatan
Untuk prolaktinoma, obat golongan agonis dopamin seperti kabergolin sangat efektif dalam menurunkan kadar prolaktin dan mengecilkan ukuran tumor pada sebagian besar pasien. Untuk adenoma yang menghasilkan hormon pertumbuhan, analog somatostatin bisa digunakan. Keberhasilan pengobatan medis sering membuat operasi tidak diperlukan.
Operasi
Pengangkatan tumor melalui operasi, biasanya dilakukan melalui hidung menggunakan teknik endoskopi, adalah pilihan untuk tumor yang tidak merespons obat, tumor besar yang menekan saraf optik, atau ketika diagnosis perlu dikonfirmasi dengan sampel jaringan. Tingkat keberhasilan operasi sangat bergantung pada ukuran dan lokasi tumor.
Radioterapi
Terapi radiasi bisa digunakan sebagai pengobatan tambahan setelah operasi jika masih ada sisa tumor, atau sebagai alternatif bagi pasien yang tidak bisa menjalani operasi.
Kesimpulan
Adenoma hipofisis adalah kondisi yang bisa memengaruhi kualitas hidup secara signifikan, namun dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien bisa mencapai kontrol gejala yang baik dan menjalani kehidupan yang berkualitas.
Pemeriksaan rutin dan komunikasi terbuka dengan dokter spesialis endokrin atau bedah saraf adalah kunci penanganan jangka panjang yang berhasil.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Tumor Karsinoid: Gejala, Lokasi, dan Cara Pengobatannya
