JAKARTA, incahospital.co.id – Polimiositis merupakan penyakit peradangan pada otot yang menyebabkan kelemahan progresif terutama pada bagian tubuh yang dekat dengan batang tubuh seperti bahu, paha, dan pinggul. Kondisi Polimiositis termasuk dalam kelompok miositis idiopatik atau peradangan otot yang penyebab pastinya belum diketahui secara jelas. Penderita Polimiositis sering mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari seperti menaiki tangga, bangun dari posisi duduk, atau mengangkat benda di atas kepala. Meskipun Polimiositis belum dapat disembuhkan sepenuhnya, pengobatan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Data menunjukkan bahwa prevalensi polimiositis diperkirakan sekitar 1 dari 100.000 penduduk di populasi umum. Penyakit ini lebih sering menyerang wanita dengan perbandingan 2 banding 1 dibanding pria. Puncak kejadian polimiositis terjadi pada usia 40 hingga 50 tahun, meskipun dapat menyerang kelompok usia manapun. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 75 hingga 77 persen dengan pengobatan yang tepat.
Pengertian Polimiositis secara Mendalam

Polimiositis adalah salah satu jenis miositis inflamasi idiopatik yang ditandai dengan peradangan kronis pada otot rangka.
Karakteristik utama penyakit ini:
- Termasuk dalam kelompok penyakit autoimun
- Menyerang otot rangka di kedua sisi tubuh secara simetris
- Peradangan terjadi pada serat otot yang dekat dengan batang tubuh
- Berkembang secara bertahap dalam hitungan minggu hingga bulan
- Berbeda dari distrofi otot meskipun memiliki gejala serupa
- Dapat terjadi bersamaan dengan penyakit autoimun lainnya
- Memerlukan penanganan jangka panjang
Polimiositis berbeda dengan jenis miositis lainnya seperti dermatomiositis yang disertai ruam kulit atau inclusion body myositis yang berkembang lebih lambat pada pria di atas 50 tahun.
Penyebab dan Faktor Risiko Polimiositis
Penyebab pasti polimiositis hingga kini belum diketahui secara pasti oleh para ahli medis.
Mekanisme Autoimun
Proses yang diduga terjadi dalam tubuh:
- Sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan otot sehat
- Limfosit T sitotoksik dan makrofag teraktivasi secara abnormal
- Antibodi yang seharusnya melawan benda asing justru menyerang otot
- Proses inflamasi menyebabkan kerusakan serat otot
- Rhabdomyolysis atau penghancuran jaringan otot dapat terjadi
- Peradangan kronis mengakibatkan kelemahan progresif
Faktor Risiko
Kondisi yang meningkatkan kemungkinan terkena polimiositis:
- Jenis kelamin wanita memiliki risiko dua kali lebih tinggi
- Usia antara 40 hingga 50 tahun menjadi puncak kejadian
- Ras kulit hitam lebih sering terkena dibanding kulit putih
- Riwayat keluarga dengan penyakit autoimun
- Menderita penyakit autoimun lain seperti lupus atau rheumatoid arthritis
- Memiliki sindrom Sjogren atau skleroderma
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang memicu reaksi imun
Gejala Polimiositis yang Perlu Diwaspadai
Gejala polimiositis berkembang secara bertahap dan dapat mempengaruhi berbagai fungsi tubuh.
GejalaUtamapadaOtot
Keluhan yang paling sering dirasakan:
- Kelemahan otot di kedua sisi tubuh secara simetris
- Nyeri otot yang terasa pegal dan tidak nyaman
- Otot terasa kaku terutama di pagi hari
- Bengkak pada area otot yang mengalami peradangan
- Kelemahan dimulai dari bagian tengah tubuh lalu menyebar
- Kesulitan mengangkat lengan di atas kepala
- Sulit bangun dari posisi duduk atau berbaring
Gejala pada Aktivitas Sehari-hari
Dampak pada kemampuan beraktivitas:
- Kesulitan menaiki atau menuruni tangga
- Sulit berjalan jarak jauh tanpa kelelahan
- Tidak mampu mengangkat benda berat
- Kesulitan menyisir rambut atau menggapai benda tinggi
- Sulit berdiri dari posisi jongkok
- Membutuhkan bantuan untuk berpakaian
Gejala Sistemik
Keluhan yang mempengaruhi sistem tubuh lain:
- Disfagia atau kesulitan menelan makanan
- Disfonia atau perubahan suara menjadi serak
- Sesak napas jika otot pernapasan terpengaruh
- Detak jantung tidak teratur pada kasus tertentu
- Fenomena Raynaud dengan jari tangan pucat dan dingin
- Nyeri sendi yang menyertai kelemahan otot
- Kelelahan tubuh secara menyeluruh
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Demam ringan pada beberapa penderita
Diagnosis Polimiositis
Proses diagnosis memerlukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.
Pemeriksaan Fisik
Evaluasi awal oleh dokter:
- Penilaian kekuatan otot di berbagai bagian tubuh
- Pemeriksaan refleks dan koordinasi gerakan
- Evaluasi kemampuan menelan dan berbicara
- Pencarian tanda-tanda peradangan pada kulit
- Pemeriksaan persendian untuk menilai kekakuan
- Pengecekan riwayat kesehatan dan keluarga
Tes Laboratorium Darah
Pemeriksaan darah yang diperlukan:
- Kadar enzim creatine kinase atau CPK yang meningkat
- Enzim aldolase sebagai penanda kerusakan otot
- Pemeriksaan autoantibodi spesifik seperti anti-Jo-1
- Antibodi anti-SRP yang menunjukkan prognosis kurang baik
- Antibodi anti-Mi-2 yang lebih umum pada dermatomiositis
- Tes ANA atau antinuclear antibody
- Laju endap darah untuk menilai peradangan
Pemeriksaan Elektromiografi
Prosedur EMG meliputi:
- Pemasangan jarum elektroda tipis ke dalam otot
- Pengukuran aktivitas listrik saat otot berkontraksi dan relaksasi
- Deteksi pola abnormal yang khas pada miositis
- Membantu membedakan dari gangguan saraf
- Menentukan otot mana yang paling terpengaruh
Pencitraan MRI
Manfaat pemindaian MRI:
- Melihat tanda-tanda peradangan pada jaringan otot
- Menentukan lokasi dan luas area yang terkena
- Membantu menentukan lokasi biopsi yang tepat
- Memantau respons terhadap pengobatan
- Mendeteksi edema pada otot yang meradang
Biopsi Otot
Prosedur pengambilan sampel jaringan:
- Pengambilan potongan kecil jaringan otot melalui pembedahan minor
- Pemeriksaan mikroskopis untuk menemukan sel inflamasi
- Deteksi infiltrasi limfosit T pada serat otot
- Identifikasi kerusakan atau nekrosis serat otot
- Menyingkirkan kemungkinan penyakit otot lainnya
Komplikasi Polimiositis
Tanpa penanganan yang tepat, polimiositis dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius.
Komplikasi pada Sistem Pernapasan
Masalah yang dapat terjadi pada paru-paru:
- Penyakit paru interstisial atau fibrosis paru
- Pneumonia aspirasi akibat kesulitan menelan
- Kelemahan otot pernapasan yang mengancam nyawa
- Sesak napas progresif yang membatasi aktivitas
- Risiko gagal napas pada kasus berat
Komplikasi Kardiovaskular
Gangguan pada jantung dan pembuluh darah:
- Miokarditis atau peradangan otot jantung
- Aritmia atau gangguan irama jantung
- Perikarditis atau peradangan selaput jantung
- Gagal jantung pada kasus yang parah
- Risiko trombosis vena dalam meningkat 6 hingga 7 kali lipat
- Emboli paru sebagai komplikasi pembekuan darah
Komplikasi Lainnya
Masalah kesehatan tambahan:
- Disfagia berat yang memerlukan selang makan
- Risiko osteoporosis meningkat 3 kali lipat
- Kerusakan otot permanen jika terlambat ditangani
- Kalsinosis atau penumpukan kalsite pada jaringan
- Peningkatan risiko keganasan terutama pada dermatomiositis
- Infeksi akibat pengobatan imunosupresan
Pengobatan Polimiositis
Belum ada obat yang dapat menyembuhkan polimiositis secara total, namun berbagai terapi dapat mengendalikan gejala.
Terapi Kortikosteroid
Pengobatan lini pertama:
- Prednison atau metilprednisolon sebagai obat utama
- Dosis awal tinggi sekitar 1 mg per kg berat badan per hari
- Dosis diturunkan secara bertahap setelah kondisi membaik
- Tidak boleh dihentikan secara mendadak
- Pemantauan rutin untuk efek samping diperlukan
- Efek samping jangka panjang termasuk osteoporosis dan diabetes
- Sekitar 50 hingga 70 persen pasien merespons baik terhadap steroid
Obat Imunosupresan
Terapi pendamping atau alternatif:
- Azathioprine untuk menekan sistem imun berlebihan
- Methotrexate sebagai pilihan lain yang efektif
- Cyclosporine untuk kasus yang tidak merespons obat lain
- Tacrolimus terutama untuk keterlibatan paru
- Mycophenolate mofetil sebagai alternatif newer
- Obat ini membantu menurunkan dosis steroid
- Memerlukan pemantauan fungsi hati dan ginjal
Terapi Biologis dan IVIG
Pengobatan untuk kasus refrakter:
- Intravenous immunoglobulin atau IVIG untuk kasus berat
- Rituximab sebagai terapi biologis yang menjanjikan
- Diberikan jika tidak merespons terapi konvensional
- Membantu pada kasus dengan keterlibatan esofagus
- Biaya pengobatan relatif lebih tinggi
- Memerlukan evaluasi ketat dari dokter spesialis
Fisioterapi
Program rehabilitasi yang penting:
- Latihan penguatan otot secara bertahap
- Peregangan untuk mengurangi kekakuan
- Latihan aerobik ringan sesuai kemampuan
- Program dilakukan saat gejala tidak sedang kambuh
- Membantu mempertahankan fungsi otot yang tersisa
- Meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari
- Pencegahan kontraktur atau pemendekan otot
Terapi Pendukung Lainnya
Penanganan tambahan yang diperlukan:
- Terapi wicara untuk masalah menelan dan berbicara
- Terapi okupasi untuk aktivitas sehari-hari
- Kompres hangat untuk meredakan nyeri otot
- Penggunaan alat bantu seperti brace atau korset
- Konseling nutrisi untuk menjaga asupan gizi
- Dukungan psikologis untuk mengatasi dampak emosional
Prognosis dan Harapan Hidup
Prospek penderita polimiositis bervariasi tergantung berbagai faktor.
Angka Kelangsungan Hidup
Data statistik penting:
- Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sekitar 75 hingga 77 persen
- Tingkat kelangsungan hidup 10 tahun sekitar 55 hingga 62 persen
- Lebih dari 95 persen penderita bertahan lebih dari 5 tahun dengan pengobatan
- Angka kematian terkait penyakit sekitar 10 persen
- Mayoritas kematian disebabkan kanker dan komplikasi paru
- Prognosis membaik signifikan dengan pengobatan kortikosteroid
Faktor yang Mempengaruhi Prognosis
Kondisi yang menentukan hasil pengobatan:
- Usia lanjut memiliki prognosis lebih buruk
- Keterlibatan paru atau jantung memperburuk prognosis
- Adanya antibodi anti-SRP menandakan respons terapi kurang baik
- Keganasan yang menyertai menurunkan harapan hidup
- Keterlambatan diagnosis dan pengobatan memperburuk hasil
- Disfagia berat meningkatkan risiko komplikasi
- Respons baik terhadap steroid menandakan prognosis lebih baik
Perjalanan Penyakit
Pola yang umum terjadi:
- Sekitar 20 persen penderita mencapai remisi penuh
- Sekitar 80 persen mengalami perjalanan penyakit kronik atau berulang
- Beberapa penderita hanya mengalami satu episode akut seumur hidup
- Flare atau kekambuhan dapat terjadi kapan saja
- Pemantauan jangka panjang diperlukan seumur hidup
Tips Menjalani Hidup dengan Polimiositis
Penderita dapat meningkatkan kualitas hidup dengan berbagai penyesuaian.
Manajemen Gaya Hidup
Perubahan yang dapat membantu:
- Istirahat cukup namun tetap aktif sesuai kemampuan
- Hindari aktivitas yang terlalu melelahkan otot
- Kelola stres yang dapat memicu kekambuhan
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Jaga berat badan ideal untuk mengurangi beban otot
- Hindari paparan sinar matahari berlebihan
- Berhenti merokok jika masih merokok
Kepatuhan Pengobatan
Hal penting dalam terapi:
- Minum obat sesuai jadwal dan dosis yang ditentukan
- Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi dokter
- Laporkan efek samping yang dirasakan
- Kontrol rutin sesuai jadwal yang diberikan
- Lakukan pemeriksaan laboratorium berkala
- Simpan catatan gejala dan respons terhadap obat
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri jika mengalami tanda-tanda berikut.
Kondisi yang memerlukan penanganan medis:
- Kelemahan otot yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya
- Kesulitan menelan yang semakin memburuk
- Sesak napas yang tidak biasa
- Nyeri otot persisten tanpa sebab jelas
- Kesulitan melakukan aktivitas dasar seperti berdiri atau berjalan
- Gejala yang sudah ada semakin memburuk
- Demam yang menyertai kelemahan otot
- Memiliki riwayat penyakit autoimun sebelumnya
Kesimpulan
Polimiositis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan kelemahan pada otot rangka terutama di bagian tubuh yang dekat dengan batang tubuh seperti bahu, paha, dan pinggul. Meskipun belum dapat disembuhkan secara total, pengobatan dengan kortikosteroid dan imunosupresan dapat mengendalikan gejala dan mencegah kerusakan otot lebih lanjut pada sebagian besar penderita. Diagnosis dini sangat penting karena keterlambatan penanganan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan pernapasan dan jantung. Dengan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun mencapai 75 hingga 77 persen, penderita polimiositis dapat menjalani hidup produktif dengan pengobatan yang tepat, fisioterapi rutin, dan pemantauan kesehatan jangka panjang oleh dokter spesialis.
Baca Juga Konten dengan Artikel Terkait Tentang: Kesehatan
Baca juga artikel lainnya: Sarcopenia Penyebab Otot Melemah di Usia Lanjut dan Solusinya
