0 Comments

JAKARTA, incahospital.co.id – Kehamilan merupakan momen membahagiakan yang juga memerlukan kewaspadaan terhadap berbagai kondisi medis. However, salah satu kondisi yang patut diwaspadai yaitu plasenta previa. Kondisi ini terjadi ketika plasenta tumbuh di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Moreover, plasenta previa menjadi salah satu penyebab utama perdarahan hebat selama kehamilan yang bisa membahayakan nyawa ibu dan janin.

Additionally, angka kejadian plasenta previa secara global diperkirakan sekitar 5 dari setiap 1.000 kehamilan. Furthermore, dalam beberapa dekade terakhir, jumlah kasus terus meningkat seiring dengan meningkatnya angka persalinan melalui operasi caesar. Therefore, memahami gejala, penyebab, dan cara penanganan plasenta previa sangat penting bagi setiap calon ibu dan keluarganya.

Memahami Apa Itu Plasenta Previa dan Cara Kerjanya

Plasenta Previa

Plasenta atau ari-ari yaitu organ sementara yang terbentuk di dalam rahim selama kehamilan. Moreover, organ ini mulai terbentuk sekitar 7 hingga 10 hari setelah pembuahan sel telur. Furthermore, plasenta menempel pada dinding rahim dan berperan sebagai penghubung antara ibu dan janin melalui tali pusar.

Dalam kondisi normal, plasenta berada di bagian atas atau depan rahim. However, pada plasenta previa, organ ini justru tumbuh di bagian bawah rahim. Also, posisi ini menyebabkan plasenta menutupi serviks atau mulut rahim yang seharusnya terbuka saat persalinan berlangsung.

In addition, pada awal kehamilan, sangat wajar jika plasenta berada di bagian bawah rahim. Seiring dengan membesarnya rahim, plasenta biasanya ikut bergerak naik melalui proses yang disebut trofotropisme. Furthermore, plasenta cenderung tumbuh ke arah bagian rahim yang lebih kaya oksigen di posisi atas. Therefore, memasuki trimester ketiga, plasenta seharusnya sudah tidak lagi berada di bagian bawah rahim. As a result, jika plasenta tetap berada di posisi bawah hingga mendekati waktu persalinan, kondisi ini dinyatakan sebagai plasenta previa.

Jenis Plasenta Previa Berdasarkan Posisi dan Tingkat Keparahan

Plasenta previa dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan seberapa banyak plasenta menutupi mulut rahim. Moreover, setiap jenis memiliki tingkat risiko dan cara penanganan yang berbeda. Furthermore, mengetahui jenis plasenta previa membantu dokter menentukan rencana persalinan yang paling aman.

Berikut jenis plasenta previa yang perlu diketahui:

  • Plasenta previa totalis atau komplit yaitu kondisi di mana plasenta menutupi seluruh mulut rahim sehingga jalan lahir tertutup sepenuhnya
  • Plasenta previa parsial yaitu kondisi di mana plasenta hanya menutupi sebagian mulut rahim dan tetap memerlukan penanganan khusus
  • Plasenta previa marginalis yaitu kondisi di mana plasenta berada di tepi mulut rahim tanpa menutupinya secara langsung
  • Plasenta letak rendah yaitu kondisi di mana plasenta berada di dekat mulut rahim dalam jarak kurang dari 20 milimeter tanpa menutupi

Also, plasenta previa totalis memiliki risiko tertinggi dan sangat kecil kemungkinannya untuk membaik sendiri. Furthermore, plasenta previa marginalis dan letak rendah masih memiliki peluang untuk bergerak naik seiring pertumbuhan rahim. Therefore, pemantauan rutin melalui pemeriksaan sangat penting untuk mengamati perubahan posisi plasenta selama kehamilan berlangsung.

Gejala Plasenta Previa yang Harus Segera Diwaspadai

Gejala paling khas dari plasenta previa yaitu perdarahan dari vagina yang terjadi tanpa disertai rasa nyeri. Moreover, perdarahan ini biasanya muncul setelah usia kehamilan melewati 20 minggu. Furthermore, sebagian kasus plasenta previa justru tidak menimbulkan gejala sama sekali dan baru ditemukan saat pemeriksaan rutin.

Berikut tanda dan gejala plasenta previa yang perlu dikenali:

  1. Perdarahan vagina berwarna merah segar yang muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas
  2. Perdarahan terjadi tanpa disertai rasa nyeri atau kram pada perut yang membedakannya dari gangguan plasenta lainnya
  3. Volume perdarahan sangat bervariasi mulai dari bercak ringan hingga perdarahan hebat yang mengancam nyawa
  4. Perdarahan bisa berhenti dengan sendirinya tetapi kemudian muncul kembali di waktu yang tidak dapat diprediksi
  5. Kontraksi ringan atau sensasi tekanan di area panggul dan punggung bawah pada beberapa kasus
  6. Posisi janin yang tidak normal seperti melintang atau sungsang karena plasenta menghalangi posisi kepala turun

Additionally, perdarahan kadang dipicu oleh hubungan seksual atau aktivitas fisik tertentu. However, perdarahan juga bisa terjadi secara spontan tanpa pemicu yang jelas. Therefore, setiap perdarahan vagina pada trimester kedua atau ketiga kehamilan harus segera ditangani oleh tenaga medis. As a result, jangan pernah menunda kunjungan ke rumah sakit jika mengalami perdarahan selama kehamilan.

Penyebab dan Siapa yang Berisiko Mengalami Plasenta Previa

Penyebab pasti plasenta previa belum diketahui secara jelas oleh dunia medis. However, beberapa kondisi diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ini. Moreover, penelitian terbaru tahun 2025 dari Universitas Paracelsus mengonfirmasi bahwa riwayat operasi caesar menjadi faktor risiko utama plasenta previa.

Dalam penelitian tersebut, sekitar 23,9 persen perempuan dengan plasenta previa memiliki riwayat persalinan caesar sebelumnya. Furthermore, penelitian lain dari berbagai negara menunjukkan bahwa 30 hingga 65 persen kasus plasenta previa terjadi pada perempuan dengan riwayat operasi caesar.

In addition, berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko plasenta previa:

  • Riwayat operasi caesar atau pembedahan rahim sebelumnya yang meninggalkan bekas luka pada dinding rahim
  • Usia ibu hamil di atas 35 tahun yang membuat jaringan rahim mengalami perubahan
  • Kehamilan kembar yang membutuhkan plasenta lebih besar sehingga lebih mungkin menjangkau bagian bawah rahim
  • Kebiasaan merokok selama kehamilan yang memengaruhi pertumbuhan dan perlekatan plasenta
  • Riwayat plasenta previa pada kehamilan sebelumnya dengan tingkat kekambuhan mencapai 66,6 persen menurut penelitian tahun 2025
  • Jumlah kehamilan yang banyak atau multigravida yang meningkatkan risiko secara signifikan
  • Riwayat kuret atau prosedur rahim lainnya yang menyebabkan kerusakan pada lapisan dinding rahim

For example, di Tiongkok, angka kejadian plasenta previa meningkat dari 1,25 persen menjadi 4,12 persen setelah kebijakan dua anak diterapkan. Therefore, peningkatan jumlah kehamilan dan operasi caesar secara langsung berdampak pada naiknya kasus plasenta previa di seluruh dunia.

Metode Pemeriksaan dan Cara Mendiagnosis Plasenta Previa

Diagnosis plasenta previa umumnya dilakukan melalui pemeriksaan pencitraan yang aman bagi ibu dan janin. Moreover, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat penting untuk mempersiapkan rencana persalinan yang tepat. Furthermore, setiap ibu hamil yang mengalami perdarahan setelah usia kehamilan 20 minggu perlu diperiksa untuk kemungkinan plasenta previa.

Pemeriksaan pertama yang dilakukan yaitu USG transabdominal yang menempelkan alat periksa pada dinding perut. Also, metode ini sering dilakukan saat pemeriksaan rutin kehamilan pada trimester kedua sekitar usia 18 hingga 20 minggu. However, jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecurigaan plasenta letak rendah, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan.

USG transvaginal menjadi metode paling akurat untuk menentukan posisi plasenta terhadap mulut rahim. Furthermore, pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam vagina untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan detail. Also, metode ini tergolong aman dan tidak meningkatkan risiko perdarahan.

In addition, jika kondisi dicurigai pada usia kehamilan 32 minggu, dokter akan melakukan pemeriksaan ulang. Therefore, pemeriksaan tambahan di sekitar minggu ke-36 akan membantu dokter memutuskan cara persalinan yang paling aman. Additionally, MRI atau pencitraan resonansi magnetik bisa digunakan untuk melihat posisi plasenta dengan lebih jelas pada kasus yang rumit. As a result, kombinasi berbagai metode pemeriksaan memastikan diagnosis yang tepat dan rencana persalinan yang aman.

Penanganan Plasenta Previa Sesuai Tingkat Keparahan

Penanganan plasenta previa sangat bergantung pada kondisi ibu dan janin, usia kehamilan, serta tingkat perdarahan yang terjadi. Moreover, tujuan utama penanganan yaitu mencegah perdarahan sekaligus memastikan keselamatan ibu dan bayi. Furthermore, dokter akan berusaha mempertahankan kehamilan selama kondisi memungkinkan.

Jika perdarahan ringan dan kehamilan belum cukup bulan, dokter akan menganjurkan beberapa langkah perawatan. Pertama, istirahat total dan menghindari aktivitas fisik yang berat. Kedua, tidak melakukan hubungan seksual selama sisa kehamilan. Ketiga, tidak menggunakan tampon atau melakukan pembersihan vagina dengan cara tertentu.

However, jika perdarahan cukup berat, ibu hamil perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pengawasan ketat. For example, dokter bisa memberikan transfusi darah jika terjadi anemia akibat kehilangan darah. Also, obat untuk mencegah kontraksi dini diberikan agar persalinan tidak terjadi sebelum waktunya. Furthermore, suntikan obat untuk mematangkan paru janin diberikan jika ada risiko kelahiran sebelum 36 minggu.

In addition, pada kasus plasenta previa, persalinan hampir selalu dilakukan melalui operasi caesar. Moreover, waktu terbaik untuk melahirkan yaitu setelah usia kehamilan melewati 36 minggu jika kondisi memungkinkan. Therefore, persalinan normal sangat tidak disarankan karena berisiko menyebabkan perdarahan yang sangat banyak dan sulit diatasi.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi dan Cara Pencegahan

Plasenta previa bisa menimbulkan komplikasi serius baik bagi ibu maupun janin jika tidak ditangani dengan tepat. Moreover, memahami risiko komplikasi akan membantu ibu dan keluarga untuk lebih waspada. Furthermore, penelitian tahun 2025 menunjukkan bahwa bayi dari ibu dengan plasenta previa memiliki berat lahir rata-rata lebih rendah dibandingkan kehamilan normal.

Komplikasi pada ibu meliputi perdarahan hebat yang bisa menyebabkan syok, penggumpalan darah akibat terlalu lama berbaring, dan peningkatan risiko plasenta akreta pada kehamilan berikutnya. Also, perdarahan yang tidak terkendali pada kasus terparah bisa mengharuskan pengangkatan rahim untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Komplikasi pada janin meliputi kelahiran sebelum waktunya, berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan, dan kekurangan oksigen selama proses persalinan. Furthermore, bayi yang lahir dari ibu dengan plasenta previa lebih sering memerlukan perawatan di ruang intensif bayi baru lahir.

Additionally, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah plasentaprevia karena penyebabnya belum sepenuhnya diketahui. However, beberapa langkah bisa membantu mengurangi risikonya:

  • Menghindari merokok dan penggunaan zat berbahaya selama kehamilan
  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan dokter
  • Mendiskusikan riwayat kesehatan rahim dan persalinan sebelumnya dengan dokter
  • Menjaga berat badan ideal selama kehamilan sesuai panduan medis

Therefore, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin tetap menjadi langkah terbaik untuk mengelola plasenta previa dan memastikan kehamilan yang lebih aman.

Kesimpulan

Plasenta previa merupakan komplikasi kehamilan serius di mana plasenta tumbuh di bagian bawah rahim dan menutupi jalan lahir. Kondisi ini ditandai dengan perdarahan tanpa rasa nyeri yang biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Moreover, riwayat operasi caesar menjadi faktor risiko utama dengan kontribusi 30 hingga 65 persen dari seluruh kasus. Furthermore, angka kejadian plasentaprevia terus meningkat secara global seiring dengan meningkatnya angka persalinan caesar. Additionally, penanganan yang tepat meliputi pengawasan ketat, istirahat total, dan persalinan melalui operasi caesar pada waktu yang ditentukan dokter. Therefore, setiap ibu hamil yang mengalami perdarahan vagina pada trimester kedua atau ketiga harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat demi keselamatan ibu dan bayi.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Abses Paru Penyebab Gejala dan Cara Pengobatan Tepat

Author

Related Posts