JAKARTA, incahospital.co.id – Osteomielitis adalah penyakit tulang yang disebabkan oleh kuman. Kuman yang paling sering menyerang adalah bakteri. Moreover, jamur dan mikobakteri juga bisa jadi penyebabnya meski lebih jarang. Penyakit ini membuat tulang meradang dan rusak jika tidak segera ditangani.
Furthermore, istilah osteomielitis pertama kali dipakai oleh Nelaton pada tahun 1844. Kata ini berasal dari bahasa Yunani. Osteon berarti tulang. Myelos berarti sumsum. Itis berarti radang. Jadi, osteomielitis berarti radang pada tulang dan sumsumnya.
In addition, osteomielitis bisa menyerang siapa saja di segala usia. However, penyakit ini lebih sering terjadi pada anak kecil di bawah 5 tahun dan orang lanjut usia. Also, penderita kencing manis, orang dengan daya tahan tubuh lemah, dan mereka yang baru menjalani operasi tulang lebih berisiko tinggi. Therefore, osteomielitis adalah penyakit serius yang butuh perhatian dan penanganan cepat.
Jenis-jenis Osteomielitis Berdasarkan Kondisinya

First, osteomielitis dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara terjadinya dan lamanya penyakit. Moreover, setiap jenis punya ciri dan penanganan yang berbeda.
Furthermore, berikut jenis-jenis osteomielitis yang perlu diketahui:
- Osteomielitis akut: Terjadi secara tiba-tiba dalam hitungan hari sampai minggu. Gejalanya terasa cepat dan berat. Also, jenis ini paling sering terjadi pada anak-anak
- Osteomielitis kronis: Berlangsung lama, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Moreover, biasanya terjadi karena osteomielitis akut yang tidak ditangani dengan baik. Jenis ini lebih sulit diobati dan sering kambuh
- Osteomielitis lewat aliran darah: Kuman masuk ke tulang lewat aliran darah dari bagian tubuh lain yang terinfeksi. For example, infeksi di kulit atau saluran kemih bisa menyebar ke tulang lewat darah
- Osteomielitis akibat cedera langsung: Kuman masuk ke tulang lewat luka terbuka, patah tulang terbuka, atau operasi tulang. Sekitar 80 persen kasus osteomielitis terjadi lewat luka terbuka
- Osteomielitis tulang belakang: Jenis ini menyerang tulang belakang dan paling sering terjadi pada orang dewasa di atas 50 tahun. Furthermore, angka kejadiannya sekitar 2,4 per 100.000 penduduk per tahun
Therefore, mengetahui jenis osteomielitis yang diderita sangat penting untuk menentukan cara perawatan yang tepat.
Penyebab dan Hal yang Meningkatkan Risiko Osteomielitis
First, bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab paling umum osteomielitis. Moreover, bakteri ini hidup di kulit orang sehat tanpa menimbulkan masalah. However, saat bakteri ini masuk ke tulang, penyakit serius bisa terjadi.
Furthermore, berikut cara kuman bisa masuk ke tulang:
- Lewat aliran darah: Kuman dari bagian tubuh lain berpindah ke tulang lewat darah. Ini sering terjadi pada anak-anak
- Lewat luka terbuka: Patah tulang terbuka, luka tusuk dalam, atau gigitan binatang bisa jadi pintu masuk kuman
- Lewat operasi: Pemasangan pen tulang, penggantian sendi, atau operasi tulang lainnya bisa membawa kuman ke dalam tulang
- Lewat alat medis: Selang infus, kateter, atau alat cuci darah bisa jadi jalur masuk kuman ke tubuh dan akhirnya ke tulang
In addition, beberapa kondisi membuat seseorang lebih mudah terkena osteomielitis:
- Penyakit kencing manis, terutama jika menyebabkan luka di kaki yang sulit sembuh
- Daya tahan tubuh yang lemah akibat penyakit tertentu atau obat penekan daya tahan
- Pemakai narkoba suntik
- Penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah
- Cedera tulang atau sendi baru-baru ini
- Gangguan peredaran darah tepi
- Kebiasaan merokok yang mengurangi aliran darah ke tulang
- Kekurangan gizi yang parah
Therefore, orang dengan kondisi di atas perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda awal penyakit tulang ini.
Gejala Osteomielitis yang Perlu Diwaspadai
First, gejala osteomielitis bisa berbeda tergantung jenisnya akut atau kronis. Moreover, pada orang dewasa, gejala kadang sulit dikenali. Maka penting untuk peka terhadap tanda-tanda awal.
Furthermore, berikut gejala osteomielitis akut:
- Nyeri hebat pada satu bagian tulang yang terasa makin parah saat digerakkan
- Bengkak, kemerahan, dan rasa hangat di area yang terinfeksi
- Demam dan menggigil
- Tubuh terasa sangat lelah dan tidak bertenaga
- Mual dan perasaan tidak enak badan secara umum
- Nanah yang keluar dari luka di dekat area tulang yang terinfeksi
Also, berikut gejala osteomielitis kronis:
- Nyeri tulang yang hilang timbul selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan
- Luka yang tidak kunjung sembuh di dekat tulang yang terinfeksi
- Nanah yang terus keluar dari saluran kecil di kulit (sinus tract)
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Demam ringan yang datang dan pergi
In addition, pada osteomielitis tulang belakang, gejala utamanya adalah nyeri punggung yang makin berat. Also, nyeri ini bisa menyebar ke perut, pinggul, atau kaki. However, demam jarang terjadi pada jenis ini sehingga sering terlewatkan. Therefore, segera periksa ke dokter jika merasakan nyeri tulang yang tidak kunjung reda, terutama setelah cedera atau operasi.
Cara Dokter Mendiagnosis Osteomielitis
First, mendiagnosis osteomielitis butuh beberapa tahap pemeriksaan. Moreover, tidak ada satu pemeriksaan tunggal yang bisa pastikan penyakit ini. Dokter perlu gabungkan beberapa hasil pemeriksaan.
Furthermore, berikut langkah-langkah yang biasa dilakukan dokter:
- Pemeriksaan fisik: Dokter periksa area yang sakit. Mereka cari tanda bengkak, kemerahan, nyeri tekan, dan nanah. Also, jika ada luka terbuka dan tulang terlihat atau bisa disentuh lewat luka, kemungkinan osteomielitis sangat tinggi
- Pemeriksaan darah: Dokter periksa beberapa hal dalam darah. Laju endap darah (LED) dan C-reactive protein (CRP) biasanya naik saat ada radang. Moreover, sel darah putih juga bisa naik. However, hasil normal tidak berarti osteomielitis bisa disingkirkan
- Foto rontgen biasa: Ini pemeriksaan gambar pertama yang dilakukan. However, foto rontgen kurang peka pada tahap awal. Kerusakan tulang baru terlihat setelah 50 hingga 75 persen tulang sudah rusak
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): MRI jauh lebih peka dari foto rontgen biasa. Pemeriksaan ini bisa tunjukkan area tulang yang mati dan luasnya penyakit. Furthermore, MRI adalah pemeriksaan gambar terbaik untuk osteomielitis
- CT Scan: Berguna untuk lihat kerusakan tulang secara rinci. Also, CT scan membantu dokter merencanakan operasi jika diperlukan
- Pengambilan contoh tulang: Ini adalah pemeriksaan paling pasti. Dokter ambil sedikit jaringan tulang lewat jarum atau operasi kecil. Contoh ini lalu diperiksa di laboratorium untuk cari kuman penyebab
As a result, gabungan pemeriksaan di atas membantu dokter tentukan jenis kuman penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Therefore, diagnosis yang tepat sangat penting agar perawatan bisa dimulai segera.
Cara MengobatiOsteomielitis
First, perawatan osteomielitis biasanya butuh waktu lama dan melibatkan beberapa jenis tindakan. Moreover, cara perawatan bergantung pada jenis osteomielitis, kuman penyebab, dan kondisi tubuh pasien.
Furthermore, berikut pilihan perawatan utama untuk osteomielitis:
- Obat pembunuh bakteri (antibiotik): Ini adalah perawatan utama. Antibiotik diberikan lewat infus selama 4 hingga 8 minggu. Setelah itu, pasien mungkin perlu minum antibiotik lewat mulut selama beberapa minggu atau bulan lagi. Also, jenis antibiotik dipilih berdasarkan hasil pemeriksaan kuman dari contoh tulang
- Obat pembunuh jamur: Jika penyebabnya jamur, dokter beri obat khusus lewat infus atau mulut. Moreover, perawatan jamur biasanya butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan
- Obat pereda nyeri: Obat anti radang bisa diberikan untuk kurangi rasa sakit dan bengkak
- Pembedahan debridemen: Dokter bedah mengangkat jaringan tulang yang mati dan terinfeksi. Furthermore, ini sering diperlukan pada osteomielitis kronis atau yang sudah parah
- Pembedahan untuk isi ruang kosong: Setelah tulang mati diangkat, ruang kosong perlu diisi. Dokter bisa pakai cangkok tulang atau bahan khusus untuk isi ruang tersebut
- Alat bantu penyembuhan luka: Alat vakum khusus bisa dipasang pada luka besar setelah operasi. Also, alat ini membantu percepat penyembuhan luka
In addition, pada kasus yang sangat berat dan tidak bisa diobati, potong bagian tubuh (amputasi) mungkin diperlukan. However, ini adalah pilihan terakhir jika semua cara lain sudah gagal. Therefore, penanganan dini dan tepat sangat penting untuk hindari keadaan yang paling buruk.
Risiko Bahaya Jika Osteomielitis Tidak Ditangani
First, osteomielitis yang tidak ditangani bisa menyebabkan masalah serius yang mengancam nyawa. Moreover, makin lama penyakit ini dibiarkan, makin sulit untuk disembuhkan.
Furthermore, berikut bahaya yang bisa terjadi jika osteomielitis tidak segera ditangani:
- Kematian tulang: Jika aliran darah ke tulang terhenti akibat penyakit, tulang bisa mati dan hancur. Bagian tulang yang mati harus diangkat lewat operasi
- Patah tulang: Tulang yang terinfeksi jadi lemah dan mudah patah. Also, patah tulang ini sulit sembuh karena tulangnya sudah rusak
- Radang sendi akibat kuman: Penyakit bisa menyebar dari tulang ke sendi terdekat. Sendi jadi bengkak, nyeri, dan panas
- Keracunan darah (sepsis): Kuman bisa masuk ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ini adalah kondisi darurat yang bisa mengancam nyawa
- Gangguan pertumbuhan pada anak: Pada anak yang masih tumbuh, osteomielitis bisa rusak area pertumbuhan tulang. As a result, tulang bisa tumbuh tidak normal
- Kanker kulit: Pada kasus yang sangat jarang dan berlangsung sangat lama, osteomielitis kronis bisa picu kanker kulit jenis sel skuamosa di area luka
Therefore, semua bahaya di atas bisa dicegah dengan penanganan yang cepat dan tepat sejak awal.
Cara MencegahOsteomielitis dan Menjaga Kesehatan Tulang
First, meski tidak semua kasus osteomielitis bisa dicegah, ada beberapa langkah untuk kurangi risikonya. Moreover, menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh secara umum sangat membantu.
Furthermore, berikut langkah-langkah untuk cegah osteomielitis:
- Bersihkan setiap luka dengan baik. Bilas luka terbuka dengan air bersih selama lima menit sebelum ditutup. Segera ke dokter untuk luka yang dalam atau berat
- Jaga kadar gula darah bagi penderita kencing manis. Gula darah tinggi memperlambat penyembuhan luka dan melemahkan daya tahan tubuh
- Jangan merokok. Merokok mengurangi aliran darah ke tulang dan memperlambat penyembuhan
- Ikuti semua petunjuk dokter setelah operasi tulang atau sendi. Jaga kebersihan luka operasi dengan ketat
- Periksa kaki setiap hari bagi penderita kencing manis dan gangguan saraf tepi. Segera obati luka kecil sebelum jadi besar
- Jaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, cukup tidur, dan olahraga teratur
- Segera ke dokter jika ada tanda-tanda penyakit tulang seperti nyeri yang tidak reda, bengkak, demam, atau nanah dari luka
As a result, langkah-langkah sederhana ini bisa membuat perbedaan besar dalam mencegah osteomielitis. Therefore, lebih baik mencegah daripada mengobati, terutama untuk penyakit tulang seserius osteomielitis.
Kesimpulan
In conclusion, osteomielitis adalah penyakit tulang serius yang disebabkan oleh kuman. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tapi lebih sering pada anak kecil, lansia, dan penderita kencing manis. Moreover, gejala utamanya meliputi nyeri tulang hebat, bengkak, demam, dan nanah dari luka.
Furthermore, penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan hasil perawatan. Antibiotik jangka panjang dan kadang operasi diperlukan untuk sembuhkan penyakit ini. Finally, menjaga kebersihan luka, mengendalikan kencing manis, dan segera ke dokter saat ada gejala mencurigakan adalah kunci utama untuk cegah osteomielitis dan bahaya yang menyertainya.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Hernia Diskus Penyebab Gejala dan Cara Mengobatinya
