0 Comments

JAKARTA, incahospital.co.id – Dunia medis mencatat bahwa mastoiditis menjadi salah satu kondisi yang kerap luput dari perhatian masyarakat, padahal dampaknya bisa sangat serius. Penyakit ini menyerang tulang mastoid, yakni bagian tulang yang menonjol di belakang telinga dan memiliki struktur seperti sarang lebah. Tulang mastoid sendiri tersusun dari rongga udara yang berfungsi melindungi struktur halus di dalam telinga.

Ketika infeksi telinga tengah atau yang dikenal sebagai otitis media tidak ditangani dengan baik, bakteri bisa menyebar ke tulang mastoid dan memicu peradangan hebat. Kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai mastoiditis. Di Indonesia, kasus ini memang tidak sepopuler penyakit telinga lainnya, namun bukan berarti bisa dianggap remeh. Sejumlah rumah sakit besar di tanah air melaporkan bahwa pasien yang datang dengan keluhan ini seringkali sudah dalam tahap lanjut karena terlambat mendapatkan penanganan.

Menurut catatan sejumlah media kesehatan kredibel di Indonesia, anak balita dan lansia menjadi kelompok paling rentan terhadap kondisi ini. Sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna pada anak serta menurunnya daya tahan tubuh pada lansia menjadi faktor utama yang membuat kedua kelompok ini lebih mudah terserang.

Penyebab Utama Terjadinya Mastoiditis

Mastoiditis

Penyebab paling umum dari mastoiditis berakar pada infeksi telinga tengah yang tidak tuntas diobati. Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus menjadi dalang utama di balik kondisi ini. Bakteri tersebut awalnya menginfeksi telinga tengah, kemudian secara perlahan menjalar ke rongga udara pada tulang mastoid.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini antara lain:

  • Infeksi telinga tengah berulang yang tidak mendapatkan pengobatan tuntas
  • Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dosis atau dihentikan sebelum waktunya
  • Sistem imun yang lemah akibat penyakit tertentu atau kondisi medis kronis
  • Riwayat operasi telinga sebelumnya yang menimbulkan komplikasi
  • Adanya kolesteatoma, yaitu pertumbuhan jaringan abnormal di telinga tengah

Perlu digarisbawahi bahwa kebiasaan mengabaikan gejala infeksi telinga ringan menjadi pintu masuk utama bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebar. Banyak kasus mastoiditis bermula dari sakit telinga biasa yang dianggap sepele oleh penderitanya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Mengenali gejala awal mastoiditis menjadi kunci penting dalam mencegah kondisi ini berkembang menjadi lebih parah. Seseorang yang mengalami infeksi pada tulang mastoid biasanya akan merasakan serangkaian keluhan yang cukup khas dan mudah dikenali jika diperhatikan dengan seksama.

Berikut beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita:

  1. Nyeri hebat di belakang telinga yang terasa berdenyut dan semakin intens
  2. Pembengkakan dan kemerahan pada area di belakang daun telinga
  3. Keluarnya cairan atau nanah dari dalam telinga
  4. Demam tinggi yang tidak kunjung turun meskipun sudah minum obat pereda panas
  5. Penurunan kemampuan pendengaran pada telinga yang terinfeksi
  6. Telinga terasa penuh atau tersumbat secara terus menerus
  7. Sakit kepala yang menjalar hingga ke bagian samping kepala

Seorang ibu di Surabaya pernah bercerita kepada media lokal tentang pengalamannya membawa sang anak ke dokter spesialis THT setelah melihat pembengkakan di belakang telinga si kecil. Awalnya dikira hanya benjolan biasa, ternyata setelah diperiksa lebih lanjut, dokter mendiagnosis kondisi tersebut sebagai mastoiditis yang sudah memasuki tahap akut. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan sejak dini sangat diperlukan.

Dampak Serius Jika Mastoiditis Tidak Ditangani

Membiarkan mastoiditis tanpa penanganan medis yang tepat sama saja dengan membuka peluang bagi komplikasi berbahaya. Infeksi yang dibiarkan berlarut bisa menyebar ke jaringan dan organ di sekitar telinga, termasuk otak. Kondisi ini bukan sekadar ancaman ringan karena beberapa komplikasi yang bisa muncul cukup mengancam nyawa.

Beberapa komplikasi serius yang mungkin terjadi meliputi:

  • Meningitis atau peradangan selaput otak yang bisa menyebabkan kerusakan permanen
  • Abses otak yang memerlukan tindakan bedah darurat
  • Trombosis sinus lateral, yaitu penggumpalan darah di pembuluh darah besar di otak
  • Kelumpuhan saraf wajah yang bisa bersifat sementara maupun permanen
  • Kehilangan pendengaran total pada telinga yang terinfeksi
  • Sepsis atau infeksi darah yang bisa mengancam keselamatan jiwa

Data dari beberapa rumah sakit pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa pasien mastoiditis yang datang dengan komplikasi lanjut memerlukan waktu perawatan yang jauh lebih lama dan biaya yang lebih besar dibandingkan mereka yang segera berobat saat gejala awal muncul.

Cara Dokter Mendiagnosis Mastoiditis

Proses diagnosis mastoiditis membutuhkan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan). Langkah pertama biasanya dimulai dengan wawancara medis untuk menggali riwayat keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara lengkap. Dokter akan menanyakan kapan gejala pertama kali muncul, apakah ada riwayat infeksi telinga sebelumnya, serta pengobatan apa saja yang sudah pernah dilakukan.

Beberapa metode pemeriksaan yang lazim digunakan oleh tenaga medis meliputi:

  • Otoskopi untuk melihat kondisi gendang telinga dan saluran telinga secara langsung
  • CT scan kepala untuk mendeteksi tingkat kerusakan pada tulang mastoid
  • MRI untuk memeriksa kemungkinan penyebaran infeksi ke jaringan lunak atau otak
  • Kultur cairan telinga guna mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk menilai tingkat peradangan dalam tubuh

Hasil dari serangkaian pemeriksaan ini akan menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan tingkat keparahan mastoiditis dan rencana pengobatan yang paling sesuai. Ketepatan diagnosis sangat menentukan keberhasilan penanganan selanjutnya.

Pilihan Pengobatan yang Tersedia

Penanganan mastoiditis bergantung pada tingkat keparahan yang dialami pasien. Pada kasus ringan hingga sedang, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik dosis tinggi yang diberikan melalui infus selama beberapa hari. Terapi antibiotik intravena ini bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab dan menghentikan penyebaran infeksi pada tulang mastoid lebih lanjut.

Selain terapi antibiotik, beberapa pendekatan pengobatan lain yang mungkin dilakukan antara lain:

  1. Miringotomi, yaitu prosedur membuat lubang kecil pada gendang telinga untuk mengeluarkan cairan atau nanah yang terjebak di telinga tengah
  2. Mastoidektomi, yaitu operasi pengangkatan bagian tulang mastoid yang sudah rusak akibat infeksi
  3. Pemberian obat pereda nyeri dan antiinflamasi untuk mengurangi rasa sakit serta pembengkakan
  4. Pemasangan tabung timpanostomi untuk menjaga drainase cairan dari telinga tengah dalam jangka panjang

Dokter biasanya akan memulai dengan pendekatan konservatif melalui antibiotik terlebih dahulu. Namun jika respons tubuh pasien mastoiditis tidak membaik dalam kurun waktu tertentu, tindakan bedah menjadi pilihan yang harus ditempuh untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Langkah Pencegahan Infeksi Telinga

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Pepatah lama ini sangat relevan dalam konteks mastoiditis yang menyerang tulang di belakang telinga. Langkah pencegahan yang paling efektif tentu saja dimulai dari penanganan infeksi telinga tengah secara tuntas dan tepat waktu.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari meliputi:

  • Segera berkonsultasi ke dokter saat merasakan gejala infeksi telinga, sekecil apapun keluhannya
  • Menghabiskan seluruh dosis antibiotik yang diresepkan dokter tanpa menghentikan pengobatan sebelum waktunya
  • Menjaga kebersihan telinga tanpa menggunakan cotton bud atau benda tajam yang bisa melukai saluran telinga
  • Memastikan vaksinasi pneumokokus pada anak sesuai jadwal yang dianjurkan oleh dokter
  • Menghindari paparan asap rokok yang bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas dan telinga
  • Mengeringkan telinga dengan lembut setelah berenang atau mandi untuk mencegah kelembapan berlebih
  • Meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga teratur

Bagi orang tua yang memiliki anak balita, kewaspadaan ekstra terhadap gejala mastoiditis sangat diperlukan. Anak kecil belum mampu mengungkapkan rasa sakitnya dengan jelas, sehingga orang tua perlu jeli memperhatikan tanda seperti rewel berlebihan, sering menarik telinga, atau menolak makan karena nyeri saat mengunyah.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Tidak semua sakit telinga berujung pada mastoiditis, namun mengetahui kapan harus segera mencari pertolongan medis sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk. Kecepatan dalam mengambil keputusan bisa menjadi pembeda antara pemulihan cepat dan komplikasi jangka panjang.

Segera kunjungi dokter spesialis THT atau unit gawat darurat rumah sakit terdekat jika mengalami kondisi berikut:

  • Nyeri telinga yang semakin hebat dan tidak membaik setelah dua hingga tiga hari pengobatan
  • Pembengkakan yang terlihat jelas di area belakang telinga, apalagi jika disertai kemerahan
  • Demam tinggi di atas 39 derajat Celsius yang bertahan lebih dari 24 jam
  • Keluarnya cairan berbau tidak sedap dari telinga secara terus menerus
  • Gangguan keseimbangan, pusing berputar, atau mual yang tidak biasa
  • Perubahan posisi daun telinga yang tampak menonjol atau terdorong ke depan

Jangan pernah meremehkan keluhan yang berkaitan dengan telinga, terutama jika sudah berlangsung beberapa hari tanpa perbaikan. Deteksi dini mastoiditis oleh tenaga medis profesional menjadi investasi terbaik untuk menjaga kesehatan pendengaran dan mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.

Kesimpulan

Mastoiditis merupakan kondisi medis serius yang tidak boleh diabaikan oleh siapapun. Bermula dari infeksi telinga tengah yang tampak sepele, penyakit ini bisa berkembang menjadi komplikasi berbahaya jika tidak segera ditangani dengan benar. Mengenali gejala sejak dini, memahami penyebabnya, dan mengetahui langkah pengobatan yang tepat menjadi bekal penting bagi setiap orang untuk melindungi diri dan keluarga.

Kunci utama dalam menghadapi infeksi tulang mastoid terletak pada kecepatan bertindak dan kedisiplinan menjalani pengobatan. Jangan pernah menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya, dan selalu percayakan penanganan kepada dokter spesialis yang kompeten. Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, risiko terjadinya mastoiditis bisa ditekan seminimal mungkin. Kesehatan telinga bukan hal sepele karena pendengaran merupakan salah satu aset paling berharga dalam kehidupan manusia.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Labirintitis Penyebab Vertigo yang Sering Diabaikan

Author

Related Posts