0 Comments

JAKARTA, incahospital.co.id – Tendon Achilles merupakan tendon terbesar dan terkuat dalam tubuh manusia yang menghubungkan otot betis ke tulang tumit. Tendon ini berperan penting saat berjalan, berlari, melompat, dan berbagai gerakan kaki lainnya. Ketika tendon ini mengalami gangguan akibat penggunaan berlebihan, kondisi tersebut dikenal sebagai Achilles Tendinopathy yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan keterbatasan gerak.

Gangguan pada tendon Achilles cukup umum terjadi, terutama di kalangan pelari dan atlet yang aktif melakukan olahraga lompat. Data menunjukkan bahwa sekitar 2 persen populasi orang dewasa mengalami kondisi ini. Sementara pada kelompok atlet aktif, angka kejadiannya berkisar antara 9 hingga 40 persen tergantung jenis olahraga yang dilakukan. Memahami kondisi ini secara mendalam dapat membantu proses pencegahan dan pemulihan yang lebih baik.

Mengenal Achilles Tendinopathy dan Jenisnya

Achilles Tendinopathy

Achilles Tendinopathy merupakan istilah medis yang merujuk pada gangguan tendon Achilles akibat penggunaan berlebihan atau cedera berulang. Kondisi ini mencakup berbagai tahapan kerusakan tendon mulai dari peradangan ringan hingga kerusakan jaringan yang lebih parah. Berbeda dengan tendinitis yang hanya melibatkan peradangan, tendinopathy mencakup perubahan pada jaringan tendon itu sendiri.

Terdapat dua jenis utama gangguan tendon Achilles berdasarkan lokasi kerusakannya:

  1. Midportion Achilles Tendinopathy terjadi pada bagian tengah tendon, sekitar 2 hingga 6 sentimeter di atas tulang tumit, lebih sering dialami oleh orang muda yang aktif berolahraga
  2. Insertional Achilles Tendinopathy terjadi pada bagian bawah tendon yang menempel langsung pada tulang tumit atau kalkaneus, dapat dialami oleh siapa saja termasuk mereka yang kurang aktif bergerak

Kedua jenis ini memiliki pendekatan pengobatan yang sedikit berbeda, terutama dalam hal latihan dan terapi fisik yang dilakukan.

Tanda dan Gejala Gangguan Tendon Achilles

Mengenali gejala Achilles Tendinopathy sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah. Gejala dapat berkembang secara bertahap dan sering kali diabaikan pada tahap awal.

Gejala umum yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri pada bagian belakang tumit atau betis bawah yang terasa saat atau setelah beraktivitas
  • Kekakuan pada area tendon terutama di pagi hari setelah bangun tidur
  • Pembengkakan yang dapat terlihat atau teraba di sepanjang tendon
  • Rasa nyeri yang memburuk saat menaiki tangga atau berjalan di tanjakan
  • Penebalan atau benjolan pada tendon yang dapat diraba
  • Sensasi panas atau hangat pada area yang terkena
  • Kelemahan pada otot betis saat mendorong kaki
  • Suara berderit atau krepitasi saat menggerakkan pergelangan kaki

Pada tahap awal, nyeri mungkin hanya muncul saat memulai aktivitas dan mereda setelah pemanasan. Namun jika dibiarkan, rasa nyeri dapat menetap sepanjang hari dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Achilles Tendinopathy

Gangguan pada tendon Achilles umumnya terjadi akibat beban berlebihan yang diterima tendon secara berulang tanpa waktu pemulihan yang cukup. Kondisi ini menyebabkan kerusakan mikro pada serat tendon yang terakumulasi dari waktu ke waktu.

Penyebab dan faktor yang meningkatkan risiko:

Faktor Kegiatan

  • Peningkatan mendadak dalam intensitas, durasi, atau frekuensi latihan
  • Perubahan jenis permukaan latihan seperti dari rumput ke aspal
  • Kurangnya pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah olahraga
  • Teknik berlari atau gerakan olahraga yang tidak tepat

FaktorFisik

  • Kelemahan otot betis dan paha
  • Kekakuan pada sendi pergelangan kaki
  • Kelainan bentuk kaki seperti kaki datar atau lengkung tinggi
  • Perbedaan panjang tungkai kanan dan kiri
  • Kelebihan berat badan yang memberi tekanan lebih pada tendon

Faktor Lainnya

  • Usia di atas 30 tahun karena tendon mulai kehilangan kelenturan
  • Jenis kelamin pria yang memiliki risiko lebih tinggi
  • Penggunaan obat tertentu seperti antibiotik golongan fluoroquinolone
  • Kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan rheumatoid arthritis
  • Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai atau sudah aus

Cara Dokter Menegakkan Diagnosis Achilles Tendinopathy

Diagnosis gangguan tendon Achilles biasanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter tanpa memerlukan pemeriksaan penunjang khusus. Namun dalam beberapa kasus, pemeriksaan tambahan diperlukan untuk memastikan tingkat keparahan dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain.

Tahapan pemeriksaan yang dilakukan:

  1. Wawancara Medis untuk menggali keluhan, riwayat aktivitas, olahraga yang dilakukan, dan faktor risiko yang dimiliki pasien
  2. Pemeriksaan Fisik meliputi inspeksi visual, palpasi untuk menemukan area nyeri tekan, pengukuran lingkar betis, dan penilaian kekuatan otot
  3. Tes Khusus seperti Thompson test untuk memeriksa keutuhan tendon dan arc sign test untuk menilai lokasi kerusakan
  4. USG atau Ultrasonografi sebagai pemeriksaan lini pertama untuk melihat kondisi tendon secara langsung
  5. MRI diperlukan pada kasus yang meragukan atau untuk melihat tingkat kerusakan secara lebih detail
  6. Rontgen untuk menyingkirkan kemungkinan masalah tulang atau kalsifikasi pada tendon

Dokter juga dapat menggunakan kuesioner khusus seperti VISA-A untuk menilai tingkat keparahan gejala dan memantau kemajuan pengobatan.

Pilihan Pengobatan untuk Achilles Tendinopathy

Pengobatan gangguan tendon Achilles bertujuan untuk meredakan nyeri, memulihkan fungsi tendon, dan mencegah kekambuhan. Sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi dengan tingkat keberhasilan yang baik.

Penanganan Mandiri di Rumah

Langkah awal yang dapat dilakukan di rumah menggunakan metode RICE:

  • Rest atau istirahat dengan mengurangi aktivitas yang memicu nyeri
  • Ice atau kompres dingin selama 15 hingga 20 menit beberapa kali sehari
  • Compression dengan menggunakan perban elastis untuk mengurangi bengkak
  • Elevation atau meninggikan posisi kaki saat istirahat

Pengobatan Medis

Dokter dapat memberikan beberapa jenis pengobatan sesuai kondisi pasien:

  • Obat pereda nyeri dan peradangan seperti ibuprofen atau naproxen untuk jangka pendek
  • Terapi fisik yang dipandu oleh fisioterapis untuk memperkuat otot dan memperbaiki kelenturan
  • Penggunaan ortosis atau bantalan tumit untuk mengurangi tekanan pada tendon
  • Penyangga atau sepatu bot khusus untuk membatasi gerakan pada kasus berat
  • Suntikan plasma kaya trombosit atau PRP pada kasus tertentu
  • Terapi gelombang kejut atau shockwave therapy untuk merangsang penyembuhan

Tindakan Bedah

Operasi hanya dipertimbangkan jika pengobatan tanpa bedah selama 3 hingga 6 bulan tidak memberikan hasil. Sekitar 10 hingga 30 persen pasien memerlukan tindakan bedah. Prosedur yang dapat dilakukan meliputi pembersihan jaringan rusak, perbaikan tendon, atau dalam kasus berat, rekonstruksi tendon.

Program Latihan untuk Pemulihan Achilles Tendinopathy

Latihan merupakan pengobatan dengan bukti ilmiah paling kuat untuk gangguan tendon Achilles. Tujuan latihan yaitu memberikan beban pada tendon secara bertahap untuk merangsang penyembuhan dan memperkuat struktur tendon.

Jenis Latihan yang Dianjurkan

Latihan eksentrik atau latihan saat otot memanjang sambil menahan beban merupakan jenis latihan yang paling banyak diteliti untuk kondisi ini. Protokol Alfredson merupakan program latihan eksentrik yang sering digunakan dengan hasil yang baik.

Program latihan eksentrik dasar:

  1. Berdiri dengan jari kaki di tepi tangga atau permukaan yang ditinggikan
  2. Angkat tumit menggunakan kaki yang sehat hingga berjinjit
  3. Pindahkan beban tubuh ke kaki yang sakit
  4. Turunkan tumit secara perlahan hingga di bawah permukaan pijakan
  5. Lakukan 3 set dengan 15 kali pengulangan
  6. Ulangi dengan lutut sedikit ditekuk
  7. Lakukan dua kali sehari selama 12 minggu

Tahapan Program Latihan

Program latihan untuk Achilles Tendinopathy dibagi menjadi beberapa tahap:

  • Tahap 1 fokus pada pengelolaan gejala dan pengurangan beban dengan latihan ringan
  • Tahap 2 fokus pada pemulihan dengan meningkatkan kekuatan dan kelenturan secara bertahap
  • Tahap 3 fokus pada pembangunan kembali kapasitas tendon untuk aktivitas yang lebih berat
  • Tahap 4 fokus pada kembali ke olahraga dengan latihan khusus sesuai jenis aktivitas

Penting untuk tidak memaksakan latihan jika nyeri terlalu berat. Model pemantauan nyeri dapat digunakan untuk menentukan kapan harus melanjutkan atau mengurangi intensitas latihan.

Waktu Pemulihan dan Prognosis Achilles Tendinopathy

Pemulihan dari gangguan tendon Achilles memerlukan waktu yang cukup lama dan kesabaran. Tendon merupakan jaringan yang memiliki aliran darah terbatas sehingga proses penyembuhannya lebih lambat dibandingkan otot.

Perkiraan waktu pemulihan:

  • Kasus ringan hingga sedang memerlukan waktu 3 hingga 6 bulan dengan pengobatan yang tepat
  • Kasus kronis atau berat dapat memerlukan waktu 6 hingga 12 bulan untuk pulih sepenuhnya
  • Sekitar 60 hingga 80 persen pasien dapat kembali ke aktivitas normal dengan pengobatan tanpa bedah
  • Pemulihan pasca operasi memerlukan waktu 4 hingga 12 bulan tergantung jenis prosedur

Faktor yang mempengaruhi prognosis:

  1. Durasi keluhan sebelum memulai pengobatan
  2. Tingkat keparahan kerusakan tendon
  3. Kepatuhan terhadap program latihan dan pengobatan
  4. Usia dan kondisi kesehatan umum pasien
  5. Kemauan untuk memodifikasi aktivitas selama masa pemulihan

Kekambuhan cukup sering terjadi terutama pada fase kembali ke olahraga. Oleh karena itu, pencegahan menjadi bagian penting dari penanganan jangka panjang.

Langkah Pencegahan Achilles Tendinopathy

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, risiko mengalami gangguan tendon Achilles dapat dikurangi secara bermakna.

Tips mencegah gangguan tendon Achilles:

  • Tingkatkan intensitas dan durasi latihan secara bertahap tidak lebih dari 10 persen per minggu
  • Lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya
  • Perkuat otot betis, paha, dan pinggul secara rutin untuk mendukung fungsi tendon
  • Lakukan peregangan otot betis secara teratur untuk menjaga kelenturan
  • Gunakan alas kaki yang sesuai dengan jenis aktivitas dan ganti secara berkala
  • Variasikan jenis olahraga untuk menghindari beban berulang pada tendon yang sama
  • Perhatikan sinyal tubuh dan istirahat jika mulai merasakan nyeri atau ketidaknyamanan
  • Jaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada tendon
  • Hindari berlari di permukaan yang terlalu keras atau tidak rata
  • Konsultasikan ke dokter jika memiliki kondisi medis yang meningkatkan risiko

Bagi atlet, penting untuk bekerja sama dengan pelatih dan tenaga kesehatan olahraga untuk menyusun program latihan yang aman dan menghindari cedera.

Kapan Harus ke Dokter untuk Gangguan Tendon Achilles

Tidak semua nyeri pada tumit atau betis memerlukan kunjungan ke dokter. Namun ada beberapa kondisi yang mengharuskan pemeriksaan medis segera.

Segera temui dokter jika mengalami:

  • Nyeri hebat yang muncul tiba-tiba disertai bunyi seperti letupan pada betis
  • Ketidakmampuan untuk berjalan atau menahan beban pada kaki yang sakit
  • Pembengkakan yang parah dan cepat pada area tendon
  • Nyeri yang tidak membaik setelah istirahat selama 1 hingga 2 minggu
  • Gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas tidur
  • Tanda infeksi seperti kemerahan meluas, demam, atau keluar cairan

Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan mempercepat proses pemulihan. Dokter spesialis yang menangani kondisi ini termasuk dokter kedokteran olahraga, dokter ortopedi, dan dokter rehabilitasi medis.

Kesimpulan

Achilles Tendinopathy merupakan gangguan pada tendon Achilles yang umum terjadi akibat penggunaan berlebihan, terutama pada pelari dan atlet aktif. Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada tumit atau betis belakang, kekakuan di pagi hari, dan pembengkakan pada area tendon. Penyebab utamanya meliputi peningkatan aktivitas yang terlalu cepat, kelemahan otot, dan faktor risiko seperti usia dan kondisi medis tertentu. Sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi melalui kombinasi istirahat, obat pereda nyeri, dan program latihan eksentrik yang dilakukan secara bertahap selama 12 minggu. Waktu pemulihan berkisar antara 3 hingga 12 bulan tergantung tingkat keparahan dan kepatuhan terhadap pengobatan. Pencegahan melalui peningkatan aktivitas bertahap, penguatan otot, dan penggunaan alas kaki yang tepat sangat penting untuk menghindari kekambuhan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Tennis Elbow: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Author

Related Posts