0 Comments

JAKARTA, incahospital.co.id – Ruam menonjol yang terasa sangat gatal dapat terlihat seperti masalah kulit sederhana. Namun, ketika bentol tersebut terus datang dan pergi selama berminggu-minggu, mengganggu tidur, bahkan muncul tanpa pemicu yang jelas, kondisi tersebut dapat mengarah pada Chronic Urticaria atau urtikaria kronis.

Berbeda dari biduran akut yang biasanya menghilang setelah pemicunya teratasi, Chronic Urticaria berlangsung atau berulang selama lebih dari enam minggu. Bentol dapat menghilang dari satu area dalam hitungan jam, kemudian muncul kembali di bagian tubuh lainnya. Sebagian penderita juga mengalami pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam atau angioedema.

Kondisi ini memang tidak selalu berbahaya, tetapi dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari bisa cukup besar. Rasa gatal berkepanjangan dapat mengganggu tidur, konsentrasi, aktivitas kerja, hingga kenyamanan saat berinteraksi dengan orang lain.

Chronic Urticaria Bukan Sekadar Biduran Biasa

Chronic Urticaria

Chronic Urticaria merupakan kondisi ketika bentol atau bilur khas urtikaria muncul berulang selama lebih dari enam minggu. Setiap bentol biasanya bersifat sementara dan dapat menghilang dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa meninggalkan bekas permanen.

Secara umum, urtikaria kronis dapat dibedakan menjadi dua kelompok utama:

  • Urtikaria kronis spontan, yaitu bentol dan pembengkakan muncul tanpa pemicu eksternal tertentu yang konsisten.
  • Urtikaria kronis terinduksi, yaitu gejala dapat dipicu oleh faktor tertentu seperti tekanan pada kulit, suhu dingin, panas, getaran, atau paparan sinar matahari.

Pada sebagian orang, kedua bentuk tersebut dapat muncul secara bersamaan.

Chronic Urticaria Berkaitan dengan Pelepasan Histamin

Bentol pada Chronic Urticaria terbentuk ketika sel mast pada kulit melepaskan histamin dan mediator peradangan lainnya. Histamin membuat pembuluh darah kecil melebar serta meningkatkan keluarnya cairan ke jaringan sekitar. Proses inilah yang menghasilkan bentol, kemerahan, dan rasa gatal.

Pada urtikaria kronis spontan, penyebab pasti tidak selalu dapat ditemukan. Sebagian kasus diketahui memiliki mekanisme autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh memicu aktivasi sel mast secara tidak semestinya.

Kondisi ini tidak berarti setiap penderita memiliki alergi makanan. Anggapan bahwa seluruh kasus biduran kronis pasti disebabkankan oleh makanan justru dapat membuat penderita melakukan pembatasan diet yang tidak diperlukan.

Chronic Urticaria Memiliki Gejala yang Datang dan Pergi

Ciri utama penyakit ini adalah munculnya bentol yang berubah dengan cepat. Ukurannya dapat sangat kecil atau melebar hingga beberapa sentimeter.

Keluhan yang umum terjadi meliputi:

  • Bentol menonjol pada permukaan kulit.
  • Rasa gatal yang dapat terasa sangat kuat.
  • Bentol berubah bentuk atau ukuran.
  • Ruam muncul di lokasi berbeda dalam waktu singkat.
  • Gejala berulang hampir setiap hari atau dalam periode tertentu.
  • Pembengkakan pada jaringan yang lebih dalam.

Pembengkakan atau angioedema dapat mengenai kelopak mata, bibir, tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya. Dibandingkan bentol biasa, angioedema dapat bertahan lebih lama dan terkadang terasa nyeri.

Apabila pembengkakan melibatkan lidah atau tenggorokan dan menyebabkan kesulitan bernapas, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Chronic Urticaria Bisa Memburuk karena Sejumlah Faktor

Tidak semua faktor yang memperburuk urtikaria merupakan penyebab utama penyakit. Pada sebagian penderita, kondisi tertentu hanya membuat gejala yang sudah ada menjadi lebih mudah muncul.

Faktor yang dapat memperberat keluhan antara lain:

  • Tekanan atau gesekan pada kulit.
  • Suhu panas maupun dingin pada jenis tertentu.
  • Keringat dan aktivitas fisik.
  • Stres.
  • Infeksi tertentu.
  • Minuman beralkohol.
  • Beberapa jenis obat.
  • Perubahan kondisi tubuh tertentu.

Obat antiinflamasi nonsteroid dapat memperburuk urtikaria pada sebagian penderita. Karena itu, riwayat penggunaan obat perlu disampaikan kepada dokter sebelum terapi ditentukan.

Mencatat waktu munculnya bentol, makanan, obat yang digunakan, aktivitas, dan faktor lingkungan dapat membantu mengenali pola tertentu. Namun, catatan tersebut sebaiknya digunakan sebagai bahan evaluasi, bukan dasar untuk menyimpulkan penyebab secara mandiri.

Chronic Urticaria Tidak Selalu Membutuhkan Tes Alergi yang Luas

Diagnosis umumnya dimulai dari karakteristik bentol, lamanya penyakit, frekuensi kekambuhan, riwayat penggunaan obat, dan kemungkinan adanya pemicu fisik.

Dokter dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Menanyakan kapan gejala pertama kali muncul dan berapa lama setiap bentol bertahan.
  2. Memeriksa bentuk serta distribusi ruam pada kulit.
  3. Menilai keberadaan angioedema.
  4. Menelusuri penggunaan obat dan penyakit lain yang menyertai.
  5. Melakukan pemeriksaan darah tertentu apabila terdapat indikasi.
  6. Melakukan pengujian terhadap pemicu fisik jika dicurigai urtikaria kronis terinduksi.

Pemeriksaan alergi terhadap banyak jenis makanan tidak selalu diperlukan. Pengujian biasanya dipertimbangkan berdasarkan riwayat klinis yang memang mengarah pada alergi tertentu.

Foto ruam yang diambil ketika gejala sedang muncul juga dapat membantu, terutama jika bentol telah menghilang sebelum pemeriksaan dilakukan.

Chronic Urticaria Perlu Dibedakan dari Gangguan Kulit Lain

Bentol urtikaria umumnya menghilang tanpa meninggalkan bekas dan setiap lesi tidak menetap terlalu lama di lokasi yang sama.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan apabila ditemukan karakteristik yang tidak lazim, seperti:

  • Satu lesi menetap lebih dari 24 jam.
  • Ruam lebih terasa nyeri daripada gatal.
  • Muncul memar setelah ruam menghilang.
  • Disertai demam atau nyeri sendi.
  • Terdapat gejala sistemik lainnya.

Karakteristik tersebut dapat mengarah pada kondisi lain sehingga dokter perlu melakukan evaluasi berbeda.

Chronic Urticaria Umumnya Ditangani Secara Bertahap

Tujuan pengobatan bukan sekadar menghilangkan bentol saat muncul, tetapi mencapai kontrol gejala sebaik mungkin dengan terapi yang aman.

Antihistamin generasi kedua yang minim efek mengantuk umumnya menjadi terapi awal. Obat ini bekerja dengan menghambat efek histamin yang menjadi salah satu mediator utama timbulnya bentol dan gatal.

Jika gejala belum terkendali, dokter dapat menyesuaikan strategi terapi berdasarkan pedoman dan kondisi penderita. Pada kasus tertentu, pilihan berikutnya dapat mencakup terapi biologis seperti omalizumab atau obat lain yang memengaruhi respons sistem imun.

Kortikosteroid sistemik bukan pilihan untuk penggunaan rutin jangka panjang karena risiko efek sampingnya. Dalam keadaan tertentu, dokter dapat mempertimbangkan penggunaannya dalam waktu singkat.

Seluruh peningkatan dosis maupun perubahan obat perlu dilakukan berdasarkan evaluasi tenaga medis.

Chronic Urticaria Bisa Lebih Nyaman dengan Kebiasaan yang Tepat

Perawatan sehari-hari tidak menggantikan pengobatan, tetapi dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan menghindari faktor yang diketahui memperburuk keluhan.

Beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan meliputi:

  • Menghindari pemicu yang sudah terbukti menimbulkan gejala.
  • Mengenakan pakaian yang tidak terlalu ketat.
  • Menghindari menggaruk kulit secara berlebihan.
  • Menjaga suhu lingkungan tetap nyaman.
  • Menggunakan produk perawatan kulit yang lembut.
  • Mencatat pola kekambuhan jika penyebab belum diketahui.
  • Mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Diet eliminasi secara ketat sebaiknya tidak dilakukan tanpa dasar yang jelas. Pembatasan makanan berlebihan dapat menimbulkan masalah nutrisi tanpa memberikan manfaat terhadap urtikaria.

Chronic Urticaria Dapat Memengaruhi Tidur dan Aktivitas Harian

Dampak penyakit ini tidak hanya terlihat pada permukaan kulit. Gatal yang muncul pada malam hari dapat membuat penderita sulit tidur dan merasa lelah pada keesokan harinya.

Bayangkan seseorang yang bentolnya selalu muncul menjelang tidur. Setelah beberapa malam terbangun karena gatal, konsentrasi saat bekerja mulai menurun. Kekhawatiran mengenai kapan ruam berikutnya akan muncul juga dapat menambah beban psikologis.

Karena itu, keberhasilan terapi tidak hanya dinilai berdasarkan jumlah bentol. Kualitas tidur, kemampuan bekerja, aktivitas sosial, dan kenyamanan penderita juga menjadi bagian penting dalam evaluasi penyakit.

Chronic Urticaria Memerlukan Pertolongan Cepat pada Kondisi Tertentu

Sebagian besar episode urtikaria dapat ditangani melalui pemeriksaan terencana. Namun, pertolongan medis segera diperlukan apabila muncul:

  • Sulit bernapas.
  • Tenggorokan terasa menyempit.
  • Lidah mengalami pembengkakan.
  • Sulit menelan.
  • Pusing berat atau kehilangan kesadaran.
  • Pembengkakan berkembang sangat cepat dan disertai gangguan pernapasan.

Gejala tersebut tidak boleh ditunggu hingga membaik dengan sendirinya karena dapat berkaitan dengan reaksi sistemik yang serius.

Kesimpulan

Chronic Urticaria merupakan biduran yang berlangsung atau berulang selama lebih dari enam minggu dengan karakteristik bentol gatal yang muncul dan menghilang. Pada banyak kasus, tidak ditemukan satu penyebab alergi tertentu, dan sebagian urtikaria kronis berkaitan dengan mekanisme autoimun atau pemicu fisik.

Diagnosis yang tepat membantu membedakan urtikaria dari gangguan kulit lainnya sekaligus mencegah pemeriksaan dan pembatasan makanan yang tidak diperlukan. Penggunaan antihistamin, pengenalan faktor yang memperburuk gejala, serta terapi lanjutan sesuai indikasi dapat membantu mengendalikan penyakit. Bila pembengkakan mulai mengganggu pernapasan atau menelan, pertolongan medis harus diperoleh segera.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Hereditary Angioedema Kenali Pembengkakan Akibat Kelainan Genetik

Author

Related Posts