JAKARTA, incahospital.co.id – Demensia adalah kata yang sering menakutkan, namun kurang dipahami oleh banyak orang. Sementara penyakit Alzheimer menjadi jenis demensia yang paling banyak dikenal, ada satu jenis yang sebenarnya sangat umum dan erat kaitannya dengan kondisi kesehatan yang bisa dicegah. Demensia vaskular adalah jenis demensia kedua paling umum di dunia, dan tidak seperti Alzheimer yang penyebab pastinya masih belum sepenuhnya diketahui, demensia vaskular memiliki mekanisme yang lebih jelas dan faktor risiko yang sangat bisa dikendalikan.
Demensia vaskular adalah penurunan fungsi kognitif yang terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak. Ketika pembuluh darah yang menyuplai otak tersumbat atau rusak, jaringan otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan, dan sel-sel otak mulai mati. Kerusakan ini bisa terjadi sekaligus akibat stroke besar, atau bertumpuk perlahan akibat serangkaian serangan iskemik kecil yang masing-masing mungkin tidak terasa jelas namun meninggalkan kerusakan permanen.
Perbedaan Demensia Vaskular dan Alzheimer

Banyak orang mencampurkan kedua kondisi ini karena sama-sama melibatkan penurunan daya ingat. Namun, ada beberapa perbedaan penting yang membedakan keduanya.
Demensia vaskular sering berkembang secara bertahap melalui penurunan yang tidak merata, yaitu kondisi bisa stabil selama beberapa waktu lalu tiba-tiba memburuk setelah episode iskemik baru. Penurunan fungsi kognitif pada demensia vaskular juga sering dimulai dari fungsi eksekutif seperti perencanaan, pengambilan keputusan, dan kecepatan berpikir, sementara daya ingat mungkin relatif lebih terjaga di awal.
Alzheimer sebaliknya berkembang lebih perlahan dan bertahap, dengan penurunan daya ingat yang biasanya menjadi tanda pertama yang paling menonjol.
Penyebab Demensia Vaskular
Demensia vaskular pada dasarnya disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah otak. Ada beberapa mekanisme yang bisa menyebabkan kerusakan ini.
Stroke
Stroke yang cukup besar dan menyerang area otak yang penting bisa langsung menyebabkan demensia vaskular. Kondisi ini kadang disebut demensia pasca stroke. Tergantung lokasi dan luas kerusakan, gangguan kognitif bisa bervariasi dari ringan hingga sangat berat.
Serangan Iskemik Kecil Berulang
Ini adalah penyebab yang lebih umum namun lebih sulit dideteksi. Serangkaian serangan iskemik sangat kecil yang masing-masing mungkin tidak menyebabkan gejala yang jelas tetap merusak jaringan otak secara kumulatif. Lama kelamaan, kerusakan yang terkumpul ini cukup untuk mengganggu fungsi kognitif secara bermakna.
Penyakit Pembuluh Darah Kecil
Kondisi ini melibatkan kerusakan pada pembuluh darah kecil yang menyuplai bagian dalam otak. Tekanan darah tinggi dan diabetes adalah dua penyebab utama penyakit pembuluh darah kecil yang akhirnya bisa berkembang menjadi demensia vaskular.
Gejala Demensia Vaskular
Gejala demensia vaskular sangat bergantung pada area otak mana yang terdampak. Namun, beberapa gejala yang paling umum meliputi:
- Kebingungan dan disorientasi yang sering muncul tiba-tiba setelah episode iskemik
- Kesulitan berkonsentrasi, merencanakan, atau menyelesaikan tugas yang memerlukan banyak langkah
- Perlambatan dalam berpikir dan merespons pertanyaan atau situasi
- Gangguan daya ingat, terutama untuk kejadian yang baru terjadi
- Perubahan suasana hati, depresi, dan apatis yang sering menyertai kerusakan otak
- Kesulitan berjalan atau gangguan keseimbangan yang terjadi bersamaan dengan penurunan kognitif
- Inkontinensia urine yang bisa muncul bahkan pada tahap yang relatif awal
- Gangguan bicara atau pemahaman bahasa jika area bahasa di otak terdampak
Faktor Risiko yang Bisa Dikendalikan
Inilah yang menjadikan demensia vaskular berbeda dari banyak kondisi degeneratif lainnya. Sebagian besar faktor risikonya adalah kondisi yang bisa dideteksi dan dikendalikan.
- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol adalah faktor risiko terbesar dan paling langsung berkaitan dengan demensia vaskular
- Diabetes yang merusak pembuluh darah dari dalam
- Kadar kolesterol yang tidak seimbang yang mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah
- Merokok yang merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah
- Obesitas dan gaya hidup tidak aktif yang memperburuk semua faktor risiko di atas
- Fibrilasi atrium atau detak jantung tidak teratur yang meningkatkan risiko gumpalan darah menuju otak
- Riwayat stroke atau serangan iskemik sebelumnya
Diagnosis Demensia Vaskular
Mendiagnosis demensia vaskular memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Dokter akan melakukan evaluasi kognitif menggunakan berbagai tes standar untuk menilai daya ingat, fungsi eksekutif, bahasa, dan orientasi. Pemeriksaan pencitraan otak menggunakan MRI atau CT scan sangat penting untuk melihat adanya area kerusakan akibat stroke atau penyakit pembuluh darah kecil. Pemeriksaan darah dan jantung juga dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang mendasari.
Penanganan Demensia Vaskular
Sayangnya, tidak ada obat yang bisa membalikkan kerusakan otak yang sudah terjadi akibat demensia vaskular. Namun, ada banyak yang bisa dilakukan untuk memperlambat perburukan kondisi dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Langkah paling penting adalah mengendalikan semua faktor risiko yang mendasari. Menurunkan tekanan darah ke angka normal, mengelola kadar gula darah, menggunakan obat pengencer darah jika diperlukan, berhenti merokok, dan memulai program latihan fisik yang teratur adalah intervensi yang terbukti memperlambat perburukan demensia vaskular.
Stimulasi kognitif melalui aktivitas seperti membaca, bermain permainan strategi, belajar hal baru, dan interaksi sosial yang aktif juga membantu menjaga fungsi otak yang masih tersisa.
Pencegahan adalah Kunci Utama
Karena mekanismenya yang berkaitan dengan pembuluh darah, demensia vaskular adalah jenis demensia yang paling bisa dicegah. Mengendalikan tekanan darah sejak usia empat puluhan, tidak merokok, berolahraga rutin, menjaga pola makan sehat, dan memeriksakan kesehatan pembuluh darah secara berkala adalah investasi terbaik untuk melindungi fungsi otak di usia tua.
Kesimpulan
Demensia vaskular adalah pengingat bahwa kesehatan jantung dan pembuluh darah bukan hanya soal mencegah serangan jantung atau stroke. Otak pun sangat bergantung pada aliran darah yang sehat untuk bisa berfungsi optimal sepanjang usia. Dengan mengendalikan faktor risiko sejak dini, peluang untuk mempertahankan ketajaman pikiran hingga usia senja menjadi jauh lebih besar.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Vaksin Herpes Zoster: Manfaat, Cara Kerja, dan Siapa yang Perlu
