JAKARTA, incahospital.co.id – Ada penyakit yang tidak hanya menyakitkan saat terjadi, tetapi meninggalkan rasa nyeri yang bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelahnya. Herpes zoster, yang di Indonesia lebih dikenal sebagai cacar ular atau cacar api, adalah salah satunya. Nyeri seperti terbakar, tertusuk, atau tersetrum yang mengikuti jalur saraf di kulit bisa sangat mengganggu dan melemahkan kualitas hidup penderitanya, terutama pada usia lanjut. Vaksin herpes zoster hadir sebagai solusi pencegahan yang terbukti efektif. Dengan mendapatkan vaksinherpeszoster, risiko terkena penyakit ini bisa dikurangi secara signifikan, dan bagi yang sudah pernah terinfeksi, risiko komplikasi nyeri jangka panjang yang disebut neuralgia pasca herpes bisa ditekan secara bermakna.
Apa Itu Herpes Zoster dan Mengapa Bisa Terjadi

Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tidak benar-benar pergi dari tubuh. Virus bersembunyi dalam keadaan tidak aktif di dalam sel saraf dan bisa tetap diam di sana selama puluhan tahun.
Ketika sistem kekebalan tubuh melemah akibat penuaan, stres berat, penyakit serius, atau penggunaan obat penekan imun, virus yang tersembunyi itu bisa aktif kembali. Virus kemudian bergerak melalui jalur saraf menuju permukaan kulit dan menyebabkan ruam yang khas berupa lepuhan berisi cairan yang mengikuti jalur saraf tertentu, biasanya hanya di satu sisi tubuh.
Siapa yang Berisiko Mengalami Herpes Zoster
Pada dasarnya, siapa saja yang pernah terkena cacar air berisiko mengalami herpes zoster di kemudian hari. Namun, beberapa faktor meningkatkan risiko tersebut secara signifikan:
- Usia di atas lima puluh tahun, karena fungsi imun yang secara alami menurun seiring bertambahnya usia
- Kondisi yang melemahkan sistem imun seperti HIV, kanker, atau menjalani kemoterapi
- Penggunaan obat penekan imun jangka panjang seperti kortikosteroid atau obat imunosupresan
- Tingkat stres yang sangat tinggi dan berlangsung lama
- Riwayat herpes zoster sebelumnya, meskipun penyakit ini bisa muncul lebih dari sekali
Mengenal Vaksin Herpes Zoster
Saat ini ada dua jenis vaksin herpes zoster yang dikenal luas di dunia.
Vaksin Zostavax
Ini adalah vaksin herpes zoster generasi pertama yang menggunakan virus varicella-zoster yang dilemahkan. Vaksin ini diberikan dalam satu dosis suntikan dan memberikan perlindungan sekitar lima puluh persen terhadap herpes zoster. Efektivitasnya menurun seiring bertambahnya usia penerima.
Vaksin Shingrix
Ini adalah vaksin herpes zoster generasi terbaru yang menggunakan komponen protein virus, bukan virus hidup yang dilemahkan. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dengan jarak dua hingga enam bulan. Keunggulan utama Shingrix adalah efektivitasnya yang jauh lebih tinggi, mencapai lebih dari sembilan puluh persen dalam mencegah herpes zoster. Selain itu, efektivitasnya tidak menurun secara signifikan seiring bertambahnya usia dan bertahan lebih lama.
Karena keunggulan-keunggulan ini, Shingrix kini menjadi rekomendasi utama di banyak negara sebagai vaksinherpeszoster pilihan pertama.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Herpes Zoster
Vaksin herpes zoster terutama direkomendasikan untuk:
- Orang dewasa berusia lima puluh tahun ke atas, terlepas dari apakah mereka pernah mengalami herpes zoster sebelumnya atau tidak
- Mereka yang pernah mendapat vaksin Zostavax sebelumnya dan ingin meningkatkan perlindungan dengan Shingrix
- Orang dewasa muda dengan kondisi imun yang lemah, setelah berkonsultasi dengan dokter untuk penilaian risiko dan manfaat
Penting untuk dipahami bahwa vaksinherpeszoster berbeda dari vaksin cacar air. Vaksin cacar air ditujukan untuk mencegah infeksi pertama pada anak-anak, sementara vaksinherpeszoster ditujukan untuk mencegah pengaktifan kembali virus yang sudah bersembunyi di dalam tubuh orang dewasa yang sudah pernah kena cacar air.
Manfaat Vaksin Herpes Zoster yang Terbukti
Selain mencegah herpes zoster itu sendiri, vaksin herpes zoster memberikan beberapa manfaat tambahan yang sangat berarti.
Pertama, vaksin ini secara signifikan mengurangi risiko neuralgia pasca herpes, yaitu komplikasi berupa nyeri saraf yang bisa berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah ruam sembuh. Komplikasi ini sangat mengganggu kualitas hidup dan sering sulit diobati.
Kedua, bagi yang tetap terkena herpes zoster meski sudah divaksin, gejalanya cenderung jauh lebih ringan dan durasi sakitnya lebih singkat dibanding yang tidak divaksin.
Ketiga, vaksin membantu melindungi komplikasi lain yang lebih serius seperti herpes zoster pada mata yang bisa mengancam penglihatan, dan herpes zoster pada telinga yang bisa menyebabkan kelumpuhan wajah dan gangguan pendengaran.
Efek Samping Vaksin Herpes Zoster
Efek samping vaksin herpes zoster umumnya ringan hingga sedang dan bersifat sementara. Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan adalah yang paling umum. Beberapa orang juga mengalami gejala mirip flu seperti lelah, demam ringan, sakit kepala, atau nyeri otot selama beberapa hari setelah vaksinasi. Gejala ini justru menunjukkan bahwa sistem imun sedang merespons vaksin dengan aktif.
Efek samping Shingrix cenderung lebih terasa dibanding Zostavax, namun hal ini berkaitan dengan respons imun yang lebih kuat yang dihasilkan vaksin tersebut.
Kapan Sebaiknya Tidak Mendapat Vaksin Herpes Zoster
Ada beberapa kondisi di mana vaksin herpes zoster tidak dianjurkan atau perlu ditunda, antara lain saat sedang mengalami infeksi aktif, memiliki alergi berat terhadap komponen vaksin, atau dalam kondisi imun yang sangat rendah tertentu. Konsultasi dengan dokter sebelum vaksinasi adalah langkah yang tepat untuk memastikan vaksin aman diberikan.
Kesimpulan
Vaksin herpes zoster adalah pilihan perlindungan yang sangat dianjurkan bagi siapa saja yang berusia lima puluh tahun ke atas. Mengingat betapa menyakitkannya herpes zoster dan betapa sulitnya komplikasi nyeri jangka panjang yang bisa ditimbulkannya, mendapatkan vaksin ini adalah keputusan yang sangat bijak.
Berbicara dengan dokter tentang vaksinherpeszoster yang tersedia dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan adalah langkah awal yang tepat untuk memulai perlindungan dini.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti : Vaksin Meningitis: Manfaat, Jenis, dan Siapa yang Membutuhkannya
