JAKARTA, incahospital.co.id – Mata bengkak disertai nyeri hebat dan demam bisa jadi tanda penyakit serius yang tidak boleh ditunda. Moreover, selulitis orbita adalah penyakit mata berupa kuman yang menyerang jaringan lunak dan lemak di rongga bola mata. Penyakit ini termasuk keadaan darurat yang butuh penanganan cepat di rumah sakit. Furthermore, tanpa penanganan yang tepat, selulitis orbita bisa sebabkan kebutaan bahkan mengancam nyawa. In addition, penyakit ini bisa menyerang siapa saja mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Therefore, mengenal gejala, penyebab, dan cara menangani selulitis orbita sangat penting agar bisa bertindak cepat saat terjadi.
Apa Itu Selulitis Orbita dan Mengapa Berbahaya

Selulitis orbita adalah peradangan akibat kuman pada jaringan di dalam rongga mata. Moreover, rongga mata atau orbita adalah ruang di balik bola mata yang berisi lemak, otot penggerak mata, saraf, dan pembuluh darah. Saat kuman masuk ke rongga ini, terjadi peradangan yang bisa menyebar cepat. Furthermore, penyakit ini berbeda dari radang kelopak mata biasa yang hanya terjadi di bagian luar.
Also, selulitis orbita termasuk penyakit yang sangat serius. Sekitar 11 persen kasus bisa sebabkan hilangnya kemampuan melihat. In addition, kuman bisa menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang lalu sebabkan radang selaput otak. Moreover, bekuan darah juga bisa terbentuk di pembuluh darah sekitar mata lalu menyebar ke dasar otak. Therefore, selulitis orbita bukan sekadar mata bengkak biasa. Ini adalah keadaan darurat yang butuh penanganan dokter secepatnya.
Penyebab Selulitis Orbita yang Perlu Diketahui
Selulitis orbita terjadi karena kuman yang masuk ke rongga bola mata. Moreover, kuman penyebab paling sering adalah bakteri. Namun dalam kasus tertentu, jamur juga bisa jadi penyebab. Furthermore, pada anak di bawah 9 tahun, biasanya hanya satu jenis bakteri yang jadi penyebab. Pada orang dewasa, bisa lebih dari satu jenis bakteri sekaligus.
Berikut jenis bakteri penyebab selulitis orbita:
- Staphylococcus aureus yaitu bakteri yang sering hidup di kulit dan hidung manusia. Bakteri ini paling sering ditemukan sebagai penyebab
- Streptococcus yaitu golongan bakteri yang bisa sebabkan banyak jenis peradangan di tubuh manusia
- Haemophilus influenzae yaitu bakteri yang dulu jadi penyebab utama pada anak kecil. Sekarang sudah jarang berkat adanya vaksin HiB
- Jamur Mucor dan Aspergillus yang biasanya menyerang orang dengan daya tahan tubuh lemah
In addition, hampir 98 persen kasus selulitis orbita bermula dari radang rongga hidung atau sinusitis yang tidak diobati. Kuman dari rongga hidung lalu menyebar ke rongga mata karena letaknya yang sangat dekat. Therefore, mengobati sinusitis sampai tuntas sangat penting untuk cegah selulitis orbita.
Kondisi yang Tingkatkan Risiko Selulitis Orbita
Selain sinusitis, ada beberapa kondisi lain yang bisa tingkatkan risiko terkena selulitis orbita. Moreover, mengetahui kondisi ini bisa bantu seseorang lebih waspada. Furthermore, orang yang punya kondisi ini perlu lebih cepat periksa ke dokter saat ada keluhan di mata.
Berikut kondisi yang tingkatkan risiko selulitis orbita:
- Sinusitis atau radang rongga hidung yang tidak diobati sampai tuntas. Ini adalah penyebab paling sering
- Sakit gigi atau bisul gigi yang tidak ditangani. Kuman dari gigi bisa menyebar ke rongga mata melalui jaringan wajah
- Cedera atau luka di sekitar mata akibat benturan, kecelakaan, atau gigitan serangga
- Radang tenggorokan, pilek berat, atau gangguan saluran napas atas yang menyebar ke area wajah
- Radang pada kelopak mata, kantung air mata, atau jaringan di sekitar mata yang tidak segera diobati
- Pernah menjalani operasi di area mata atau wajah yang membuka jalan masuk bagi kuman
- Daya tahan tubuh lemah karena penyakit tertentu atau penggunaan obat penekan daya tahan
In addition, anak anak di bawah usia 7 tahun lebih sering terkena selulitis orbita dibanding orang dewasa. Also, pada anak anak, penyakit ini bisa memburuk dalam hitungan jam saja. Therefore, orang tua perlu sangat waspada jika anak mengeluh nyeri mata disertai bengkak dan demam.
Gejala Selulitis Orbita yang Harus Diwaspadai
Gejala selulitis orbita bisa muncul tiba tiba dan memburuk dengan cepat. Moreover, gejala pada anak dan orang dewasa pada dasarnya sama. Furthermore, mengenali gejala sejak awal sangat penting agar bisa segera dapat pertolongan.
Berikut gejala utama selulitis orbita:
- Mata menonjol keluar dari rongga mata. Kondisi ini disebut proptosis dan terjadi karena pembengkakan di dalam rongga
- Kelopak mata membengkak parah sehingga sulit atau tidak bisa dibuka sama sekali
- Nyeri hebat di mata dan sekitar mata yang terasa semakin berat saat mata digerakkan
- Mata merah dan terasa panas. Kemerahan bisa meluas ke kelopak dan kulit sekitar mata
- Gerakan bola mata terbatas. Mata sulit digerakkan ke samping, atas, atau bawah
- Penglihatan ganda atau melihat bayangan dobel saat melihat satu benda
- Penglihatan menurun atau kabur. Pada kasus berat bisa sampai tidak bisa melihat sama sekali
- Keluar cairan dari mata atau hidung yang bisa berwarna keruh atau kekuningan
- Demam tinggi disertai sakit kepala dan rasa lemas di seluruh tubuh
- Tekanan di dalam bola mata meningkat sehingga terasa sangat tidak nyaman
In addition, jika mengalami satu atau lebih gejala di atas, segera pergi ke unit gawat darurat rumah sakit. Jangan tunggu sampai gejala memburuk. Therefore, kecepatan penanganan sangat menentukan apakah mata bisa diselamatkan atau tidak.
Beda Selulitis Orbita dan Selulitis Preseptal
Banyak orang bingung membedakan selulitis orbita dengan selulitis preseptal. Moreover, keduanya memang menyerang area mata tapi tingkat bahayanya sangat berbeda. Furthermore, memahami bedanya bisa bantu menentukan seberapa mendesak penanganan yang diperlukan.
Berikut beda selulitis orbita dan selulitis preseptal:
- Selulitis orbita terjadi di bagian dalam rongga mata di belakang sekat pembatas atau septum orbita. Selulitis preseptal terjadi di bagian depan sekat yaitu di kelopak mata saja
- Selulitis orbita menyebabkan mata menonjol keluar. Selulitis preseptal tidak menyebabkan mata menonjol
- Selulitis orbita membatasi gerakan bola mata dan terasa nyeri saat mata digerakkan. Selulitis preseptal tidak mengganggu gerakan mata
- Selulitis orbita bisa sebabkan gangguan penglihatan sampai kebutaan. Selulitis preseptal jarang mengganggu penglihatan
- Selulitis orbita wajib dirawat di rumah sakit. Selulitis preseptal kadang bisa ditangani dengan obat minum di rumah
- Selulitis orbita bisa mengancam nyawa jika menyebar ke otak. Selulitis preseptal jarang sebabkan masalah seserius itu
In addition, dokter menggunakan CT scan untuk membedakan kedua kondisi ini dengan tepat. Also, kedua kondisi bisa terjadi bersamaan pada satu orang. Therefore, setiap pembengkakan mata yang disertai demam dan nyeri sebaiknya segera diperiksa dokter untuk pastikan kondisi sebenarnya.
Cara Dokter Menentukan Selulitis Orbita
Dokter punya beberapa cara untuk memastikan apakah seseorang mengalami selulitis orbita. Moreover, penentuan yang cepat dan tepat sangat penting karena penanganan harus segera dimulai. Furthermore, dokter mata dan dokter THT sering bekerja sama dalam menangani kasus ini.
Berikut langkah dokter menentukan selulitis orbita:
- Tanya jawab tentang keluhan yang dirasakan. Dokter akan tanya kapan gejala mulai muncul dan apakah ada riwayat sinusitis atau sakit gigi
- Periksa mata secara menyeluruh. Dokter akan lihat pembengkakan, kemerahan, kemampuan gerak mata, dan tekanan bola mata
- Tes darah untuk cek apakah ada tanda peradangan dan seberapa berat kondisinya
- Kultur darah dan cairan mata atau hidung untuk cari tahu jenis bakteri penyebab. Hasilnya bantu pilih obat yang paling tepat
- CT scan mata dengan zat kontras. Ini adalah pemeriksaan utama yang bisa bedakan selulitis orbita dan selulitis preseptal dengan jelas
- MRI mata dan kepala jika diperlukan. MRI bisa lihat jaringan lunak dengan lebih detail dan deteksi gumpalan darah
In addition, CT scan dengan zat kontras dianggap sebagai pemeriksaan standar terbaik untuk selulitis orbita. Also, dokter mata akan periksa ketajaman penglihatan dan reaksi pupil untuk nilai seberapa berat dampak pada saraf mata. Therefore, serangkaian pemeriksaan ini membantu dokter menentukan rencana penanganan yang paling tepat untuk setiap kondisi.
Penanganan Selulitis Orbita di Rumah Sakit
Selulitis orbita adalah keadaan darurat yang membutuhkan rawat inap. Moreover, penanganan harus dimulai secepat mungkin untuk cegah kerusakan lebih lanjut. Furthermore, dokter akan pantau kondisi mata setiap beberapa jam karena penyakit ini bisa memburuk dengan sangat cepat.
Berikut cara penanganan selulitis orbita:
- Obat pembunuh bakteri lewat suntikan ke pembuluh darah. Dokter akan beri obat pembunuh bakteri yang bisa lawan banyak jenis kuman sekaligus. Obat ini diberikan sebelum hasil lab keluar agar penanganan tidak terlambat
- Obat pembunuh bakteri bisa diganti jika hasil lab menunjukkan jenis bakteri tertentu. Dokter akan pilih obat yang paling cocok untuk bakteri penyebab
- Obat pelega hidung untuk atasi hidung tersumbat jika penyebabnya berasal dari sinusitis
- Obat pereda nyeri dan penurun demam untuk kurangi rasa sakit dan turunkan suhu tubuh
- Operasi diperlukan jika obat pembunuh bakteri tidak cukup efektif setelah 24 sampai 48 jam. Operasi bertujuan buang nanah dari rongga mata atau rongga hidung yang terinfeksi
- Operasi juga perlu jika ada benda asing di mata, tekanan pada saraf mata sangat tinggi, atau ada gumpalan darah
In addition, lamanya minum obat pembunuh bakteri biasanya 2 sampai 3 minggu untuk kasus tanpa masalah tambahan. Untuk kasus berat dengan kerusakan tulang rongga hidung, bisa sampai 4 minggu. Also, setelah keluar dari rumah sakit, obat minum harus tetap diminum sampai habis sesuai anjuran dokter. Therefore, dengan penanganan yang cepat dan tepat, selulitis orbita bisa disembuhkan sepenuhnya.
Masalah Serius Akibat Selulitis Orbita
Jika tidak segera ditangani, selulitis orbita bisa sebabkan masalah serius yang mengancam nyawa. Moreover, kuman bisa menyebar ke bagian tubuh lain terutama otak. Furthermore, anak anak lebih berisiko mengalami masalah serius karena daya tahan tubuh mereka masih berkembang.
Berikut masalah serius akibat selulitis orbita:
- Kebutaan terjadi pada sekitar 11 persen kasus. Ini akibat tekanan pada saraf mata atau putusnya aliran darah ke mata
- Terbentuknya kantung nanah atau abses di dalam rongga mata yang menekan bola mata dan saraf
- Radang selaput otak atau meningitis. Kuman menyebar dari rongga mata ke selaput otak dan sumsum tulang belakang
- Gumpalan darah di pembuluh vena dasar otak atau trombosis sinus kavernosus. Ini adalah kondisi yang sangat mengancam nyawa
- Kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan tetap meski penyakit sudah diobati
- Hilangnya kemampuan mendengar pada beberapa kasus tertentu
- Penyebaran kuman ke seluruh tubuh melalui aliran darah yang bisa sebabkan keracunan darah
In addition, anak anak bisa mengalami perburukan dalam hitungan jam saja. Also, semakin lama penanganan ditunda, semakin besar risiko masalah serius terjadi. Therefore, jangan pernah anggap remeh pembengkakan mata yang disertai demam dan nyeri hebat.
Cara Cegah Selulitis Orbita Sejak Dini
Meski tidak ada cara yang bisa jamin seseorang bebas dari selulitis orbita, ada beberapa langkah yang bisa kurangi risiko. Moreover, pencegahan utama berfokus pada penanganan cepat terhadap penyakit yang bisa jadi pemicu. Furthermore, menjaga kebersihan area mata juga sangat penting.
Berikut cara cegah selulitis orbita:
- Obati sinusitis sampai tuntas sesuai anjuran dokter. Jangan berhenti minum obat meski gejala sudah mereda
- Tangani sakit gigi dan masalah gusi dengan segera. Jangan biarkan gigi berlubang atau bisul gigi tanpa perawatan
- Berikan vaksin HiB pada anak sesuai jadwal. Vaksin ini cegah kuman Haemophilus influenzae yang dulu jadi penyebab utama pada anak
- Pakai pelindung mata saat olahraga atau kegiatan yang berisiko cedera pada area mata
- Jaga kebersihan mata. Bersihkan riasan mata setiap malam dan hindari mengucek mata dengan tangan kotor
- Segera periksa ke dokter jika ada luka atau bengkak di kulit wajah dan sekitar mata
- Jika pernah terkena selulitis orbita dan sering kambuh sinusitis, segera obati setiap kali gejala sinusitis muncul
In addition, menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat dan istirahat cukup juga bantu kurangi risiko terkena berbagai jenis peradangan. Therefore, dengan langkah pencegahan sederhana ini, risiko selulitis orbita bisa dikurangi secara bermakna.
Kesimpulan
Selulitis orbita adalah penyakit mata serius yang termasuk keadaan darurat dan butuh penanganan cepat di rumah sakit. Moreover, penyakit ini terjadi karena kuman yang menyerang jaringan lunak di rongga bola mata dengan sinusitis sebagai pemicu utama pada 98 persen kasus. Furthermore, gejala seperti mata menonjol, bengkak parah, nyeri hebat, dan demam harus segera ditanggapi dengan pergi ke unit gawat darurat. In addition, tanpa penanganan yang tepat, selulitis orbita bisa sebabkan kebutaan, radang selaput otak, bahkan mengancam nyawa. Therefore, mengenali gejala sejak dini, mengobati sinusitis dan sakit gigi sampai tuntas, serta menjaga kebersihan mata adalah langkah penting untuk cegah penyakit ini. Finally, selalu kunjungi dokter saat ada keluhan bengkak dan nyeri di area mata agar mendapat penanganan sebelum terlambat.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Sindrom Marfan: Fakta Penting Tentang Kelainan Genetik pada Jaringan Ikat Tubuh
