JAKARTA, incahospital.co.id – Frozen Shoulder adalah kondisi medis yang menyebabkan kekakuan dan nyeri hebat pada sendi bahu sehingga membatasi pergerakan secara signifikan. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai adhesive capsulitis yang terjadi ketika kapsul sendi bahu menebal dan mengencang. Tidak heran jika Frozen Shoulder menjadi salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Prevalensi Frozen Shoulder cukup tinggi terutama pada kelompok usia 40 hingga 60 tahun dengan perempuan lebih berisiko dibanding laki-laki. Kondisi ini seringkali muncul secara bertahap tanpa penyebab yang jelas dan bisa berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun jika tidak ditangani dengan tepat. Seorang dokter spesialis ortopedi di Jakarta mengungkapkan bahwa kasus Frozen Shoulder yang ditanganinya meningkat sekitar 30 persen dalam lima tahun terakhir seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern.
Memahami Anatomi dan Mekanisme Frozen Shoulder

Frozen Shoulder terjadi pada kapsul sendi bahu yang merupakan jaringan ikat yang mengelilingi dan menstabilkan sendi glenohumeral. Dalam kondisi normal, kapsul ini cukup longgar untuk memungkinkan rentang gerak bahu yang luas ke berbagai arah. Ketika terjadi adhesive capsulitis, kapsul mengalami peradangan, penebalan, dan pembentukan jaringan parut.
Sendi bahu merupakan sendi ball and socket yang memiliki rentang gerak terbesar di tubuh manusia. Struktur ini memungkinkan lengan bergerak ke atas, ke samping, memutar, dan menjangkau berbagai posisi. Ketika Frozen Shoulder menyerang, gerakan-gerakan sederhana seperti mengangkat tangan atau meraih benda di rak tinggi menjadi sangat menyakitkan bahkan tidak mungkin dilakukan.
Proses terjadinya Frozen Shoulder:
- Peradangan pada lapisan sinovial kapsul sendi
- Produksi cairan sinovial berkurang drastis
- Kapsul sendi menebal dan mengeras
- Pembentukan adhesions atau perlengketan jaringan
- Ruang sendi menyempit secara signifikan
- Rentang gerak bahu semakin terbatas
Mekanisme pasti mengapa kapsul sendi mengalami perubahan ini belum sepenuhnya dipahami oleh dunia medis. Namun beberapa faktor risiko telah teridentifikasi dan menjadi perhatian khusus dalam upaya pencegahan.
Penyebab dan Faktor Risiko Frozen Shoulder
Penyebab pasti Frozen Shoulder seringkali tidak diketahui dan kondisi ini bisa muncul tanpa pemicu yang jelas. Namun penelitian medis telah mengidentifikasi berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.
Imobilisasi atau tidak menggerakkan bahu dalam waktu lama menjadi faktor risiko utama yang paling sering ditemukan. Hal ini bisa terjadi setelah operasi, cedera, atau kondisi medis lain yang membatasi pergerakan bahu. Kurangnya aktivitas menyebabkan kapsul sendi kehilangan fleksibilitasnya secara bertahap.
Faktor risiko utama Frozen Shoulder:
- Usia 40 hingga 60 tahun sebagai kelompok paling rentan
- Jenis kelamin perempuan dengan risiko lebih tinggi
- Diabetes mellitus meningkatkan risiko hingga 2-4 kali lipat
- Gangguan tiroid baik hipotiroid maupun hipertiroid
- Penyakit kardiovaskular dan stroke
- Penyakit Parkinson dan kondisi neurologis lainnya
- Cedera atau operasi pada bahu sebelumnya
- Tuberkulosis dan infeksi tertentu
Kondisi medis yang meningkatkan kerentanan:
- Diabetes dengan kontrol gula darah buruk
- Hipotiroidisme yang tidak tertangani
- Hipertiroidisme atau penyakit Graves
- Penyakit jantung koroner
- Pasca mastektomi atau operasi payudara
- Imobilisasi berkepanjangan karena berbagai sebab
Penderita diabetes memiliki risiko terkena Frozen Shoulder yang jauh lebih tinggi dibanding populasi umum. Beberapa penelitian menunjukkan hingga 20 persen penderita diabetes mengalami kondisi ini setidaknya sekali dalam hidupnya.
Gejala dan Tanda Frozen Shoulder yang Perlu Diwaspadai
Gejala Frozen Shoulder berkembang secara bertahap dan memburuk seiring waktu jika tidak ditangani. Mengenali tanda-tanda awal memungkinkan penanganan lebih cepat yang bisa memperpendek durasi pemulihan.
Nyeri menjadi gejala paling dominan yang dirasakan penderita Frozen Shoulder. Rasa sakit ini biasanya terasa dalam di area bahu dan bisa menjalar ke lengan atas. Nyeri seringkali memburuk di malam hari sehingga mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan kelelahan kronis.
Gejala umum Frozen Shoulder:
- Nyeri tumpul atau tajam di area bahu yang persisten
- Kekakuan sendi yang membatasi pergerakan
- Kesulitan mengangkat lengan ke atas
- Tidak mampu meraih benda di belakang punggung
- Nyeri yang memburuk saat berbaring di sisi bahu yang sakit
- Gangguan tidur akibat nyeri malam hari
- Ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari
Aktivitas yang menjadi sulit dilakukan:
- Menyisir atau mengikat rambut
- Mengenakan pakaian terutama yang berkancing di belakang
- Mengambil dompet dari saku belakang
- Memasang sabuk pengaman mobil
- Mengangkat benda dari rak tinggi
- Melempar atau melakukan gerakan overhead
Tahapan Perkembangan Frozen Shoulder
Frozen Shoulder berkembang melalui tiga tahapan yang berbeda dengan karakteristik gejala yang khas pada masing-masing fase. Pemahaman tentang tahapan ini membantu penderita dan tenaga medis dalam menyusun rencana penanganan yang tepat.
Tahap pertama disebut freezing stage atau tahap pembekuan yang berlangsung selama 2 hingga 9 bulan. Pada fase ini nyeri muncul secara bertahap dan semakin intens seiring waktu. Penderita mulai menyadari keterbatasan gerak bahu namun kekakuan belum terlalu parah.
Tiga tahapan Frozen Shoulder:
Tahap Freezing (2-9 bulan):
- Nyeri mulai muncul dan semakin memburuk
- Gerakan bahu mulai terbatas
- Nyeri sering terasa lebih parah di malam hari
- Aktivitas sehari-hari mulai terganggu
TahapFrozen (4-12 bulan):
- Nyeri mungkin mulai berkurang
- Kekakuan mencapai puncaknya
- Rentang gerak sangat terbatas
- Kesulitan signifikan dalam aktivitas
Tahap Thawing (5-24 bulan):
- Kekakuan mulai berkurang bertahap
- Rentang gerak perlahan membaik
- Nyeri semakin jarang dirasakan
- Pemulihan menuju fungsi normal
Total durasi Frozen Shoulder dari awal hingga sembuh bisa mencapai 1 hingga 3 tahun tanpa intervensi medis. Penanganan yang tepat bisa mempercepat proses pemulihan dan mengurangi penderitaan selama masa sakit.
Diagnosis Frozen Shoulder oleh Tenaga Medis
Diagnosis Frozen Shoulder dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan yang komprehensif. Dokter akan mengevaluasi rentang gerak bahu baik aktif maupun pasif untuk menentukan tingkat keparahan kondisi.
Pemeriksaan fisik melibatkan berbagai manuver untuk menilai seberapa jauh bahu bisa digerakkan. Dokter akan meminta pasien menggerakkan bahu sendiri kemudian menggerakkan bahu pasien secara manual. Keterbatasan yang signifikan pada kedua jenis gerakan mengindikasikan Frozen Shoulder.
Prosedur diagnosis Frozen Shoulder:
- Anamnesis lengkap tentang riwayat gejala dan kondisi medis
- Pemeriksaan fisik untuk menilai rentang gerak
- Tes provokasi untuk mengidentifikasi sumber nyeri
- Pencitraan untuk menyingkirkan kondisi lain
Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan:
- X-ray untuk melihat struktur tulang dan menyingkirkan artritis
- MRI untuk evaluasi detail jaringan lunak
- Arthrography untuk melihat kondisi kapsul sendi
- USG muskuloskeletal untuk assessment dinamis
- Pemeriksaan darah untuk mengidentifikasi kondisi sistemik
Diagnosis banding yang perlu disingkirkan termasuk rotator cuff tear, osteoartritis bahu, kalsifikasi tendon, dan tumor. Pemeriksaan yang teliti memastikan penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Pengobatan Frozen Shoulder Secara Medis
Penanganan Frozen Shoulder bertujuan untuk mengurangi nyeri dan mengembalikan rentang gerak bahu secepat mungkin. Pendekatan pengobatan bersifat bertahap dimulai dari konservatif hingga intervensi yang lebih agresif jika diperlukan.
Terapi konservatif menjadi lini pertama pengobatan Frozen Shoulder dan efektif untuk sebagian besar kasus. Kombinasi antara obat-obatan, fisioterapi, dan modifikasi aktivitas biasanya cukup untuk mencapai pemulihan meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.
Pilihan pengobatan FrozenShoulder:
Terapi Konservatif:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri dan peradangan
- Analgesik untuk manajemen nyeri
- Kompres hangat atau dingin sesuai fase
- Fisioterapi intensif dengan program latihan terstruktur
- Terapi manual oleh fisioterapis terlatih
Intervensi Medis:
- Injeksi kortikosteroid ke dalam sendi bahu
- Hidrodilatasi atau distensi artrografik
- Manipulasi under anesthesia (MUA)
- Arthroscopic capsular release untuk kasus berat
- Kombinasi beberapa modalitas terapi
Injeksi kortikosteroid sangat efektif terutama pada tahap freezing untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan panduan USG untuk akurasi yang lebih baik dan bisa diulang beberapa kali dengan jeda waktu tertentu.
Fisioterapi dan Latihan untuk Frozen Shoulder
Fisioterapi memegang peran krusial dalam pemulihan Frozen Shoulder dan menjadi komponen wajib dalam setiap program penanganan. Latihan yang tepat dan konsisten membantu mengembalikan fleksibilitas dan kekuatan bahu secara bertahap.
Program fisioterapi Frozen Shoulder dirancang khusus berdasarkan tahapan kondisi dan toleransi nyeri pasien. Pada tahap awal fokusnya adalah mengurangi nyeri sedangkan pada tahap lanjut prioritasnya adalah meningkatkan rentang gerak dan kekuatan.
Jenis latihan untuk Frozen Shoulder:
- Pendulum exercise atau Codman exercise untuk mobilitas awal
- Finger wall climbing untuk meningkatkan elevasi lengan
- Towel stretch untuk rotasi internal
- Cross body reach untuk adduksi horizontal
- Armpit stretch menggunakan permukaan tinggi
- Outward rotation dengan resistance band
Program latihan di rumah:
- Lakukan pemanasan dengan kompres hangat selama 10-15 menit
- Stretching gentle pada batas nyeri yang bisa ditoleransi
- Latihan 2-3 kali sehari dengan durasi 10-15 menit
- Tingkatkan intensitas secara bertahap sesuai progress
- Konsisten meskipun perbaikan terasa lambat
- Kompres dingin setelah latihan jika ada pembengkakan
Kesabaran menjadi kunci dalam program fisioterapi Frozen Shoulder. Pemulihan tidak terjadi dalam hitungan hari atau minggu melainkan bulan sehingga konsistensi dan ketekunan sangat diperlukan.
Pengobatan Alternatif dan Komplementer untuk FrozenShoulder
Selain pengobatan medis konvensional, beberapa terapi alternatif dan komplementer bisa membantu meredakan gejala Frozen Shoulder. Pendekatan ini biasanya digunakan sebagai pelengkap bukan pengganti pengobatan utama.
Akupunktur telah menunjukkan hasil positif dalam beberapa penelitian untuk mengurangi nyeri Frozen Shoulder. Teknik pengobatan tradisional Tiongkok ini bekerja dengan menstimulasi titik-titik tertentu di tubuh untuk melepaskan endorfin alami dan meningkatkan aliran darah.
Terapi alternatif untuk Frozen Shoulder:
- Akupunktur untuk manajemen nyeri
- Chiropractic care dengan mobilisasi sendi
- Massage therapy untuk relaksasi otot sekitar bahu
- Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)
- Terapi ultrasound untuk meningkatkan penyembuhan jaringan
- Yoga dan tai chi untuk fleksibilitas dan relaksasi
Suplemen yang mungkin membantu:
- Omega-3 fatty acids untuk efek antiinflamasi
- Turmeric atau kunyit sebagai antiinflamasi alami
- Vitamin D untuk kesehatan tulang dan sendi
- Glucosamine dan chondroitin untuk sendi
- Magnesium untuk relaksasi otot
Sebelum mencoba terapi alternatif apapun, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan keamanan dan tidak ada interaksi negatif dengan pengobatan yang sedang dijalani.
Pencegahan FrozenShoulder yang Efektif
Pencegahan Frozen Shoulder difokuskan pada menjaga mobilitas bahu dan mengelola faktor risiko yang bisa dimodifikasi. Langkah preventif sangat penting terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis berisiko tinggi.
Menjaga bahu tetap aktif dan bergerak menjadi kunci utama pencegahan. Orang yang menjalani operasi atau cedera yang membatasi gerakan bahu harus segera memulai program rehabilitasi sesuai arahan dokter untuk mencegah kekakuan berkembang.
Langkah pencegahan FrozenShoulder:
- Pertahankan aktivitas fisik regular yang melibatkan bahu
- Lakukan stretching bahu secara rutin setiap hari
- Jaga postur tubuh yang baik terutama saat bekerja
- Kelola kondisi medis seperti diabetes dengan optimal
- Hindari imobilisasi bahu yang tidak perlu
- Segera konsultasi dokter jika ada gejala awal
Tips untuk kelompok berisiko tinggi:
- Penderita diabetes harus mengontrol gula darah dengan ketat
- Pasca operasi segera mulai rehabilitasi sesuai protokol
- Lakukan peregangan bahu sebelum dan sesudah aktivitas berat
- Perhatikan ergonomi tempat kerja untuk mengurangi strain
- Tidur dengan posisi yang tidak menekan bahu
- Periksakan diri jika merasakan nyeri atau kekakuan ringan
Prognosis dan Harapan Pemulihan Frozen Shoulder
Kabar baiknya adalah Frozen Shoulder merupakan kondisi yang bisa sembuh meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebagian besar penderita mengalami pemulihan signifikan dalam 1 hingga 3 tahun dengan atau tanpa pengobatan.
Intervensi medis yang tepat bisa mempercepat proses pemulihan dan mengurangi penderitaan selama masa sakit. Kombinasi fisioterapi intensif dengan injeksi kortikosteroid misalnya bisa mempersingkat durasi tahap freezing dan frozen secara signifikan.
Faktor yang mempengaruhi prognosis FrozenShoulder:
- Usia dan kondisi kesehatan umum penderita
- Tahap saat diagnosis dan penanganan dimulai
- Kepatuhan terhadap program fisioterapi
- Keberadaan kondisi medis penyerta seperti diabetes
- Jenis dan intensitas pengobatan yang diberikan
Ekspektasi pemulihan yang realistis:
- Perbaikan nyeri biasanya terjadi lebih dulu
- Pemulihan rentang gerak membutuhkan waktu lebih lama
- Beberapa penderita mungkin tidak pulih 100 persen
- Risiko kekambuhan ada namun relatif rendah
- Bahu yang pernah terkena lebih jarang kambuh
- Bahu sebelahnya berisiko terkena di kemudian hari
Kesimpulan
Frozen Shoulder merupakan kondisi yang menyakitkan dan membatasi namun bukan tanpa harapan kesembuhan. Pemahaman yang baik tentang penyebab, gejala, dan pilihan pengobatan memungkinkan penderita mengambil langkah proaktif dalam mengelola kondisinya. Kunci keberhasilan penanganan Frozen Shoulder terletak pada diagnosis dini, program fisioterapi yang konsisten, dan kesabaran menghadapi proses pemulihan yang memang membutuhkan waktu. Bagi yang mengalami gejala nyeri dan kekakuan bahu, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan tepat dan mencegah kondisi memburuk lebih jauh.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Plantar Fasciitis Penyebab Nyeri Tumit dan Cara Mengobati
