JAKARTA, incahospital.co.id – Pertumbuhan tumor jinak di area tenggorokan kerap membuat penderitanya merasa cemas. Papiloma laring menjadi salah satu kondisi medis yang perlu diwaspadai karena dapat mengganggu fungsi pernapasan dan kemampuan berbicara seseorang. Meski bersifat jinak, pertumbuhan jaringan abnormal ini mampu menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.
Berdasarkan data dari berbagai rumah sakit di Indonesia, kasus papiloma pada laring cukup sering ditemukan baik pada anak maupun orang dewasa. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus atau HPV yang menyerang jaringan mukosa di saluran pernapasan bagian atas. Menariknya, tidak semua orang yang terinfeksi HPV akan mengalami pertumbuhan papiloma, karena sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam mencegah perkembangan tumor.
Mengenal Lebih Dekat Papiloma Laring dan Jenisnya

Papiloma laring merupakan tumor jinak yang tumbuh pada permukaan laring atau kotak suara. Pertumbuhan ini berbentuk seperti kutil atau benjolan kecil yang dapat muncul tunggal maupun berkelompok. Teksturnya menyerupai bunga kol dengan permukaan tidak rata dan berwarna merah muda hingga keputihan.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal juga dengan istilah Recurrent Respiratory Papillomatosis atau RRP. Disebut recurrent karena tumor ini memiliki kecenderungan untuk tumbuh kembali meskipun sudah diangkat melalui prosedur bedah. Tingkat kekambuhan inilah yang membuat penanganan papiloma pada laring memerlukan pemantauan jangka panjang.
Terdapat dua jenis utama berdasarkan usia penderita:
- Juvenile Onset RRP: Muncul pada anak berusia di bawah lima tahun, biasanya ditularkan dari ibu ke bayi saat proses persalinan normal
- Adult Onset RRP: Berkembang pada usia dewasa, umumnya antara 20 hingga 40 tahun, dengan penyebaran melalui kontak langsung atau aktivitas tertentu
Penyebab Utama Munculnya Papiloma pada Laring
Human Papillomavirus menjadi dalang di balik tumbuhnya papiloma di area laring. Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe berbeda, namun tipe 6 dan 11 paling sering dikaitkan dengan pertumbuhan tumor jinak di saluran pernapasan. Kedua tipe tersebut termasuk dalam kategori HPV risiko rendah yang jarang berkembang menjadi kanker.
Proses penularan virus dapat terjadi melalui beberapa cara:
- Transmisi vertikal dari ibu ke bayi saat persalinan pervaginam
- Kontak langsung dengan lesi atau kutil yang terinfeksi
- Paparan droplet dari penderita yang batuk atau bersin
- Penggunaan alat medis yang tidak steril
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami papiloma laring meliputi sistem imun yang lemah, riwayat infeksi HPV sebelumnya, serta kondisi ibu hamil yang memiliki kutil kelamin. Bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami papilomatosis pada masa kanak kanak.
Gejala Papiloma Laring yang Perlu Diwaspadai
Manifestasi klinis dari papiloma pada laring sangat bervariasi tergantung lokasi dan ukuran tumor. Gejala awal seringkali tidak disadari karena menyerupai gangguan tenggorokan biasa. Namun seiring pertumbuhan tumor, keluhan akan semakin jelas dan mengganggu aktivitas sehari hari.
Berikut tanda dan gejala yang umum dialami penderita:
- Suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu
- Perubahan kualitas suara menjadi kasar atau parau
- Kesulitan bernapas terutama saat beraktivitas fisik
- Batuk kronis yang tidak kunjung sembuh
- Sensasi ada benda asing di tenggorokan
- Kesulitan menelan makanan atau minuman
- Napas berbunyi atau stridor pada kasus berat
- Sesak napas yang memburuk secara bertahap
Pada anak kecil, gejala papiloma laring sering disalahartikan sebagai asma atau infeksi saluran pernapasan biasa. Orang tua perlu waspada apabila si kecil mengalami suara tangisan yang berubah, kesulitan bernapas saat tidur, atau pertumbuhan yang terhambat akibat gangguan pernapasan kronis.
Tahapan Pemeriksaan untuk Mendeteksi Papiloma Laring
Diagnosis papiloma pada laring memerlukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis THT. Proses ini dimulai dari anamnesis atau wawancara medis untuk menggali riwayat keluhan dan faktor risiko yang dimiliki pasien.
Prosedur pemeriksaan yang umumnya dilakukan meliputi:
- Laringoskopi Indirek: Pemeriksaan menggunakan cermin kecil untuk melihat kondisi laring secara tidak langsung
- Laringoskopi Fleksibel: Memasukkan selang kamera tipis melalui hidung untuk visualisasi lebih detail
- Mikrolaringoskopi: Prosedur dengan anestesi umum untuk melihat laring menggunakan mikroskop khusus
- Biopsi Jaringan: Pengambilan sampel tumor untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosis
- Pemeriksaan HPV: Tes PCR untuk mengidentifikasi tipe virus yang menginfeksi
Hasil pemeriksaan akan menentukan stadium dan tingkat keparahan papiloma laring. Dokter juga akan mengevaluasi apakah tumor telah menyebar ke area lain seperti trakea, bronkus, atau paru paru. Penyebaran ke saluran napas bawah terjadi pada sekitar tiga persen kasus dan memerlukan penanganan lebih agresif.
Pilihan Pengobatan Papiloma Laring Terkini
Penanganan papiloma pada laring bertujuan untuk mengangkat tumor, menjaga fungsi suara, dan mencegah kekambuhan. Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HPV secara total, sehingga fokus terapi adalah mengendalikan pertumbuhan tumor.
Metode pengobatan yang tersedia saat ini:
- Bedah Mikrolaring: Pengangkatan tumor menggunakan instrumen mikro di bawah panduan mikroskop
- Laser CO2: Penguapan jaringan tumor dengan sinar laser yang presisi
- Microdebrider: Alat pemotong berputar yang menghancurkan dan menyedot jaringan tumor
- Coblation: Teknologi plasma dingin untuk mengablasi tumor dengan kerusakan jaringan minimal
- Terapi Adjuvan: Pemberian obat seperti cidofovir atau interferon untuk mencegah kekambuhan
- Vaksinasi HPV: Beberapa penelitian menunjukkan vaksin HPV dapat membantu mengurangi tingkat rekurensi
Pemilihan metode bergantung pada usia pasien, lokasi tumor, tingkat penyebaran, dan ketersediaan fasilitas medis. Pada kasus papiloma laring yang agresif, pasien mungkin memerlukan puluhan kali prosedur bedah sepanjang hidupnya untuk mengendalikan pertumbuhan tumor.
Tips Merawat Kondisi Laring Setelah Pengobatan
Perawatan pasca operasi memegang peranan krusial dalam proses pemulihan penderita papiloma pada laring. Keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis tetapi juga kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan di rumah.
Langkah perawatan yang dianjurkan:
- Istirahatkan suara selama periode yang ditentukan dokter
- Konsumsi makanan lunak dan hindari makanan pedas atau asam
- Minum air putih dalam jumlah cukup untuk menjaga kelembaban tenggorokan
- Hindari paparan asap rokok dan polusi udara
- Gunakan pelembab udara di dalam ruangan
- Kontrol rutin sesuai jadwal yang ditetapkan
- Lakukan terapi suara dengan speech therapist jika diperlukan
- Jaga kebersihan mulut dan tenggorokan
Penderita juga perlu mengenali tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera seperti kesulitan bernapas mendadak, demam tinggi, atau pendarahan dari tenggorokan. Komunikasi yang baik dengan tim medis akan membantu memantau perkembangan kondisi dan mendeteksi kekambuhan secara dini.
Langkah Pencegahan Papiloma Laring yang Efektif
Mencegah infeksi HPV merupakan kunci utama dalam menghindari papiloma pada laring. Meski tidak semua kasus dapat dicegah, terdapat beberapa upaya yang dapat menurunkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan:
- Vaksinasi HPV pada usia yang direkomendasikan yaitu 9 hingga 26 tahun
- Pemeriksaan rutin selama kehamilan untuk mendeteksi kutil kelamin
- Konsultasi dengan dokter mengenai metode persalinan yang tepat bagi ibu dengan HPV
- Menjaga sistem kekebalan tubuh melalui pola hidup sehat
- Menghindari perilaku berisiko yang dapat meningkatkan paparan HPV
- Tidak berbagi alat makan atau sikat gigi dengan orang lain
Vaksinasi HPV terbukti efektif mencegah infeksi tipe 6 dan 11 yang menjadi penyebab utama papiloma laring. Program imunisasi HPV kini telah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia dan direkomendasikan baik untuk anak perempuan maupun laki laki.
Dampak Psikologis dan Dukungan untuk Penderita
Hidup dengan papiloma laring bukan hanya tantangan fisik tetapi juga emosional. Perubahan suara, prosedur bedah berulang, dan ketidakpastian mengenai kekambuhan dapat mempengaruhi kesehatan mental penderita. Tidak jarang pasien mengalami kecemasan, depresi, atau perasaan terisolasi dari lingkungan sosial.
Dukungan yang dapat diberikan kepada penderita papiloma pada laring:
- Memberikan informasi yang akurat mengenai kondisi dan pengobatan
- Mendampingi saat menjalani prosedur medis
- Bergabung dengan kelompok dukungan sesama penderita
- Konsultasi dengan psikolog atau psikiater jika diperlukan
- Membantu aktivitas sehari hari saat masa pemulihan
- Menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan
Keluarga dan orang terdekat memiliki peran vital dalam memberikan semangat dan motivasi. Anak yang menderita papiloma laring memerlukan perhatian ekstra karena kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan bicara dan interaksi sosialnya.
Kesimpulan
Papiloma laring merupakan tumor jinak yang disebabkan oleh infeksi HPV dan dapat menyerang siapa saja mulai dari bayi hingga orang dewasa. Gejala utama meliputi suara serak berkepanjangan, kesulitan bernapas, dan batuk kronis yang tidak kunjung membaik. Meski bersifat jinak, kondisi ini memerlukan penanganan serius karena kecenderungannya untuk kambuh berulang kali.
Deteksi dini melalui pemeriksaan laringoskopi dan penanganan tepat oleh dokter spesialis THT sangat menentukan prognosis penyakit. Berbagai pilihan terapi tersedia mulai dari bedah mikrolaring hingga terapi laser, disesuaikan dengan kondisi masing masing pasien. Pencegahan melalui vaksinasi HPV menjadi langkah proaktif yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari papiloma pada laring.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Kolesteatoma Penyebab Gejala dan Cara Mengobatinya
