JAKARTA, incahospital.co.id – Pernahkah mendengar tentang benjolan di dalam telinga yang bisa merusak pendengaran secara perlahan? Kondisi ini dikenal dengan nama kolesteatoma, sebuah gangguan telinga tengah yang kerap diabaikan karena gejalanya tidak langsung terasa menyakitkan. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat, kolesteatoma dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur telinga hingga kehilangan pendengaran total.
Data dari berbagai rumah sakit besar di Indonesia menunjukkan bahwa kasus kolesteatoma cukup sering ditemukan pada pasien dengan riwayat infeksi telinga berulang. Sayangnya, banyak masyarakat yang belum memahami betul tentang kondisi ini. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal tentang kolesteatoma, mulai dari penyebab, gejala yang perlu diwaspadai, hingga metode pengobatan yang tersedia saat ini.
Memahami Kondisi Kolesteatoma pada Telinga Tengah

Kolesteatoma merupakan pertumbuhan jaringan kulit yang tidak normal di bagian telinga tengah, tepatnya di belakang gendang telinga. Jaringan kulit ini membentuk kantung atau kista yang terus berkembang seiring waktu. Berbeda dengan tumor, kolesteatoma bukan merupakan kanker. Namun sifatnya yang terus membesar membuat kondisi ini tetap berbahaya bagi kesehatan telinga.
Pertumbuhan jaringan kulit abnormal ini dapat mengikis tulang pendengaran kecil di telinga tengah. Tulang tersebut bernama malleus, incus, dan stapes yang berperan penting dalam menghantarkan getaran suara. Ketika tulang ini rusak, kemampuan mendengar akan menurun drastis.
Kondisi kolesteatoma umumnya berkembang secara perlahan dalam hitungan bulan hingga tahun. Penderita seringkali tidak menyadari adanya masalah sampai gejala mulai mengganggu aktivitas sehari hari. Inilah mengapa pemeriksaan telinga secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang pernah mengalami infeksi telinga.
Penyebab Utama Terbentuknya Kolesteatoma
Terdapat dua jenis kolesteatoma berdasarkan penyebabnya, yaitu bawaan dan didapat. Kolesteatoma bawaan atau kongenital terjadi sejak lahir akibat kelainan perkembangan janin di dalam kandungan. Jenis ini relatif jarang ditemukan dibandingkan jenis yang didapat.
Berikut beberapa penyebab umum terbentuknya kolesteatoma:
- Infeksi telinga tengah yang terjadi berulang kali tanpa penanganan tuntas
- Gangguan fungsi tuba eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan
- Gendang telinga yang pernah mengalami robekan atau perforasi
- Tekanan negatif di telinga tengah akibat penyumbatan saluran eustachius
- Operasi telinga sebelumnya yang tidak berhasil dengan sempurna
- Alergi atau sinusitis kronis yang mempengaruhi saluran pernapasan atas
Infeksi telinga tengah atau otitis media menjadi penyebab paling umum. Ketika infeksi terjadi berulang, gendang telinga bisa tertarik ke dalam dan membentuk kantung. Sel kulit dari permukaan gendang telinga kemudian terjebak di kantung tersebut dan terus menumpuk, membentuk kolesteatoma.
Gejala yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Mengenali gejala kolesteatoma sejak awal sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Gejala biasanya dimulai dengan keluhan ringan yang sering diabaikan. Seiring pertumbuhan kista, keluhan akan semakin berat dan mengganggu.
Tanda awal yang sering muncul pada penderita kolesteatoma meliputi:
- Keluarnya cairan dari telinga yang berbau tidak sedap
- Penurunan kemampuan mendengar secara bertahap
- Rasa penuh atau tekanan di dalam telinga
- Telinga terasa nyeri atau tidak nyaman
- Pusing atau gangguan keseimbangan
- Telinga berdenging atau tinnitus
Cairan yang keluar dari telinga biasanya berwarna kuning kecoklatan dengan bau yang cukup menyengat. Kondisi ini berbeda dengan infeksi telinga biasa. Jika mengalami gejala seperti ini selama lebih dari dua minggu, segera periksakan diri ke dokter spesialis telinga hidung tenggorokan.
Bahaya Komplikasi Kolesteatoma Jika Tidak Ditangani
Kolesteatoma yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Pertumbuhan kista yang terus membesar akan merusak struktur di sekitarnya. Komplikasi bisa terjadi di area telinga maupun menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
- Kehilangan pendengaran permanen akibat rusaknya tulang pendengaran
- Kelumpuhan saraf wajah karena saraf yang melewati telinga tengah tertekan
- Infeksi menyebar ke selaput otak atau meningitis
- Abses otak yang mengancam jiwa
- Vertigo kronis akibat kerusakan telinga bagian dalam
- Labirinitis atau peradangan pada labirin telinga
Komplikasi paling ditakutkan adalah meningitis dan abses otak. Kedua kondisi ini memerlukan penanganan darurat karena dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, penanganan kolesteatoma sedini mungkin sangat dianjurkan untuk mencegah dampak buruk tersebut.
Proses Pemeriksaan dan Cara Mendiagnosis Kolesteatoma
Dokter spesialis THT akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis kolesteatoma. Pemeriksaan dimulai dengan wawancara mengenai riwayat kesehatan dan keluhan yang dialami. Informasi tentang infeksi telinga sebelumnya sangat membantu proses diagnosis.
Tahapan pemeriksaan yang biasa dilakukan meliputi:
- Otoskopi untuk melihat kondisi gendang telinga dan telinga tengah menggunakan alat khusus
- Tes pendengaran atau audiometri untuk mengukur tingkat gangguan pendengaran
- CT scan telinga untuk melihat ukuran dan lokasi kolesteatoma secara detail
- MRI jika diperlukan untuk membedakan dengan kondisi lain
- Tes keseimbangan bila pasien mengalami keluhan pusing
Hasil CT scan menjadi acuan utama dalam menentukan tingkat keparahan dan rencana pengobatan. Gambaran radiologi akan menunjukkan seberapa luas kerusakan yang sudah terjadi pada struktur telinga.
Pilihan Pengobatan untuk MengatasiKolesteatoma
Pengobatan kolesteatoma umumnya memerlukan tindakan operasi. Berbeda dengan infeksi telinga biasa yang bisa sembuh dengan obat, kolesteatoma tidak dapat hilang hanya dengan pemberian antibiotik atau obat tetes telinga. Obat hanya membantu mengatasi infeksi sekunder yang menyertai.
Jenis operasi yang dilakukan untuk mengangkat kolesteatoma:
- Mastoidektomi untuk membersihkan jaringan yang terinfeksi di tulang mastoid
- Timpanoplasti untuk memperbaiki gendang telinga yang rusak
- Osikuloplasti untuk merekonstruksi tulang pendengaran yang sudah terkikis
- Operasi kombinasi jika kerusakan cukup luas
Sebelum operasi, dokter biasanya memberikan antibiotik untuk mengurangi infeksi dan pembersihan telinga secara berkala. Hal ini bertujuan menyiapkan kondisi telinga agar lebih baik saat operasi dilakukan.
Perawatan Pasca Operasi Kolesteatoma yang Tepat
Masa pemulihan setelah operasi kolesteatoma memerlukan perhatian khusus. Pasien harus mengikuti instruksi dokter dengan disiplin untuk memastikan penyembuhan berjalan optimal. Perawatan yang baik juga mencegah kekambuhan di kemudian hari.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah menjalani operasi:
- Menjaga telinga tetap kering dan menghindari air masuk ke dalam telinga
- Mengonsumsi obat sesuai resep dokter secara teratur
- Menghindari aktivitas berat dan olahraga selama periode pemulihan
- Tidak membersihkan telinga dengan cotton bud atau benda apapun
- Melakukan kontrol rutin sesuai jadwal yang ditentukan
- Menghindari perjalanan udara selama beberapa minggu
Kontrol rutin sangat penting karena kolesteatoma memiliki kemungkinan untuk kambuh. Dokter akan memantau kondisi telinga dan memastikan tidak ada pertumbuhan baru. Pemeriksaan lanjutan biasanya dilakukan selama beberapa tahun setelah operasi.
Tips MencegahKolesteatoma dan Menjaga Kesehatan Telinga
Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Meskipun kolesteatoma bawaan tidak dapat dicegah, jenis yang didapat dapat diminimalisir risikonya dengan menjaga kesehatan telinga secara keseluruhan.
Langkah pencegahan yang bisa dilakukan sehari hari:
- Segera obati infeksi telinga hingga tuntas dan jangan menghentikan pengobatan sebelum waktunya
- Jaga kebersihan telinga tanpa memasukkan benda asing ke dalam liang telinga
- Tangani alergi dan sinusitis dengan baik agar tidak mempengaruhi telinga
- Hindari paparan air kotor yang berpotensi menyebabkan infeksi
- Gunakan pelindung telinga saat berenang
- Periksakan telinga secara rutin terutama jika pernah mengalami infeksi berulang
Edukasi kepada anak anak tentang pentingnya menjaga kesehatan telinga juga perlu dilakukan. Infeksi telinga pada masa kanak kanak yang tidak ditangani dengan baik bisa menjadi cikal bakal kolesteatoma di kemudian hari.
Kesimpulan
Kolesteatoma merupakan kondisi serius yang memerlukan perhatian dan penanganan medis segera. Pertumbuhan jaringan kulit abnormal di telinga tengah ini dapat menyebabkan kerusakan permanen jika dibiarkan tanpa pengobatan. Gejala seperti keluarnya cairan berbau dari telinga dan penurunan pendengaran harus segera diperiksakan ke dokter spesialis THT.
Operasi menjadi satu satunya cara efektif untuk mengangkat kolesteatoma dan mencegah komplikasi berbahaya. Perawatan pasca operasi dan kontrol rutin sangat penting untuk memantau kemungkinan kekambuhan. Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, penderita kolesteatoma dapat terhindar dari komplikasi serius dan mempertahankan fungsi pendengarannya.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Kesehatan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Fistula Ani Penyebab Gejala dan Cara Mengobatinya
