incahospital.co.id – Tuberkulosis kulit adalah salah satu bentuk tuberkulosis yang menyerang lapisan kulit dan jaringan di sekitarnya. Tidak seperti tuberkulosis paru yang lebih umum terdengar, jenis ini sering kali luput dari perhatian. Bahkan, banyak orang tidak menyadari adanya benjolan atau luka yang muncul di kulit bisa jadi merupakan tanda infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Salah satu kasus menarik yang tercatat di klinik dermatologi menunjukkan seorang mahasiswa mengalami luka kecil di tangan yang awalnya dianggap gigitan serangga. Lama kelamaan, luka itu membesar dan berwarna merah tua. Setelah pemeriksaan laboratorium dan biopsi kulit, ternyata itu adalah manifestasi tuberkulosis kulit. Kasus ini mengingatkan kita bahwa pengetahuan tentang penyakit ini sangat penting, terutama bagi orang yang tinggal di lingkungan dengan risiko tinggi infeksi.
Penyebab Tuberkulosis Kulit

Penyebab utama tuberkulosis kulit adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat masuk ke kulit melalui luka terbuka atau melalui penyebaran dari organ tubuh lain yang terinfeksi. Faktor risiko termasuk sistem imun yang lemah, kondisi medis tertentu seperti diabetes, atau paparan langsung dari penderita tuberkulosis aktif.
Ada beberapa bentuk tuberkulosis kulit, termasuk lupus vulgaris yang muncul sebagai bercak merah bersisik, dan tuberkulosis verrucosa cutis yang berbentuk seperti kutil pada area kulit yang sering terpapar. Setiap jenis memiliki karakteristik dan risiko komplikasi berbeda. Misalnya, lupus vulgaris cenderung berkembang perlahan dan dapat menyebabkan jaringan parut permanen jika tidak segera ditangani.
Gejala Tuberkulosis Kulit
Gejala utama tuberkulosis kulit biasanya dimulai dengan munculnya nodul, plak, atau luka yang tidak sembuh-sembuh. Luka ini bisa berwarna merah, cokelat, atau keunguan dan kadang disertai nyeri ringan. Beberapa kasus menunjukkan gejala berupa benjolan yang lunak dan mengeluarkan nanah.
Selain gejala lokal, penderita bisa mengalami gejala sistemik jika infeksi menyebar, seperti demam ringan, penurunan berat badan, dan rasa lelah yang berkepanjangan. Gejala ini sering kali samar, sehingga pengamatan jangka panjang dan pemeriksaan medis diperlukan untuk diagnosis yang akurat.
Diagnosis dan Pemeriksaan Medis
Diagnosis tuberkulosis kulit memerlukan pemeriksaan laboratorium dan klinis. Dokter biasanya akan melakukan biopsi kulit untuk memeriksa keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis di jaringan. Pemeriksaan tambahan termasuk tes tuberkulin, kultur bakteri, dan kadang pemeriksaan imaging untuk memastikan apakah ada organ lain yang terinfeksi.
Salah satu contoh kasus melibatkan seorang pekerja konstruksi yang mengalami benjolan di kaki setelah terkena debu bangunan. Awalnya dianggap luka biasa, namun setelah biopsi ditemukan adanya bakteri tuberkulosis. Proses diagnosis ini menekankan pentingnya deteksi dini, karena keterlambatan bisa menyebabkan kerusakan kulit yang permanen.
Pengobatan dan Pencegahan Tuberkulosis Kulit
Pengobatan tuberkulosis kulit biasanya melibatkan kombinasi antibiotik anti-tuberkulosis selama beberapa bulan, tergantung tingkat keparahan infeksi. Pengawasan dokter sangat penting agar pengobatan tuntas dan mencegah resistensi bakteri. Selain itu, perawatan luka dan menjaga kebersihan kulit dapat membantu mempercepat penyembuhan.
Pencegahan mencakup menjaga kebersihan pribadi, menghindari kontak langsung dengan penderita tuberkulosis aktif, serta menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat. Vaksin BCG juga memberikan perlindungan sebagian terhadap infeksi tuberkulosis, termasuk pada kulit, meski tidak sepenuhnya mencegahnya.
Tuberkulosis kulit adalah penyakit yang jarang mendapat perhatian, tetapi memiliki risiko serius jika tidak ditangani dengan tepat. Deteksi dini, pengobatan tuntas, dan kesadaran akan gejala dapat mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan pengetahuan yang tepat, setiap individu bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan kulit serta tubuh secara menyeluruh.
Kasus nyata dari pasien di berbagai klinik menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap tuberkulosis kulit masih rendah. Oleh karena itu, edukasi mengenai gejala, risiko, dan pengobatan harus terus digencarkan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Kesehatan
Baca Juga Artikel Berikut: Tuberkulosis Tulang: Mengenal Penyakit Langka yang Perlu Waspada
