JAKARTA, incahospital.co.id – Manfaat tempe untuk kesehatan tubuh memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Makanan sederhana warisan nenek moyang ini menyimpan segudang kebaikan yang kini mendapat sorotan dunia sebagai superfood. Bahkan organisasi kesehatan internasional mulai melirik tempe sebagai solusi pangan bergizi tinggi dengan harga terjangkau.
Bukan sekadar lauk pendamping nasi, tempe ternyata mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh manusia. Proses fermentasi menggunakan jamur Rhizopus oligosporus membuat kandungan gizi kedelai menjadi lebih mudah diserap tubuh. Menariknya, khasiat tempe sudah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah di berbagai negara.
Kandungan Gizi Tempe yang Mengagumkan

Dalam setiap 100 gram tempe, terkandung sekitar 19 gram protein berkualitas tinggi. Angka ini bahkan menyaingi kandungan protein pada daging ayam. Selain itu, tempe juga kaya akan serat, vitamin B kompleks, zat besi, kalsium, dan berbagai mineral penting lainnya.
Proses fermentasi pada tempe menghasilkan enzim yang memecah protein kompleks menjadi asam amino sederhana. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah menyerap nutrisi dibandingkan mengonsumsi kedelai dalam bentuk mentah. Para ahli gizi menyebut tempe sebagai complete protein karena mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Berikut kandungan gizi lengkap dalam 100 gram tempe:
- Protein: 19 gram
- Karbohidrat: 9 gram
- Serat: 1,4 gram
- Lemak sehat: 11 gram
- Kalsium: 111 mg
- Zat besi: 2,7 mg
- Magnesium: 81 mg
- Fosfor: 266 mg
- Vitamin B12: 0,08 mcg
Manfaat Tempe Sebagai Sumber Protein Nabati Terbaik
Bagi mereka yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan, tempe menjadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Kualitas protein pada tempe tidak kalah dengan protein hewani, bahkan lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan manusia.
Seorang ibu rumah tangga di Yogyakarta bernama Bu Siti mengaku rutin menyajikan tempe untuk keluarganya setiap hari. Hasilnya, anak-anaknya tumbuh sehat dan jarang sakit meski tidak selalu mengonsumsi daging. Cerita serupa banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, membuktikan bahwa tempe mampu menjadi sumber protein andalan keluarga.
Keunggulan protein tempe dibandingkan sumber protein lain:
- Mengandung semua asam amino esensial
- Lebih mudah dicerna dibanding kedelai utuh
- Tidak mengandung kolesterol
- Harga lebih terjangkau dibanding daging
- Ramah lingkungan dalam proses produksinya
Manfaat Tempe untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Kabar baiknya, konsumsi tempe secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan organ vital ini. Kandungan isoflavon pada tempe berperan aktif menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa konsumsi tempe sebanyak 150 gram per hari selama dua minggu mampu menurunkan kadar LDL hingga 10 persen. Hasil ini tentu menggembirakan mengingat tempe mudah didapat dan harganya sangat terjangkau.
Selain itu, tempe juga mengandung niacin atau vitamin B3 yang berperan penting dalam metabolisme lemak. Kombinasi isoflavon dan niacin inilah yang membuat tempe menjadi makanan ramah jantung yang patut dikonsumsi setiap hari.
Khasiat Tempe Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Di era pascapandemi seperti sekarang, menjaga imunitas tubuh menjadi prioritas banyak orang. Tempe hadir sebagai solusi alami untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. Kandungan zinc dan selenium pada tempe berperan penting dalam pembentukan sel-sel imun.
Proses fermentasi juga menghasilkan probiotik alami yang menyehatkan usus. Perlu diketahui, sekitar 70 persen sistem imun manusia terletak di saluran pencernaan. Dengan menjaga kesehatan usus melalui konsumsi tempe, secara otomatis sistem kekebalan tubuh akan meningkat.
Manfaat tempe untuk imunitas tubuh meliputi:
- Meningkatkan produksi sel darah putih
- Mempercepat proses penyembuhan luka
- Melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan virus
- Mengurangi peradangan dalam tubuh
- Memperkuat pertahanan alami tubuh
Manfaat Tempe Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Penderita diabetes atau mereka yang berisiko tinggi mengalami kenaikan gula darah perlu mempertimbangkan tempe sebagai menu harian. Indeks glikemik tempe tergolong rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis setelah dikonsumsi.
Kandungan serat dan protein pada tempe juga membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam usus. Mekanisme ini membuat kadar gula darah tetap stabil dan terkontrol sepanjang hari. Tidak heran jika banyak ahli gizi merekomendasikan tempe sebagai bagian dari diet sehat bagi penderita diabetes.
Dokter Andi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina pernah menyampaikan dalam sebuah seminar kesehatan bahwa pasien diabetesnya yang rutin mengonsumsi tempe menunjukkan perbaikan kadar HbA1c yang signifikan. Tentu saja, konsumsi tempe harus diimbangi dengan pola hidup sehat lainnya.
Khasiat Tempe Menjaga Kesehatan Tulang
Osteoporosis atau pengeroposan tulang menjadi ancaman serius terutama bagi perempuan pascamenopause. Tempe menawarkan solusi alami untuk mencegah kondisi ini berkat kandungan kalsium dan isoflavon yang tinggi. Kombinasi kedua zat ini bekerja sinergis dalam mempertahankan kepadatan tulang.
Isoflavon pada tempe memiliki struktur mirip hormon estrogen yang berperan penting dalam metabolisme tulang. Ketika kadar estrogen menurun seiring bertambahnya usia, isoflavon dapat menggantikan sebagian fungsi hormon tersebut. Hasilnya, proses pengeroposan tulang dapat diperlambat secara signifikan.
Tips mengonsumsi tempe untuk kesehatan tulang:
- Konsumsi minimal 100 gram tempe setiap hari
- Kombinasikan dengan sayuran hijau kaya kalsium
- Jangan menggoreng tempe terlalu lama agar nutrisi tetap terjaga
- Variasikan olahan tempe agar tidak bosan
- Konsumsi secara rutin dalam jangka panjang
Manfaat Tempe untuk Kesehatan Pencernaan
Sistem pencernaan yang sehat menjadi kunci kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tempe dengan kandungan probiotik alaminya mampu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus. Kondisi ini sangat penting untuk memastikan proses penyerapan nutrisi berjalan optimal.
Serat pada tempe juga membantu melancarkan proses buang air besar dan mencegah sembelit. Berbeda dengan serat dari sumber lain, serat tempe lebih lembut dan tidak menyebabkan kembung berlebihan. Bahkan orang dengan sistem pencernaan sensitif umumnya dapat mentoleransi tempe dengan baik.
Masyarakat Jawa sudah sejak lama mengenal khasiat tempe untuk pencernaan. Nenek moyang mewariskan kebiasaan mengonsumsi tempe sebagai lauk sehari-hari yang ternyata memiliki dasar ilmiah kuat. Kearifan lokal ini kini diakui dunia sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.
Khasiat Tempe Sebagai Makanan Anti Penuaan Dini
Kulit keriput dan tanda-tanda penuaan lainnya sering menjadi kekhawatiran banyak orang. Tempe menawarkan solusi dari dalam tubuh berkat kandungan antioksidan yang melimpah. Isoflavon dan vitamin E pada tempe bekerja sama melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.
Antioksidan pada tempe mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat paparan polusi, sinar UV, dan stres oksidatif. Dengan mengonsumsi tempe secara rutin, kulit akan tampak lebih cerah, kenyal, dan awet muda. Manfaat ini tentu sangat menarik bagi mereka yang peduli dengan penampilan.
Beberapa selebriti Indonesia bahkan mengaku bahwa rahasia kulit sehat mereka terletak pada konsumsi tempe secara rutin. Makanan tradisional ini terbukti lebih efektif dan aman dibandingkan suplemen kecantikan mahal dari luar negeri.
Cara Mengolah Tempe agar Nutrisi Tetap Maksimal
Pengolahan yang tepat akan memastikan manfaat tempe dapat dirasakan secara optimal. Menggoreng tempe dengan minyak berlebihan justru dapat mengurangi nilai gizinya dan menambah asupan lemak jenuh. Ada banyak cara lebih sehat untuk menikmati tempe.
Metode pengolahan tempe yang direkomendasikan:
- Dikukus selama 15 hingga 20 menit
- Dipanggang dengan sedikit minyak zaitun
- Ditumis dengan sayuran segar
- Dibacem dengan bumbu tradisional
- Dijadikan campuran salad atau gado-gado
Mengonsumsi tempe dalam keadaan segar tanpa dimasak sebenarnya juga aman dan justru mempertahankan kandungan probiotik secara maksimal. Namun, pastikan tempe berasal dari produsen terpercaya dengan proses fermentasi yang higienis.
Kesimpulan
Manfaat tempe untuk kesehatan tubuh memang sangat banyak dan beragam. Mulai dari sumber protein berkualitas tinggi, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan imunitas, mengontrol gula darah, hingga mencegah penuaan dini, semuanya bisa didapat dari makanan tradisional Indonesia ini. Proses fermentasi yang dilalui tempe menjadikan nutrisi di dalamnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan kedelai dalam bentuk lain.
Kebiasaan mengonsumsi tempe secara rutin terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang. Dengan harga yang sangat terjangkau dan ketersediaan yang melimpah di seluruh Indonesia, tidak ada alasan untuk tidak memasukkan tempe dalam menu harian. Warisan kuliner nenek moyang ini pantas mendapat tempat istimewa di meja makan setiap keluarga Indonesia.
Jelajahi Topik Seputar : Kesehatan
Temukan Artikel Pilihan Lainnya: Gerakan HIIT Efektif untuk Bakar Lemak dan Bentuk Tubuh Ideal
