JAKARTA, incahospital.co.id – Sikat gigi merupakan alat penting yang digunakan setiap hari untuk menjaga kebersihan mulut. Data dari Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa sekitar 90 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki kebiasaan menyikat gigi. Namun sayangnya, hanya 2,8 persen yang melakukannya dengan cara dan waktu yang benar.
Akibat teknik yang salah, masalah gigi tetap tinggi meskipun masyarakat merasa sudah merawat gigi setiap hari. Prevalensi gigi rusak atau berlubang di Indonesia mencapai 45 persen menurut Riskesdas 2018. Memahami cara memilih dan menggunakan alat pembersih gigi dengan benar menjadi langkah awal untuk mencegah berbagai masalah kesehatan mulut.
Fungsi dan Manfaat Sikat Gigi

Alat pembersih gigi ini memiliki fungsi utama untuk menghilangkan sisa makanan, plak, dan bakteri yang menempel pada permukaan gigi dan gusi. Proses menyikat melibatkan gerakan mekanis untuk membersihkan seluruh permukaan gigi termasuk bagian yang sulit dijangkau.
Manfaat rutin membersihkan gigi dengan teknik yang benar meliputi:
- Mencegah pembentukan plak dan karang gigi
- Mengurangi risiko gigi berlubang atau karies
- Menjaga kesehatan gusi dan mencegah radang gusi
- Menyegarkan napas dan mencegah bau mulut
- Mencegah penyakit periodontal yang lebih serius
- Menurunkan risiko kanker mulut
- Menjaga penampilan gigi tetap putih dan bersih
Jenis Sikat Gigi Berdasarkan Bulu Sikat
Berdasarkan tingkat kekerasan bulu sikatnya, alat pembersih gigi terbagi menjadi beberapa jenis:
Bulu Sikat Lembut (Soft) Jenis ini paling direkomendasikan oleh dokter gigi karena efektif membersihkan plak tanpa merusak gusi. American Dental Association menyatakan bahwa bulu lembut lebih aman untuk digunakan sehari-hari. Cocok untuk semua orang termasuk mereka yang memiliki gigi sensitif.
Bulu Sikat Sedang (Medium) Tingkat kekerasan menengah yang masih cukup aman digunakan. Namun perlu berhati-hati agar tidak menyikat terlalu keras karena bisa menyebabkan iritasi gusi.
Bulu Sikat Keras (Hard) Jenis ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari. Bulu yang keras dapat mengikis enamel gigi dan melukai gusi. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan resesi gusi.
Bulu Sikat Ekstra Lembut (Extra Soft) Sangat cocok untuk mereka yang memiliki masalah gusi sensitif, baru menjalani operasi mulut, atau sedang dalam perawatan khusus. Teksturnya sangat halus sehingga tidak mengiritasi jaringan lunak mulut.
Jenis Sikat Gigi Berdasarkan Cara Kerja
Berdasarkan mekanisme kerjanya, alat pembersih gigi dibedakan menjadi:
Sikat Gigi Manual Jenis konvensional yang paling umum digunakan. Membutuhkan gerakan tangan untuk membersihkan gigi. Harganya terjangkau dan mudah didapat di mana saja. Efektivitasnya bergantung pada teknik dan durasi menyikat.
Sikat Gigi Elektrik Menggunakan tenaga baterai atau listrik untuk menggerakkan kepala sikat secara otomatis. Bisa menghasilkan ribuan gerakan per menit sehingga lebih efektif membersihkan plak. Cocok untuk orang yang kesulitan menggerakkan tangan seperti lansia atau penyandang disabilitas.
Sikat Gigi Sonik Varian elektrik yang menggunakan teknologi gelombang suara untuk menghasilkan getaran sangat cepat. Bisa mencapai 30.000 hingga 40.000 gerakan per menit. Sangat efektif menghilangkan plak bahkan di area yang sulit dijangkau.
Sikat Interdental Berbentuk kecil dengan bulu sikat melingkar yang dirancang khusus untuk membersihkan sela-sela gigi. Sangat berguna bagi pengguna behel atau mereka yang memiliki celah gigi lebar.
Cara Memilih Sikat Gigi yang Tepat
Memilih alat pembersih gigi yang sesuai sangat penting untuk hasil optimal. Berikut panduan memilihnya:
Perhatikan Ukuran Kepala Sikat Pilih kepala sikat yang kecil hingga sedang agar mudah menjangkau seluruh area mulut termasuk gigi belakang. Kepala sikat yang terlalu besar sulit digunakan untuk membersihkan gigi geraham.
Pilih Bulu Sikat yang Lembut Bulu lembut sudah cukup efektif membersihkan plak tanpa merusak gusi. Hindari bulu keras yang bisa mengikis enamel dan melukai gusi.
Pastikan Gagang Nyaman Digenggam Gagang yang ergonomis memberikan kontrol lebih baik saat menyikat. Pilih yang tidak licin dan pas di tangan.
Perhatikan Ujung Bulu Sikat Pilih yang memiliki ujung bulu membulat (rounded tip) untuk menghindari iritasi pada gusi.
Sesuaikan dengan Kebutuhan Khusus Jika menggunakan behel, pilih sikat khusus orthodontic. Jika gigi sensitif, pilih yang extra soft. Untuk anak-anak, gunakan ukuran dan desain yang sesuai usia.
Teknik Menyikat Gigi yang Benar
Teknik menyikat yang tepat menentukan efektivitas pembersihan. Berikut langkah-langkahnya:
Posisikan Sikat dengan Benar Letakkan sikat pada sudut 45 derajat terhadap garis gusi. Posisi ini memungkinkan bulu sikat menjangkau area antara gigi dan gusi tempat plak sering menumpuk.
Gunakan Gerakan yang Tepat Gunakan gerakan melingkar kecil atau gerakan maju mundur pendek dengan lembut. Hindari gerakan horizontal yang kasar karena bisa menyebabkan abrasi pada gigi dan resesi gusi.
Bersihkan Semua Permukaan Sikat bagian luar, dalam, dan permukaan kunyah setiap gigi. Untuk bagian dalam gigi depan, pegang sikat secara vertikal dan buat gerakan ke atas dan ke bawah.
Jangan Lupakan Lidah Lidah menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab bau mulut. Sikat lidah dari belakang ke depan dengan lembut atau gunakan pembersih lidah khusus.
Perhatikan Durasi Sikat gigi minimal selama dua menit setiap kali menyikat. Bagi waktu menjadi empat kuadran yaitu kanan atas, kiri atas, kanan bawah, dan kiri bawah. Masing-masing kuadran disikat selama 30 detik.
Waktu yang Tepat untuk Menyikat Gigi
Waktu menyikat sangat mempengaruhi kesehatan gigi. Berikut panduan waktu yang direkomendasikan:
Setelah Sarapan Pagi Menyikat gigi setelah makan pagi lebih efektif dibandingkan saat bangun tidur. Hal ini membantu membersihkan sisa makanan yang baru saja dikonsumsi.
Sebelum Tidur Malam Waktu ini sangat penting karena sisa makanan yang tidak dibersihkan akan mengalami fermentasi selama tidur. Kondisi mulut yang tertutup saat tidur mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab karies.
Tunggu 30 Menit Setelah Makan Jika baru mengonsumsi makanan atau minuman asam, tunggu setidaknya 30 menit sebelum menyikat gigi. Asam melunakkan enamel sementara dan menyikat langsung bisa mengikisnya.
Minimal Dua Kali Sehari Frekuensi minimal yang direkomendasikan adalah dua kali sehari. Menyikat lebih sering boleh dilakukan asalkan dengan teknik yang benar dan tidak terlalu keras.
Kesalahan Umum Saat Menggunakan Sikat Gigi
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan harus dihindari:
- Menyikat terlalu keras yang menyebabkan kerusakan enamel dan iritasi gusi
- Menyikat terlalu cepat kurang dari dua menit sehingga pembersihan tidak optimal
- Menggunakan sikat yang sudah rusak dengan bulu mekar
- Gerakan horizontal yang kasar menyebabkan abrasi gigi
- Tidak mengganti sikat secara berkala
- Melewatkan area tertentu seperti gigi belakang atau bagian dalam gigi
- Tidak membersihkan lidah setelah menyikat gigi
- Berkumur terlalu banyak setelah menyikat sehingga fluoride terbuang
Kapan Harus Mengganti Sikat Gigi
Alat pembersih gigi perlu diganti secara berkala untuk menjaga efektivitasnya:
Setiap 3 hingga 4 Bulan Ini adalah waktu maksimal penggunaan. Bulu sikat yang sudah aus tidak efektif membersihkan gigi dan bisa mengiritasi gusi.
Saat Bulu Sudah Mekar Jika bulu sikat sudah mengembang ke berbagai arah sebelum 3 bulan, segera ganti. Bulu yang mekar tidak bisa membersihkan dengan baik.
Setelah Sakit Ganti sikat setelah sembuh dari flu, pilek, atau infeksi mulut untuk mencegah kontaminasi ulang dari bakteri atau virus yang menempel.
Saat Warna Berubah Beberapa sikat memiliki indikator warna. Jika warna sudah memudar, tandanya sikat perlu diganti.
Sikat Gigi untuk Anak-Anak
Mengajarkan kebiasaan menyikat gigi sejak dini sangat penting. Berikut panduan untuk anak:
Bayi 0 hingga 1 Tahun Meskipun belum memiliki gigi, gusi bayi perlu dibersihkan menggunakan kain lembab atau sikat khusus gusi.
Anak 1 hingga 3 Tahun Gunakan sikat dengan kepala sangat kecil dan bulu ekstra lembut. Orang tua harus membantu menyikat gigi anak.
Anak 3 hingga 6 Tahun Anak mulai belajar menyikat sendiri namun tetap perlu pengawasan. Gunakan pasta gigi khusus anak dengan kandungan fluoride yang lebih rendah.
Anak di Atas 6 Tahun Anak sudah bisa menyikat gigi secara mandiri. Pastikan teknik sudah benar dan durasi mencukupi.
Tips tambahan untuk anak:
- Jadikan kegiatan menyikat gigi sebagai aktivitas yang menyenangkan
- Gunakan sikat dengan karakter favorit anak
- Berikan contoh dengan menyikat gigi bersama
- Puji anak saat berhasil menyikat dengan benar
Perawatan dan Penyimpanan SikatGigi
Cara merawat dan menyimpan sikat mempengaruhi kebersihan dan keawetannya:
- Bilas sikat dengan air mengalir setelah digunakan untuk membersihkan sisa pasta gigi dan debris
- Simpan dalam posisi tegak dengan kepala sikat di atas agar cepat kering
- Jangan menyimpan sikat dalam wadah tertutup karena kelembaban memicu pertumbuhan bakteri
- Hindari menyimpan sikat berdekatan dengan sikat orang lain untuk mencegah kontaminasi silang
- Jangan berbagi sikat dengan orang lain meskipun keluarga sendiri
- Jauhkan dari area toilet untuk menghindari kontaminasi dari percikan air
Pelengkap Sikat Gigi untuk Kebersihan Optimal
Menyikat gigi saja tidak cukup untuk kebersihan mulut menyeluruh. Berikut pelengkap yang direkomendasikan:
Benang Gigi (Dental Floss) Membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat. Gunakan minimal sekali sehari, idealnya sebelum tidur.
Obat Kumur Membantu membunuh bakteri di area yang sulit dijangkau, mengurangi asam dalam mulut, dan menyegarkan napas. Pilih yang mengandung antiseptik atau fluoride.
Pembersih Lidah Alat khusus untuk membersihkan permukaan lidah dari bakteri dan sisa makanan yang menyebabkan bau mulut.
Sikat Interdental Membersihkan celah antar gigi yang lebih lebar atau area sekitar behel.
Hubungan SikatGigi dengan Kesehatan Tubuh
Kesehatan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan:
- Infeksi gusi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung
- Bakteri mulut yang masuk aliran darah bisa menyebabkan endokarditis
- Diabetes dan penyakit gusi saling memperburuk kondisi satu sama lain
- Ibu hamil dengan penyakit gusi berisiko lebih tinggi melahirkan prematur
- Kesehatan mulut yang buruk dikaitkan dengan pneumonia pada lansia
Menjaga kebersihan gigi dengan alat dan teknik yang benar merupakan investasi untuk kesehatan jangka panjang.
Kesimpulan
Sikat gigi adalah alat sederhana namun sangat penting untuk menjaga kesehatan mulut. Memilih sikat dengan bulu lembut dan kepala yang sesuai, menggunakan teknik menyikat yang benar, serta mengganti sikat secara berkala merupakan langkah-langkah dasar perawatan gigi. Kombinasikan dengan penggunaan pasta gigi berfluoride, benang gigi, dan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk mendapatkan kesehatan mulut yang optimal. Mulailah kebiasaan baik ini sejak dini agar terbawa hingga dewasa.
Baca Juga Konten dengan Artikel Terkait Tentang: Kesehatan
Baca juga artikel lainnya: Senam Hamil: Manfaat, Gerakan Aman, dan Panduan Lengkap
Silakan kunjungi Website Resmi: Wdbos
