Jakarta, incahospital.co.id – Pernahkah Anda merasa dunia berputar, bahkan ketika sedang duduk diam? Bagi sebagian orang, sensasi ini hanya terjadi sesekali. Namun bagi penderita vertigo kronis, perasaan berputar itu bisa datang berulang-ulang, menghantui aktivitas sehari-hari, dan membuat kualitas hidup menurun drastis.
Bayangkan seorang karyawan muda bernama Rina. Setiap kali bangun dari posisi tidur, kepalanya serasa melayang, lantai seakan bergerak. Awalnya ia mengira hanya kelelahan. Namun, gejala itu terus datang, bahkan semakin sering. Rina akhirnya didiagnosis mengalami vertigo kronis—suatu kondisi yang tak sekadar pusing biasa, melainkan gangguan keseimbangan yang bisa berlangsung bertahun-tahun jika tidak ditangani dengan benar.
Vertigo kronis bukanlah penyakit tunggal, melainkan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai masalah pada telinga bagian dalam, sistem saraf, atau bahkan faktor psikologis. Mari kita telusuri lebih dalam.
Apa Itu Vertigo Kronis?

Secara medis, vertigo adalah sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan di sekitar berputar, meskipun sebenarnya tidak ada gerakan. Vertigo bisa bersifat akut (datang tiba-tiba lalu hilang dalam beberapa jam atau hari) atau kronis (berulang dan berlangsung lama).
Vertigo kronis biasanya ditandai dengan:
-
Episode vertigo yang berulang selama lebih dari tiga bulan.
-
Disertai gejala lain seperti mual, muntah, keringat dingin, telinga berdenging, atau gangguan penglihatan.
-
Rasa goyah saat berjalan, seolah tanah tidak stabil.
Penyebab umum vertigo kronis antara lain:
-
Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Gangguan akibat kristal kecil (otoconia) yang berpindah di dalam telinga bagian dalam.
-
Penyakit Ménière: Kondisi telinga dalam dengan gejala vertigo, tinnitus (denging), dan gangguan pendengaran.
-
Neuritis Vestibularis: Peradangan saraf keseimbangan akibat infeksi virus.
-
Migrain Vestibular: Vertigo terkait migrain kronis.
-
Gangguan sirkulasi otak: Seperti stroke kecil di area otak yang mengatur keseimbangan.
Yang membuat vertigo kronis sulit ditangani adalah sifatnya yang sering kambuh. Tidak jarang penderita merasa frustrasi karena gejala datang tiba-tiba, tanpa bisa diprediksi.
Gejala yang Mengganggu Kehidupan Sehari-hari
Gejala vertigo kronis lebih kompleks dibanding sekadar pusing. Pasien sering menggambarkan dunia seperti “berputar” atau “melayang.” Beberapa gejala khas yang biasanya muncul adalah:
-
Sensasi berputar yang berlangsung dari menit hingga jam.
-
Mual dan muntah, terutama saat episode vertigo muncul tiba-tiba.
-
Gangguan keseimbangan, sulit berjalan lurus.
-
Telinga berdenging (tinnitus) atau rasa penuh di telinga.
-
Penglihatan ganda atau kabur.
-
Kelelahan dan cemas, karena tubuh terus berusaha menyesuaikan diri dengan gangguan keseimbangan.
Bayangkan situasi sehari-hari: seorang pengemudi ojek online yang tiba-tiba merasakan serangan vertigo di jalan raya. Atau seorang ibu rumah tangga yang tak bisa menunduk mencuci piring karena langsung merasa berputar. Gejala ini jelas memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup.
Bahkan, studi kesehatan menunjukkan vertigo kronis bisa memicu gangguan kecemasan. Pasien sering khawatir serangan vertigo akan muncul di saat yang tidak tepat, seperti saat presentasi di kantor atau ketika sedang mengemudi.
Faktor Risiko dan Pemicu Vertigo Kronis
Vertigo kronis tidak datang begitu saja. Ada faktor-faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalaminya:
-
Usia: Risiko meningkat pada usia lanjut karena fungsi telinga dalam menurun.
-
Jenis kelamin: Beberapa penelitian menunjukkan wanita lebih rentan, kemungkinan terkait hormon.
-
Riwayat migrain: Pasien migrain lebih berisiko mengalami vertigo vestibular.
-
Penyakit telinga dalam: Seperti Ménière atau infeksi kronis.
-
Stres dan kelelahan: Faktor psikologis sering memperburuk gejala.
Selain faktor risiko, ada pula pemicu serangan:
-
Perubahan posisi kepala tiba-tiba (bangun dari tidur, menunduk).
-
Suara bising atau cahaya terlalu terang.
-
Kurang tidur atau dehidrasi.
-
Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan.
Anekdotnya, seorang pasien vertigo kronis mengaku setiap kali naik kendaraan umum di jalan bergelombang, ia langsung merasa pusing hebat. Hal ini membuatnya harus memilih bekerja dari rumah demi mengurangi paparan pemicu.
Diagnosis Vertigo Kronis – Tidak Bisa Asal Tebak
Diagnosis vertigo kronis membutuhkan pemeriksaan menyeluruh. Dokter THT atau neurolog biasanya akan:
-
Anamnesis (wawancara medis): Menanyakan gejala, riwayat kesehatan, dan pola kambuh vertigo.
-
Pemeriksaan fisik: Melihat keseimbangan, gerakan bola mata (nystagmus), dan reaksi tubuh terhadap posisi tertentu.
-
Tes vestibular: Seperti tes Dix-Hallpike untuk memicu vertigo pada kasus BPPV.
-
Pemeriksaan penunjang: MRI atau CT scan jika dicurigai ada masalah otak atau saraf.
-
Audiometri: Untuk menilai fungsi pendengaran, terutama jika ada dugaan penyakit Ménière.
Diagnosis yang tepat sangat penting karena setiap penyebab vertigo kronis butuh penanganan berbeda. Misalnya, BPPV bisa ditangani dengan manuver fisik, sementara Ménière butuh pengaturan pola makan rendah garam.
Penanganan Vertigo Kronis
Tidak ada “obat tunggal” untuk vertigo kronis. Penanganannya bergantung pada penyebab, gejala, dan kondisi pasien.
1. Terapi Medis
-
Obat anti vertigo (misalnya betahistine, meclizine) untuk meredakan gejala.
-
Obat anti mual dan muntah.
-
Steroid pada kasus neuritis vestibular.
2. Terapi Non-Farmakologis
-
Manuver reposisi (Epley maneuver): Untuk pasien BPPV, dilakukan dengan memindahkan kristal telinga dalam ke posisi normal.
-
Rehabilitasi vestibular: Latihan fisioterapi untuk melatih keseimbangan.
-
Pengaturan diet: Mengurangi garam, kafein, dan alkohol, terutama pada penyakit Ménière.
3. Perubahan Gaya Hidup
-
Tidur cukup, menghindari stres berlebihan.
-
Olahraga ringan seperti yoga atau tai chi untuk melatih keseimbangan.
-
Menghindari gerakan tiba-tiba yang bisa memicu vertigo.
4. Penanganan Psikologis
Karena vertigo kronis bisa memicu kecemasan, terapi psikologis atau konseling kadang dibutuhkan untuk membantu pasien menghadapi kondisi ini.
Dampak Vertigo Kronis terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi
Dampak vertigo kronis tidak berhenti pada kesehatan fisik. Banyak pasien yang akhirnya sulit bekerja, kehilangan kepercayaan diri, bahkan mengalami isolasi sosial.
-
Dunia kerja: Pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi atau mobilitas bisa terganggu. Seorang operator mesin pabrik, misalnya, mungkin tidak bisa bekerja dengan aman saat serangan vertigo datang.
-
Kehidupan sosial: Pasien cenderung mengurangi aktivitas luar rumah karena takut kambuh di depan umum.
-
Ekonomi keluarga: Biaya pengobatan berulang, pemeriksaan medis, hingga kehilangan produktivitas menambah beban finansial.
Sebuah studi kesehatan di Indonesia mencatat bahwa vertigokronis sering kali dianggap remeh, padahal dampaknya bisa sebanding dengan penyakit kronis lain seperti hipertensi atau diabetes.
Refleksi – Hidup dengan Vertigo Kronis
Hidup dengan vertigo kronis memang menantang. Namun banyak pasien yang akhirnya bisa beradaptasi dengan membuat strategi pribadi. Ada yang selalu membawa botol air agar tidak dehidrasi, ada yang mengatur posisi tidur tertentu, hingga ada yang memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk mencatat pola kambuh.
Kuncinya adalah kesadaran dan manajemen diri. Vertigo kronis tidak selalu bisa disembuhkan total, tapi bisa dikendalikan agar tidak terlalu mengganggu. Dukungan keluarga dan lingkungan juga sangat penting agar pasien tidak merasa terasing.
Kesimpulan
Vertigo kronis adalah gangguan keseimbangan yang serius, memengaruhi fisik, mental, dan sosial. Ia bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari BPPV hingga penyakit Ménière. Diagnosis tepat dan penanganan komprehensif menjadi kunci untuk mengelola kondisi ini.
Meski tidak selalu bisa sembuh total, dengan terapi medis, rehabilitasi, serta perubahan gaya hidup, penderita vertigo kronis tetap bisa menjalani hidup produktif. Yang terpenting, jangan pernah menyepelekan gejala pusing berulang—karena bisa jadi itu adalah tanda awal dari vertigokronis yang butuh perhatian serius.
Baca Juga Konten Dengan Artikel Terkait Tentang: Kesehatan
Baca Juga Artikel Dari: Fucithalmic Viscous Eye: Pengalaman Jujur & Tips Pakai
